• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara untuk Diagnosis Gangguan Dismorfik Tubuh

Cara untuk Diagnosis Gangguan Dismorfik Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Gangguan dismorfik tubuh atau body dysmorphic disorder adalah bentuk gangguan kesehatan mental ketika seseorang tidak dapat berhenti memikirkan satu atau lebih kecacatan atau kekurangan pada tubuhnya. Kekurangan yang tampak kecil atau tidak dapat dilihat membuat rasa malu pengidap gangguan ini. Ia akan cemas sehingga akan menarik diri dari situasi sosial. 

Ketika seseorang mengalami gangguan dismorfik tubuh, ia sangat fokus pada penampilan dan citra tubuh. Studi dari jurnal Body Image mengungkapkan, seseorang yang mengalami gangguan ini akan berulang kali bercermin, merawat diri atau mencari ketenangan, terkadang selama berjam-jam setiap hari. Perilaku berulang ini menyebabkan pengidap sangat tertekan dan cemas, sehingga memengaruhi kemampuan untuk berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. 

Baca juga: Pengaruh Body Dysmorphic Disorder pada Kesehatan Fisik

Cara Diagnosis Gangguan Dismorfik Tubuh

Seseorang dengan gangguan dismorfik tubuh akan mencari berbagai cara untuk mencoba memperbaiki kekurangan yang ia rasakan. Selain itu, mereka akan merasakan kepuasan saat menemukan perawatan, tapi sering kali merasa cemas dan kembali melanjutkan mencari cara lain untuk memperbaiki kekurangan fisik yang dirasakan. 

Berikut ini kriteria diagnostik untuk gangguan dismorfik tubuh, yaitu:

  1. Keasyikan dengan imajinasi atau memperhatikan detail pada kekurangan dalam penampilan. 
  2. Distress yang terjadi menyebabkan gangguan dalam aktivitas sosial, pekerjaan, atau fungsi lainnya yang diakibatkan oleh terlalu sibuk memperhatikan penampilan. 
  3. Terlalu asik dalam memperhatikan detail kekurangan fisik tidak disebabkan oleh adanya gangguan kejiwaan lain. 
  4. Biasanya, pengidap gangguan dismorfik tubuh juga memiliki gangguan makan.

Cara untuk mendiagnosis gangguan dismorfik tubuh dimulai dengan dokter akan memulai evaluasi dengan riwayat lengkap dengan pemeriksaan fisik. Jika dokter mencurigai adanya gangguan, mungkin pengidap akan dirujuk ke psikiater atau psikolog, yang akan mendiagnosis berdasarkan evaluasi terhadap sikap, perilaku, dan gejala. 

Diagnosis menjadi sulit karena rasa malu yang menyertai gangguan dismorfik tubuh, membuat pengidap gangguan kesehatan mental ini mencoba mencari pertolongan medis. Biasanya ahli bedah plastik atau dokter kulit mungkin mencurigai adanya kelainan mental tersebut berdasarkan keluhan yang sering terjadi dan mencari intervensi bedah. 

Baca juga: Selalu Merasa Tak Sempurna? Hati-Hati Body Dysmorphic Disorder

Perawatan Orang dengan Gangguan Dismorfik Tubuh

Perawatan gangguan dismorfik tubuh kemungkinan besar akan mencakup kombinasi dari terapi berikut:

  • Psikoterapi. Ini merupakan jenis konseling individu yang berfokus pada perubahan cara berpikir (terapi kognitif) dan perilaku (terapi perilaku) dari seseorang dengan gangguan dismorfik tubuh. Tujuannya untuk mengoreksi keyakinan yang salah mengenai kecacatan tubuh dan meminimalkan perilaku kompulsif. 
  • Pengobatan. Obat antidepresan tertentu yang disebut selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) merupakan pengobatan gangguan dismorfik tubuh. Obat yang diberikan seperti obat antipsikotik seperti aripiprazole (Abilify), olanzapine (Zyprexa), atau pimozide (Orap).
  • Terapi kelompok atau Keluarga. Dukungan keluarga sangat penting untuk keberhasilan pengobatan. Anggota keluarga harus memahami gangguan dismorfik tubuh dan belajar mengenali tanda dan gejalanya. 

Penyebab pasti dari gangguan dismorfik tubuh belum diketahui. Seperti banyak kondisi kesehatan mental lainnya, gangguan ini bisa diakibatkan oleh kombinasi masalah, seperti riwayat gangguan keluarga, kelainan di otak, dan evaluasi atau pengalaman negatif tentang tubuh atau citra diri. 

Baca juga: Waspada, Body Dysmorphic Disorder Bisa Sebabkan Depresi

Gangguan dismorfik tubuh biasanya diawali pada masa remaja dan memengaruhi pria maupun wanita. Sayangnya, belum ada cara yang diketahui mencegah gangguan dismorfik tubuh. Namun, gangguan kesehatan mental ini sering terjadi pada awal masa remaja, sehingga mengidentifikasi gangguan tersebut sejak dini perlu dilakukan. Tujuannya agar pengobatan dapat dimulai sesegera mungkin. 

Jika kamu mengetahui adanya gangguan dismorfik tubuh pada diri sebaiknya segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc agar segera mendapat penanganan yang tepat. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Body Dysmorphic Disorder
WebMD. Diakses pada 2020. Body Dysmorphic Disorder
Medical News Today. Diakses pada 2020. What's to know about body dysmorphic disorder
Body Image. Diakses pada 2020. Body Dysmorphic Disorder: Causes, Characteristics, and Clinical Treatments