Cara Tepat Mengasah Bakat Anak Sejak Dini

Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   14 Agustus 2020
Cara Tepat Mengasah Bakat Anak Sejak DiniCara Tepat Mengasah Bakat Anak Sejak Dini

Halodoc, Jakarta – Tiap anak adalah individu yang unik yang memiliki ketertarikan dan bakat yang berbeda-beda. Adalah tugas orangtua untuk menemukan bakat anak dan mengasahnya sedini mungkin agar anak dapat mengembangkannya dengan baik.

Sebagian orang percaya bahwa bakat dimiliki seseorang sejak lahir. Hal itu mungkin saja benar, namun yang pasti, bakat juga bisa diasah. Orangtua adalah orang yang berperan besar dalam mengasah bakat pada anak.

Menurut psikolog, Benjamin Bloom, semua orang dapat mempelajari apa saja yang ada di dunia ini bila diberikan kondisi pembelajaran yang sesuai. Kondisi tersebut mencakup lima hal, yaitu permulaan awal, pelatihan dari ahli, latihan yang diniatkan, pusat keunggulan dan tujuan tunggal.

1.Memulai Sedini Mungkin

Bibit bakat biasanya dapat ditanam lebih awal dan dimulai di rumah. Sebuah studi mengungkapkan bahwa 22 dari 24 pemain berbakat, mulai dari pecatur hingga skater, pertama kali diperkenalkan ke dalam bidang bakat mereka oleh orangtua, biasanya di sekitar usia 2 dan 5 tahun.

Orangtua dari beberapa atlet tersebut juga adalah pemain atau pelatih dalam bidang itu sendiri. Contohnya bintang voli All-American, Lauren Cook, yang dibesarkan oleh ayahnya yang adalah pelatih bola voli kejuaraan nasional, John Cook.

Ada juga beberapa orangtua yang tidak terkait dengan bidang bakat anak mereka, namun mereka tetap menyediakan lingkungan yang memicu minat dan bakat anak sedini mungkin.

Contohnya Adora Svitak, seorang penulis dan presenter cilik yang hebat. Adora sudah menerbitkan dua buku pada usia 11 tahun dan membuat ratusan presentasi internasional, termasuk TED Talk yang disaksikan jutaan orang. Orangtua Adora bukan penulis atau presenter, tapi mereka ‘mengatur panggung’ untuk pencapaian Adora. Ibunya mengungkapkan bahwa ia dan suami membacakan banyak buku yang menarik kepada Adora selama lebih dari sejam setiap malam. Selain itu, mereka juga mendorong Adora untuk menulis lebih awal dengan cara menawarkan bimbingan dan membantunya menerbitkan buku-bukunya. 

Baca juga: 6 Manfaat Membacakan Buku Cerita untuk Anak

2.Memberikan Pelatihan dari Ahlinya

Setelah menemukan apa yang menjadi minat dan bakat anak, ayah dan ibu bisa mengasah bakat Si Kecil dengan memberikannya kursus-kursus atau pelatihan dari orang yang ahli di bidang tersebut.

Seperti grandmaster catur Kayden Troff, ia belajar bermain catur pada usia 3 tahun dengan mengamati permainan ayahnya, Dan dan kakak-kakaknya. Karena tidak banyak orang yang ahli di bidang catur di dekat rumah mereka di Utah, Dan mengasah kemampuannya dengan belajar catur 10-15 jam seminggu selama istirahat makan siang dan sepulang kerja, agar bisa memberikan pelatihan untuk anaknya. Sampai akhirnya, ketika Dan tidak bisa lagi mengimbangi perkembangan kemampuan Kayden, Dan mengatur agar Kayden mengambil pelajaran dari grandmaster melalui internet.

Jadi, cari tempat kursus terbaik atau guru yang ahli di bidangnya untuk memberikan pelatihan pada anak, sehingga Si Kecil dapat mengembangkan bakatnya tersebut.

Baca juga: Hal yang Harus Dipertimbangkan Orangtua sebelum Anak Ikut Kursus

3.Latihan yang Diniatkan

Orang-orang berbakat yang berprestasi tidak pernah berlatih secara santai, melainkan harus diniatkan, diarahkan pada tujuan, dan kadang-kadang mereka harus berlatih sampai melewati zona nyaman mereka.

Juara renang sekolah menengah negeri, Caroline Thiel mengungkapkan bahwa untuk mendapatkan prestasinya tersebut, ia harus berlatih renang dengan giat hingga seluruh tubuhnya terasa sakit, napas menjadi berat dan muntah.

Hal ini bukan berarti orangtua harus memaksa anak untuk berlatih sangat keras hingga melewati batas kemampuannya. Melainkan, orangtua perlu mendorong anak untuk berlatih secara serius agar bakatnya terasah secara maksimal.

4.Masuk Ke Pusat Unggulan

Jayde Atkins, juara rodeo sekolah menengah nasional mengungkapkan rahasianya mengapa ia begitu berbakar di bidang rodeo. Atkins mengaku, ia dibesarkan di sebuah peternakan kuda di Nebraska tengah dan mulai menunggang kuda sejak usia 2 tahun. Orangtuanya adalah penunggang kuda dan pelatih kuda profesional yang mengajarinya tali dan berlatih bersamanya selama berjam-jam setiap hari.

Namun, sebagian besar orang berbakat tidak dibesarkan di tempat di mana orang-orang unggulan berada, seperti Atkins. Nah, dalam kasus ini, mereka mungkin perlu melakukan perjalanan untuk bisa masuk ke pusat unggulan. Dengan berada di antara orang-orang hebat di bidangnya, mereka pun bisa mengasah bakatnya dengan lebih baik lagi.

Hal itu juga yang perlu dilakukan orangtua bila ingin mengasah bakat anaknya sejak dini. Bila Si Kecil menunjukkan ketertarikan dan bakat di bidang basket, misalnya, orangtua bisa memasukkan ia ke sekolah yang terkenal akan basketnya.  

5.Tujuan Tunggal

Orang-orang berbakat biasanya hanya berfokus pada satu tujuan. Orangtua dari salah satu pemain catur yang hebat mengungkapkan saat diwawancara bahwa anaknya hanya tertarik dengan catur dan menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk berlatih catur. Namun, terkadang, ada orang-orang berbakat yang memiliki lebih dari satu passion. Seperti McKenzie Steiner, pemain softball sekaligus bintang musik country yang sedang naik daun.

Nah, orangtua juga perlu mengenali apa yang benar-benar menjadi minat dan bakat anak dan fokuskan ia pada satu tujuan tunggal tersebut.

Baca juga: Mari Mengenali Bakat Anak Sejak Dini

Itulah cara-cara yang bisa dilakukan orangtua untuk mengasah bakat anak sejak dini. Untuk berdiskusi seputar pola asuh anak, ayah atau ibu juga bisa langsung menghubungi ahlinya lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
The Conversation. Diakses pada 2020. 5 ways to develop children’s talents.


Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan