• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Tepat Mengajarkan Kesehatan Reproduksi pada Remaja

Cara Tepat Mengajarkan Kesehatan Reproduksi pada Remaja

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Mengajarkan cara menjaga kesehatan reproduksi saat masa peralihan remaja menuju dewasa sangat diperlukan. Hal tersebut bukan hanya mencegah Si Kecil dari penyakit menular seksual saja, tetapi juga mencegah kecacatan fisik dan mental serta sosial kultural. Lantas, bagaimana cara ibu untuk kesehatan reproduksi pada anak? Ini hal-hal yang dapat ibu lakukan.

Baca juga: Ini 7 Kebiasaan yang Dilakukan untuk Kesehatan Reproduksi Wanita

Begini Cara Mengajarkan Kesehatan Reproduksi pada Anak

Menjaga kesehatan reproduksi sama pentingnya dengan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Organ reproduksi yang tidak dijaga dan dirawat dengan baik, dapat memicu berbagai masalah kesehatan, bahkan dapat mengakibatkan infertilitas. Anak perempuan atau laki-laki memiliki tanggung jawab yang sama untuk memelihara kesehatan organ seksualnya. Begini langkah yang dapat ibu lakukan:

1.Ajarkan untuk Membersihkan Organ Intim

Langkah pertama dan yang paling efektif adalah mengajarkan anak untuk membersihkan organ intim setelah buang air kecil atau besar. Kebiasaan sepele ini akan berdampak besar bagi kesehatan organ reproduksinya kelak. Pada anak perempuan, ajarkan untuk membersihkan organ intim dari depan ke belakang, bukan sebaliknya. Jelaskan bahwa membersihkan organ intim dari belakang ke depan akan menyebabkan terbawanya kotoran dari anus menuju vagina.

2.Ajarkan untuk Sering Mengganti Dalaman

Langkah selanjutnya yang dapat ibu lakukan adalah mengajarkan anak untuk sering mengganti celana dalam. Jika malas untuk menggantinya, maka akan memicu timbulnya gatal-gatal dan jamur. Ajarkan anak untuk membiasakan diri mengganti celana dalam minimal 2 kali dalam sehari.

3.Biasakan Mengonsumsi Makanan Sehat

Kesehatan organ vital juga ditunjang dengan mengonsumsi makanan sehat. Beberapa nutrisi penting yang dibutuhkan adalah serat, protein, vitamin, antioksidan, serta folat. Kandungan-kandungan tersebut dapat diperoleh dari asupan daging, susu, ikan, kacang-kacangan, telur, buah-buahan, serta sayuran. Jangan lupa untuk mencukupi asupan air putih, serta hindari konsumsi kafein, ya!

Baca juga: Ini 4 Bentuk Tes Kesuburan Pada Wanita

4.Tanamkan Jika Seks Bebas adalah Perilaku Menyimpang

Ajarkan anak jika seks bebas adalah perilaku menyimpang. Katakan pada anak jika seks bebas dapat memicu penularan penyakit seksual. Beritahu juga pada anak untuk setia pada satu pasangan seksual serta menjaga kebersihan area intim sebelum dan sesudah berhubungan.

5.Ajak Anak Berolahraga Secara Teratur

Selain mengonsumsi makanan sehat, langkah menjaga kesehatan organ vital juga dapat dilakukan dengan rutin berolahraga. Melakukan aktivitas tersebut secara teratur dapat mencegah obesitas, meningkatkan stamina, serta menyehatkan organ reproduksi seseorang. Rutin berolahraga juga dapat meningkatkan peluang kehamilan pada wanita.

6.Sunat atau Khitan

Sunat atau khitan dikenal sebagai kewajiban laki-laki muslim. Namun, tahukah ibu jika anak laki-laki sangat disarankan untuk melakukannya? Sunat bertujuan untuk menghindari risiko infeksi yang disebabkan oleh menumpuknya kotoran di bawah kulit kulup penis, yang terletak di ujungnya.

Baca juga: Pria dan Wanita, Ini Tips Jaga Kebersihan Alat Kelamin

Itulah beberapa langkah dalam mengajarkan anak menjaga kesehatan reproduksi yang dimilikinya. Selain beberapa langkah tersebut, ibu dapat menunjang kesehatan organ reproduksi anak dengan melakukan pemeriksaan ke dokter di rumah sakit terdekat guna mencegah masalah infertilitas, seperti endometriosis pada perempuan dan infeksi testis pada laki-laki.

Pemeriksaan organ reproduksi biasanya dilakukan dengan melakukan USG, HSG, tes penyakit kelamin, tes darah, dan lain-lain. Jangan lupa menghimbau anak untuk beristirahat dengan cukup, serta mengelola stres dengan baik. Stres menjadi salah satu faktor yang sangat memengaruhi kesehatan organ reproduksi, baik perempuan maupun laki-laki.

Referensi:
NIH. Diakses pada 2020. Reproductive Health.
CDC. Diakses pada 2020. Common Reproductive Health Concerns for Women.
WHO. Diakses pada 2020. Reproductive health.