• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cari Tahu Lebih Jauh Mengenai Sinus Aritmia pada Anak

Cari Tahu Lebih Jauh Mengenai Sinus Aritmia pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Cari Tahu Lebih Jauh Mengenai Sinus Aritmia pada Anak

Halodoc, Jakarta - Gangguan yang terjadi pada sistem kardiovaskular mengakibatkan perubahan pada detak jantung yang dikenal dengan istilah aritmia. Sinus aritmia merupakan salah satu jenisnya yang rentan terjadi pada usia anak. Namun, kondisi ini tidak ada kaitannya dengan sinus yang terdapat pada hidung, melainkan sinoatrial yang berada pada serambi kanan jantung dan berfungsi sebagai pengatur irama jantung. 

Sinus aritmia terbagi menjadi dua jenis, yaitu respiratori dan non-respiratori. Dari keduanya, sinus aritmia jenis respiratori lebih umum terjadi. Kondisi ini berhubungan dengan refleks kerja paru-paru dan sistem pembuluh darah, terlebih pada anak. Sementara itu, sinus aritmia jenis non-respiratori lebih umum terjadi pada lansia yang mengidap penyakit jantung. 

Sinus Aritmia pada Anak, Berbahayakah?

Setiap anak memiliki irama jantung yang berbeda, bergantung pada usia dan aktivitasnya. Detak jantung ketika beristirahat cenderung akan mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya usia. Nah, batas normal irama jantung pada anak adalah sebagai berikut:

  • Bayi berusia 0 sampai 1 tahun: antara 100–150 detak per menit.
  • Anak berusia di bawah 3 tahun: antara 70–110 detak per menit.
  • Anak berusia antara 3 sampai 12 tahun: antara 55–85 detak per menit.

Baca juga: Kebiasaan Tidak Sehat yang Memicu Gagal Jantung Kongestif

Lalu, apakah sinus aritmia yang terjadi pada anak merupakan kondisi yang berbahaya? Ternyata, tidak demikian, karena detak jantung akan mudah mengalami perubahan mengikuti pola anak bernapas. Salah satu kondisi yang bisa memicu terjadinya masalah ini, yaitu efisiensi kerja organ jantung dalam mengatur kadar oksigen yang tepat, sehingga pada kondisi tertentu bisa menimbulkan gejala seperti sinus aritmia. 

Perubahan detak jantung ini terjadi ketika proses menghirup napas yang mengakibatkan meningkatnya detak jantung, dan penurunan detak akan terjadi ketika napas diembuskan keluar. Seorang anak dikatakan mengidap sinus aritmia apabila jeda antara detak jantung satu dengan lainnya berbeda sekitar 0,16 detik, terlebih ketika anak mengembuskan napas. 

Baca juga: Aritmia Bisa Jadi Pemicu Gagal Jantung Kongestif

Kapan Orangtua Perlu Waspada?

Tidak berbeda dengan aritmia pada orang dewasa, aritmia pada anak juga mengakibatkan jantung berdetak tidak efektif, sehingga akan mengganggu aliran darah dari jantung menuju ke otak dan seluruh tubuh. Dampaknya juga menjadi lebih serius ketika anak merasakan gejala lain seperti:

  • Pusing;
  • Tubuh lelah dan lemas;
  • Wajah terlihat lebih pucat;
  • Sulit bernapas;
  • Hilang kesadaran;
  • Nyeri pada dada;
  • Detak jantung keras atau palpitasi;
  • Anak menjadi mudah marah dan kehilangan nafsu makan.

Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat ketika ada gejala di atas. Gunakan aplikasi Halodoc untuk memudahkan ibu buat janji atau tanya jawab dengan dokter spesialis anak seputar sinus aritmia. 

Baca juga: 6 Tanda SVT pada Anak yang Perlu Dipahami

Perlukah Penanganan Khusus?

Sebenarnya, sinus aritmia pada anak merupakan kondisi yang wajar terjadi dan bisa menghilang dengan sendirinya ketika anak beranjak dewasa. Ini karena jantung masih terus berkembang pada usia anak, sehingga tidak heran jika sinus aritmia terjadi. Pun, jika anak mengalami salah satu dari sekian gejala sinus aritmia di atas, perhatikan juga apakah ada faktor lainnya, seperti infeksi, kelainan jantung bawaan, atau apakah ada konsumsi obat. 

Selain aritmia, adanya gangguan pada detak jantung lainnya pada anak bisa dikatakan gejala masalah jantung. Oleh karena itu, perhatikan jika perubahan detak jantung terjadi sangat cepat. Jadi, selama kondisinya tidak mengganggu aktivitas sang buah hati, sinus aritmia tidak perlu dikhawatirkan. 



Referensi: 
MedicineNet. Diakses pada 2020. Medical Definition of Sinus Arrhythmia.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What is a Sinus Arrhythmia?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Arrhythmias in Children.