• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Tepat Menghadapi Keluarga yang Toxic

Cara Tepat Menghadapi Keluarga yang Toxic

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Cara Tepat Menghadapi Keluarga yang Toxic

Halodoc, Jakarta – Ada yang bilang kamu bisa memilih teman, tetapi kamu tidak bisa memilih keluarga. Kadang-kadang, keluarga memiliki sifat-sifat yang tidak cocok denganmu dan sulit untuk menghadapinya. Pastinya setiap keluarga memiliki masalahnya masing-masing.

Ketidaksepakatan, persaingan antar saudara, hubungan yang tegang, atau miskomunikasi adalah hal biasa yang terjadi di dalam keluarga. Anggota keluarga bisa saja mengalami ketidakcocokan dan situasi yang tegang karena tantangan di tempat kerja atau sekolah, masalah dengan persahabatan atau hubungan lain, masalah kesehatan atau tekanan emosional, kesulitan finansial, dan lain-lain. Masalah-masalah tersebut dapat berujung pada hubungan tidak baik dengan anggota keluarga lainnya.

Baca juga: Efek Negatif pada Anak yang Diasuh Orangtua Narsistik

Tanda-Tanda Sedang Berada dalam Keluarga Toxic

Bagaimana tahu kalau keluargamu toxic? Itu terjadi ketika kamu merasa keluarga mencoba mengendalikan aspek utama kehidupan, termasuk hubungan dan keputusan karier. Dalam hubungan toxic ini, kamu juga tidak akan merasakan cinta, kasih sayang, atau rasa hormat

Merupakan hal yang wajar bagi anggota keluarga untuk sesekali berselisih paham. Namun, pada akhirnya kamu tetap harus memperlakukan satu sama lain dengan kasih sayang dan saling menghargai. Dalam dinamika keluarga yang toxic, besar kemungkinan kamu merasa tidak dihargai atau diremehkan. Keluarga mungkin tidak setuju dengan semua yang kamu katakan atau lakukan, tetapi pastinya akan tetap ada rasa cinta dan dukungan.

Apa yang harus dilakukan saat menghadapi keluarga toxic? Beberapa orang memilih untuk memutuskan kontak sepenuhnya. Beberapa yang lainnya mencoba untuk mengatasi situasi tersebut dengan membatasi kontak dengan anggota keluarga. Langkah-langkah tersebut diambil untuk melindungi kesejahteraan emosional mereka ketika mereka bertemu dengan keluarga mereka.

Buat kamu yang saat ini sedang berada dalam situasi keluarga toxic, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut:

1. Putuskan Apa yang Kamu Inginkan

Mengidentifikasi apa yang kamu inginkan dari hubungan dapat membantu kamu mengembangkan gagasan yang lebih jelas tentang batasan yang ingin kamu tetapkan. Katakanlah kamu senang menghabiskan waktu santai dengan saudaramu di akhir pekan, tetapi tidak saat dia menanyakan kehidupan cintamu. Jika kamu tetap ingin mempertahankan hubungan dengan saudaramu, salah satu solusinya adalah dengan membatasi kunjungan dengan saudaramu tersebut. 

2. Melatih Pertahanan Diri

Saat kamu menghabiskan waktu bersama anggota keluarga, jangan biarkan mereka menarik kamu ke dalam masalah keluarga yang kamu tidak ingin terlibat di dalamnya. Bagaimana cara melatih pertahanan diri? Ini bisa dilakukan dengan:

  • Tidak berpartisipasi dalam situasi yang tidak kondusif.
  • Menghindari topik yang bisa menyebabkan pertengkaran.
  • Menjaga percakapan tetap ringan dan santai.
  • Mengakhiri percakapan atau pergi jika perlu.

Baca juga: Kondisi Mental Orangtua Dapat Pengaruhi Kesehatan Anak

3. Putuskan Apa yang Perlu Dibagi dan Mana yang Tidak 

Kamu tidak perlu berbagi segalanya dengan keluarga. Alangkah lebih baik jika kamu menyimpan hal-hal yang kamu anggap tidak perlu untuk diceritakan, ketimbang informasi tersebut malah jadi alat untuk memanipulasi kamu.

4. Tahu Kapan Harus Berkata Tidak 

Menetapkan batasan untuk diri sendiri dan mengatakan tidak pada hal-hal yang mungkin membahayakan batasan tersebut dapat membantu kamu menavigasi pola hubungan dengan keluarga. Tidak selalu mudah untuk mengatakan tidak kepada anggota keluarga. 

Jika kamu tahu suatu situasi akan membuat kamu merasa tidak bahagia, tertekan, atau tidak nyaman, mengatakan "tidak" mungkin merupakan pilihan terbaik. Kamu dapat menjelaskan alasannya jika mau mau, tetapi kamu tidak harus melakukannya.

5. Jangan Mencoba Mengubah Siapa Pun

Saat berurusan dengan anggota keluarga yang tidak sehat, sering kali ada harapan bahwa mereka akan berubah. Kamu mungkin berharap hal tersebut akan terjadi. Tentu, orang bisa dan memang berubah, tetapi itu di luar kendalimu.

Baca juga: Anak Sedih Tanpa Sebab, Perlukah ke Psikolog?

Kalau kamu merasa tidak nyaman dengan kondisi kesehatan mentalmu dan butuh untuk konsultasi langsung dengan psikolog atau psikiater, buat janji saja di Halodoc. Dengan aplikasi ini, kamu tidak perlu repot antre. Yuk, download aplikasinya ya!

Referensi:
Regain.us. Diakses pada 2021. Toxic Family Dynamics: The Signs And How To Cope With Them.
Healthline.com. Diakses pada 2021. When Family Becomes Toxic.