• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cat Scratch Disease dapat Sembuh Sendiri Tanpa Diobati?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cat Scratch Disease dapat Sembuh Sendiri Tanpa Diobati?

Cat Scratch Disease dapat Sembuh Sendiri Tanpa Diobati?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 22 Juli 2020
Cat Scratch Disease dapat Sembuh Sendiri Tanpa Diobati?

Halodoc, Jakarta - Kucing merupakan hewan mamalia berbulu halus dan berwajah menggemaskan, serta memiliki gigi dan cakar yang tajam. Kucing menjadi hewan peliharaan terbanyak di seluruh dunia karena dikenal penurut dan mudah dirawat. Meski kucing terkenal sebagai hewan yang jinak, mereka bisa saja mencakar dan menggigit orang lain dalam waktu-waktu yang tidak terduga.

Karena gigitannya tidak terlalu sakit pada kulit, gigitan kucing sering disepelekan. Padahal, gigitan kucing bisa menjadi penyakit yang dikenal dengan istilah cat scratch disease. Bagaimana penjelasan tentang penyakit yang berasal dari cakaran kucing tersebut? Apakah dapat sembuh dengan sendirinya tanpa diobati? Berikut ulasan selengkapnya!

Baca juga: Vaksinasi pada Kucing Bisa Mencegah Cat Scratch Disease

Apakah Penyakit dari Cakaran Kucing bisa Sembuh dengan Sendirinya?

Cat scratch disease merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan, cakaran, atau jilatan kucing pada luka terbuka yang kamu miliki. Gejalanya sendiri dinamakan dengan cat scratch fever, yang biasanya muncul dalam 3-14 hari setelah seseorang tergigit atau tercakar kucing.

Dalam kasus yang ringan, kebanyakan pengidap kondisi ini akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2-4 bulan. Infeksi bakteri yang dialami biasanya sudah hilang dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu dengan mengosumsi antibiotik, saat sistem imun tubuh tidak berjalan dengan baik. Jika kamu memiliki sistem imun tubuh yang kuat, tubuh dapat mengatasi infeksi tanpa mengonsumsi antibiotik.

Pada pengidap kondisi kesehatan tertentu yang menyebabkan melemahnya sistem imun, mereka biasanya akan mengalami gejala yang lebih parah. Dalam kondisi ini, pengidap akan membutuhkan antibiotik, serta istirahat yang cukup untuk meringankan gejala yang muncul. Bukan itu saja, seseorang dengan sistem imun yang rendah juga perlu mengonsumsi banyak cairan saat gejala muncul agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Kutu Kucing Sebabkan Cat Scratch Disease

Gejala yang Perlu Diperhatikan

Gejala awal yang tampak adalah benjolan yang melepuh di tempat gigitan atau cakaran. Benjolan melepuh ini akan berisi nanah. Lalu, 1-3 minggu kemudian, kelenjar getah bening yang terdekat dengan benjolan akan mulai membengkak, yang berarti tubuh sedang melakukan perlawanan dalam mengatasi infeksi. Berikut gejala yang tampak:

  • Mual dan muntah.
  • Sakit kepala.
  • Demam.
  • Nyeri otot.
  • Nyeri sendi.
  • Kelelahan.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Penurunan berat badan.

Kelenjar yang terinfeksi akan sembuh dengan sendirinya jika infeksinya yang dialami cukup ringan. Namun, jika timbul sejumlah gejala berikut, segera periksakan diri di rumah sakit terdekat, ya! Beberapa gejala yang harus diwaspadai, yaitu pembengkakan kelenjar getah bening terjadi tanpa sebab yang berlangsung parah dalam 2-4 minggu, serta muncul pembengkakan keras di area sekitarnya.

Baca juga: Alasan Pengidap HIV & AIDS Perlu Hindari Cat Scratch Disease

Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Bakteri penyebab cat scratch disease ada dalam air liur dan cakar kucing. Pada sebagian kucing pembawa bakteri ini tidak menunjukkan gejala apa pun. Pada sebagian lainnya, mereka akan mengalami infeksi pada mata, mulut, atau saluran kemih.

Itulah beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk mencegah penyakit akibat cakaran dan gigitan kucing ini mencuci luka bekas gigitan atau cakaran kucing, mencuci jilatan kucing pada luka yang kamu miliki, mencuci tangan setelah menyentuh kucing, jangan memelihara anak kucing, rutin memotong kuku kucing, memeriksakan kesehatan kucing secara rutin, jangan biarkan kucing main ke luar rumah, serta jangan menyentuh kucing liar.

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. Cat-Scratch Disease.
WebMD. Diakses pada 2020. Cat-Scratch Fever.