• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini 2 Contoh Penyimpangan Sosial yang Sering Terjadi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini 2 Contoh Penyimpangan Sosial yang Sering Terjadi

Catat, Ini 2 Contoh Penyimpangan Sosial yang Sering Terjadi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 23 Agustus 2022

“Penyimpangan sosial dapat berupa penyimpangan formal dan informal dari norma-norma sosial. Contohnya mulai dari berbohong hingga kecanduan zat-zat terlarang.”

Catat, Ini 2 Contoh Penyimpangan Sosial yang Sering TerjadiCatat, Ini 2 Contoh Penyimpangan Sosial yang Sering Terjadi

Halodoc, Jakarta – Penyimpangan sosial mengacu pada tindakan atau perilaku yang melanggar norma atau harapan sosial. Tindakan tersebut dapat melanggar norma sosial dan hukum di masyarakat secara formal maupun informal. 

Ada berbagai perilaku di lingkungan sosial, dari yang dapat diterima secara sosial hingga menyimpang. Perilaku tersebut dipengaruhi oleh norma-norma sosial formal dan informal. Contoh penyimpangan sosial termasuk penggunaan narkoba, pencurian, pembunuhan, penggunaan alkohol berlebihan, dan penyerangan.

Jenis dan Contoh Penyimpangan Sosial

Penyimpangan sosial dapat berupa penyimpangan formal dan informal dari norma-norma sosial. Jenis penyimpangan informal adalah hal-hal yang dianggap tidak dapat diterima dan tidak pantas secara sosial. Sedangkan penyimpangan formal adalah perilaku yang melanggar undang-undang, peraturan, dan aturan lainnya yang sudah ada aturan hukumnya.

  1. Contoh Perilaku Penyimpangan Informal

Jenis perilaku penyimpangan ini cenderung dianggap tidak dapat diterima secara sosial, tapi tidak melanggar hukum. Contoh penyimpangan sosial secara informal meliputi:

  • Bergosip tentang seseorang di belakangnya.
  • Terlambat datang untuk bekerja.
  • Meminjam barang dan tidak mengembalikannya.
  • Menceritakan lelucon yang tidak pantas di tempat kerja.
  • Berbohong kepada orang lain.
  • Memfitnah orang lain.
  • Menatap dengan cara yang tidak tepat.
  1. Contoh Penyimpangan Sosial Formal

Perilaku ini umumnya diklasifikasikan sebagai tindakan kriminal dan dikenakan hukuman. Beberapa contoh penyimpangan sosial bersifat formal yaitu:

  • Kekerasan dalam rumah tangga.
  • Pemerkosaan atau pelecehan seksual.
  • Pembunuhan.
  • Pencurian atau perampokan.
  • Penyerangan, kekerasan, atau intimidasi.
  • Penipuan.
  • Kecanduan dan penggunaan narkoba.
  • Perdagangan atau pengedaran narkoba.

Kecanduan dan Penyimpangan Sosial

Kecanduan (mulai dari minum, berjudi, hingga seks) dapat melibatkan perilaku yang dapat diterima secara sosial, atau perilaku yang menyimpang secara sosial. Konsumsi alkohol sebanyak satu atau dua gelas merupakan bentuk penggunaan alkohol yang dapat diterima secara sosial. Namun, mabuk dan kemudian mencoba mengemudi kendaraan dianggap sebagai penyimpangan sosial.

Penyimpangan sosial merupakan konsep sosiologis yang mengacu pada perilaku yang melanggar aturan dan norma sosial. Orang yang memiliki gangguan penggunaan zat sering digambarkan sebagai penyimpangan sosial. Sebab,  tidak memenuhi harapan masyarakat untuk dianggap sebagai perilaku yang dapat diterima.

Penyebab Seseorang melakukan Penyimpangan Sosial

Ada berbagai teori yang menjelaskan mengapa seseorang melakukan perilaku menyimpang. Kemungkinan ada banyak faktor yang berperan dalam perilaku menyimpang. Hal tersebut termasuk genetika, kepribadian, pendidikan, lingkungan, dan pengaruh sosial. 

Berdasarkan teori psikologis tentang penyimpangan sosial, perilaku ini terbentuk karena dipelajari dengan melihat orang lain yang terlibat dalam perilaku menyimpang. 

Misalnya, seseorang mulai menggunakan narkoba atau penyalahgunaan alkohol, sebagai akibat dari menyaksikan orang lain menggunakan zat-zat tersebut. Penelitian memang menunjukkan bahwa pengaruh sosial dapat berperan penting dalam munculnya penggunaan narkoba dan kecanduan.

Sementara itu, teori biologis menunjukkan bahwa penyimpangan sosial dipengaruhi oleh faktor genetik. Ketika menyakut kecanduan, misalnya, penelitian menemukan bahwa gen berperan penting dalam pengembangan masalah penggunaan narkoba. Genetik juga berpengaruh pada temperamen dan kepribadian secara keseluruhan. 

Selanjutnya, teori sosiologis menunjukkan bahwa ada ketegangan antara tujuan masyarakat, dan sarana yang dimiliki orang untuk mencapai sebuah tujuan. Akibatnya, orang sering berlaku ke perilaku menyimpang (seperti mencuri atau menipu), sebagai cara untuk mencapai cita-cita masyarakat yang dapat diterima secara sosial (seperti memiliki kekayaan).

Itulah yang perlu diketahui tentang penyimpangan sosial beserta contohnya. Jika kamu memiliki masalah terhadap perilaku menyimpang, kamu bisa bertanya pada psikolog melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran atau solusinya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Study. Diakses pada 2022. What is Deviant Behavior?
Verywell Mind. Diakses pada 2022. What Is Deviant Behavior?