• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Tepat Mengenali Gejala Cacingan pada Anak

Cara Tepat Mengenali Gejala Cacingan pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Ibu, sebaiknya jangan lupa untuk memperhatikan kondisi tubuh anak setiap harinya. Jika anak kerap menggaruk bagian anus dan terlihat iritasi pada bagian tersebut, sebaiknya waspada terhadap cacingan. Penyakit ini merupakan penyakit yang cukup berbahaya bagi anak-anak dan sangat mudah menular.

Baca juga: 4 Penyebab Cacingan Alias Ascariasis pada Anak

Kondisi ini disebabkan oleh adanya infeksi cacing pada tubuh anak. Jika tidak ditangani dengan tepat, cacingan dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan penurunan berat badan pada anak. Untuk itu, ibu perlu mengetahui gejala cacingan dan penangannya agar kondisi ini dapat segera diatasi dengan baik.

Ibu, Kenali Gejala Cacingan pada Anak

Cacingan merupakan kondisi infeksi cacing dalam usus manusia. Ada beberapa jenis cacing yang dapat menyebabkan kondisi cacingan. Mulai dari cacing pita, cacing tambang, cacing kremi, hingga cacing gelang.

Bukan hanya orang dewasa, nyatanya anak-anak sangat berisiko terpapar penyakit cacingan. Bahkan, penularan penyakit cacingan akan sangat mudah terjadi di lingkungan bermain anak-anak. Untuk itu, sangat penting bagi para orangtua mengenali beberapa gejala cacingan pada anak.

Berikut ini beberapa gejala cacingan yang perlu diketahui oleh ibu:

  1. Anak terlihat sering menggaruk area anus dan mengeluhkan rasa gatal pada area tersebut. Biasanya, rasa gatal yang dialami oleh anak akan semakin parah saat malam hari.
  2. Terlihat beberapa tanda iritasi pada bagian anus.
  3. Anak mengalami gangguan tidur pada malam hari.
  4. Anak mengeluhkan rasa tidak nyaman pada area anus maupun kelamin.
  5. Pengidap cacingan terkadang akan merasa mual.

Penyebab Cacingan pada Anak

Cacingan dapat terjadi ketika anak tidak sengaja menelan atau menghirup telur cacing. Telur cacing memiliki ukuran yang sangat kecil sehingga sulit dilihat mata secara langsung. Telur cacing dapat masuk melalui makanan, minuman, atau tangan yang menyentuh area hidung maupun mulut setelah terkontaminasi telur cacing.

Setelah tertelan, telur cacing menetas dan menetap pada usus, hingga cacing berkembang menjadi dewasa. Cacing betina dewasa akan menuju anus untuk kembali bertelur. Kondisi inilah yang memicu gatal pada anus

Kebiasaan menggaruk anus inilah yang dapat membantu proses penularan atau penyebaran telur cacing. Setelah terpapar pada tangan, telur cacing bisa menempel pada benda-benda yang disentuh oleh anak. 

Baca juga: Sering Main di Luar Buat Anak Berisiko Kena Cacingan?

Makanan, minuman, mainan, handuk, sprei, bahkan selimut pun bisa menjadi benda-benda perantara penularan cacingan. Telur cacing dapat bertahan hidup di permukaan selama 2–3 minggu. Untuk itu, sangat penting menjaga kebersihan tangan maupun lingkungan setiap harinya.

Selain anak-anak, orang-orang yang tinggal di daerah padat dan kotor juga berisiko tinggi mengalami penyakit cacingan. Tinggal satu atap dengan pengidap cacingan juga berisiko tinggi mengalami kondisi yang serupa. Ada beberapa gangguan kesehatan yang dapat dialami jika cacingan tidak diatasi dengan baik. Misalnya, infeksi saluran kemih, penurunan berat badan, infeksi kulit, dan peritoneal cavity.

Pencegahan Cacingan pada Anak

Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis cacingan. Tes menggunakan cellophane tape, tes usap area anus, dan pemeriksaan fisik. Biasanya, saat pemeriksaan fisik, beberapa jenis cacing akan terlihat pada area anus, pakaian dalam, atau pada feses. 

Pada feses, cacing akan terlihat seperti serat-serat tipis putih. Cara terbaik untuk melakukan pemeriksaan fisik adalah pada malam hari. Setelah 2–3 jam setelah anak tertidur. Hal ini disebabkan cacing betina akan menuju anus untuk bertelur.

Beberapa pemeriksaan bisa dilakukan pada rumah sakit terdekat untuk memastikan kondisi kesehatan anak. Untuk lebih praktis, ibu bisa buat janji dengan rumah sakit melalui Halodoc sekarang juga. Yuk, download Halodoc melalui App Store atau Google Play!

Jika pemeriksaan tersebut menunjukkan adanya infeksi cacing, pengobatan bisa dilakukan untuk mengatasi cacingan. Cacingan bisa diatasi dengan mudah. Namun yang perlu ibu perhatikan adalah, menjaga kebersihan anak dan lingkungan agar penyakit ini tidak kambuh.

Lakukan beberapa pencegahan cacingan pada anak, seperti:

  1. Pastikan untuk membersihkan area anus setiap pagi dengan air yang mengalir dan sabun.
  2. Biasakan anak untuk menjaga kebersihan tangan, khususnya sebelum makan.
  3. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan pakaian dalam yang digunakan anak. Pastikan ibu sering mengganti pakaian dalam anak dengan yang bersih.
  4. Potong kuku anak secara berkala.
  5. Pastikan anak menggunakan alas kaki saat bermain di luar rumah.
  6. Jika anak atau salah satu keluarga dalam rumah mengalami cacingan, jangan lupa cuci sprei, handuk, pakaian, dan pakaian dalam dengan air panas. Air panas berfungsi untuk mematikan telur cacing yang menempel. Pastikan barang-barang tersebut kering dengan optimal. Ibu juga bisa menjaga kebersihan mainan anak secara berkala dengan membersihkannya dengan air hangat.

Baca juga: Begini Cacingan Bisa Menular pada Anak-Anak

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk pencegahan cacingan pada anak. Pastikan anak selalu cuci tangan dan menjaga kebersihan tubuh agar kesehatan terus terjaga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Pinworm Infection.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Pinworm Infection.
Web MD. Diakses pada 2021. Pinworm Infection.
Medical News Today. Diakses pada 2021. Everything You Need To Know About Pinworms.