• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini 3 Kebiasaan yang Bisa Memicu Gagal Jantung Kongestif

Catat, Ini 3 Kebiasaan yang Bisa Memicu Gagal Jantung Kongestif

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Mau tahu berapa kali jantung berdetak dalam satu hari? Kira-kira jantung kita berdetak sebanyak 100.000 kali, dan mengalirkan lebih 14.000 liter darah per harinya. Darah yang dipompa jantung ini yang membawa nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan organ-organ tubuh. Nah, sudah terbayang apa jadinya bila jantung bermasalah? 

Jangan main-main dengan penyakit jantung. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, penyakit jantung merupakan penyebab kematian terbanyak ke-2 di Indonesia (berdasarkan Sample Registration System). 

Nah, dari beragamnya jenis penyakit jantung, gagal jantung kongestif merupakan salah satu yang mesti diwaspadai. Gagal jantung kongestif merupakan kegagalan jantung memompa pasokan darah yang dibutuhkan tubuh. Penyakit jantung yang satu ini tak pandang bulu, bisa menyerang siapa saja termasuk mereka di usia muda atau produktif. 

Baca juga: Pola Hidup Sehat untuk Mencegah Gagal Jantung Kongestif

Lantas, apa penyebab gagal jantung kongestif? Benarkah ada beragam hal yang bisa memicu gagal jantung kongestif?

Tiga Serangkai Perusak Jantung

Penyebab gagal jantung kongestif sebenarnya ‘sebelas-duabelas’ dengan penyakit jantung lainnya. Umumnya, penyakit jantung disebabkan oleh hipertensi, penyumbatan arteri koroner oleh timbunan lemak, diabetes, obesitas, hingga aterosklerosis (penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri). Lalu, apa saja yang bisa memicu sederet penyakit tersebut?

Berikut ini tiga kebiasaan yang memicu masalah jantung seperti gagal jantung kongestif:

1.Gaya Hidup Tidak Sehat

Bagi kamu yang sering mengonsumsi makanan asin, kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, dan malas berolahraga, rasanya harus harap-harap cemas. Kebiasaan ini memicu hipertensi hingga gagal jantung kongestif.

Lho, apa hubungan hipertensi dan penyakit jantung? Tekanan darah tinggi yang dibiarkan begitu saja lama-kelamaan akan merusak pembuluh darah. 

Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat ini juga bisa menyebabkan aterosklerosis. Kondisi ini ujung-ujungnya meningkatkan risiko penyakit jantung karena penyempitan darah akibat penumpukan plak. Pada kasus yang jarang terjadi, kerusakan atau penyempitan arteri koroner ini juga bisa terjadi pada emboli arteri, aneurisma, dan diseksi aorta. 

Hal yang perlu ditegaskan, rokok dan konsumsi alkohol adalah biang keladi yang sering menyebabkan penyakit jantung. Rokok bisa merusak lapisan arteri, menebalkan arteri, dan meningkatkan penumpukan lemak serta plak.

Kondisi ini yang nantinya bisa menghambat aliran darah di sepanjang arteri. Konsumsi alkohol lain lagi, kebiasaan keliru ini bisa merusak liver, meningkatkan risiko hipertensi, serangan jantung, dan gagal jantung. 

Baca juga: Stop Merokok, Penyakit Jantung Koroner Mengintai!

2.Kurangnya Aktivitas Fisik

Gaya hidup yang tidak aktif secara fisik juga menjadi biang keladi penyakit jantung di usia muda. Mau bukti? Simak riset dalam US National Library of Medicine National Institutes of Health, yang berjudul “Sedentary Behaviors Increase Risk of Cardiovascular Disease Mortality in Men”.

Hasil studi tersebut mengatakan, laki-laki yang mengendarai mobil lebih dari 10 jam/minggu, atau aktivitas serupa seperti terlalu banyak duduk, atau tidak aktif secara fisik lebih dari 23 jam/minggu, memiliki risiko 82 persen dan 64 persen lebih besar meninggal akibat penyakit kardiovaskular.

3. Pola Makan Tidak Sehat

Sering mengonsumsi makanan berlemak, junk food, atau makan dalam porsi berlebihan, juga bisa memicu gagal jantung kongestif di masa mendatang. Kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko obesitas yang ujung-ujungnya membahayakan jantung.

Menurut ahli di Penn Medicine - University of Pennsylvania, ada tiga hal yang bisa menghubungkan obesitas dengan penyakit jantung. Pertama kenaikan kolesterol. Obesitas dapat meningkatkan kolesterol jahat dan trigliserida. Kedua, obesitas bisa memicu tekanan darah tinggi. Seperti penjelasan di atas, hipertensi bisa memicu berbagai penyakit kardiovaskular. 

Baca juga: 5 Tanda dan Gejala Gagal Jantung Kongestif

Ketiga, obesitas bisa meningkatkan risiko diabetes. Menurut ahli di American Heart Association, setidaknya 68 persen orang yang berusia di atas 65 tahun yang mengidap diabetes, juga mengidap penyakit jantung.  

Nah, yakin masih mau melakukan kebiasaan-kebiasaan di atas yang bisa memicu gagal jantung kongestif? Jika memiliki kebiasaan tersebut, selalu cek kesehatan jantungmu secara rutin di rumah sakit pilihan. Sebelumnya, kamu bisa membuat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc agar memudahkan pemeriksaan kesehatanmu. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Congestive Heart Failure (CHF)
Victoria State Government Better Health Channel Australia. Diakses pada 2020. Congestive heart failure (CHF).
Kemenkes - Sehat Negeriku. Diakses pada Januari 2020. Penyakit Jantung Penyebab Kematian Terbanyak ke-2 di Indonesia. 
Penn Medicine - University of Pennsylvania. Diakses pada Januari 2020.Three Ways Obesity Contributes to Heart Disease 
National Institutes of Health. Diakses pada Januari 2020. Sedentary Behaviors Increase Risk of Cardiovascular Disease Mortality in Men