• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini 4 Cara Sederhana Mengatasi Telat Haid
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini 4 Cara Sederhana Mengatasi Telat Haid

Catat, Ini 4 Cara Sederhana Mengatasi Telat Haid

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 13 Juli 2022

“Terdapat beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan guna mengatasi telat haid. Salah satu caranya adalah dengan menjaga berat badan tetap ideal.”

Catat, Ini 4 Cara Sederhana Mengatasi Telat HaidCatat, Ini 4 Cara Sederhana Mengatasi Telat Haid

Halodoc, Jakarta  – Menstruasi atau haid merupakan siklus normal seorang wanita pada setiap bulannya. Siklus ini ditandai dengan perdarahan pada uterus yang mengalir dari rahim kemudian keluar lewat vagina. Umumnya haid berlangsung selama 3-7 hari, tetapi jumlah harinya akan bervariasi pada setiap wanita.

Namun, akibat beberapa kondisi, haid kerap kali datang terlambat. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui beberapa cara sederhana untuk mengatasi telat haid. Penasaran apa saja caranya? Yuk, simak informasinya di sini!

Cara Sederhana Mengatasi Telat Haid

Terdapat beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan guna mengatasi telat haid, antara lain:

1. Menjaga Berat Badan Tetap Ideal

Kelebihan atau kekurangan berat badan sama-sama dapat memengaruhi hormon pada tubuh. Sebab, berat badan dapat memicu gangguan menstruasi dan berpotensi membuat menstruasi terasa lebih menyakitkan. Oleh karena itu, pastikan untuk menjaga berat badanmu tetap ideal, melalui beberapa cara. Misalnya dengan berolahraga rutin, memperbanyak asupan serat, dan tidur yang cukup.

2. Kelola Stres dengan Baik

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan pada 2016 silam, para peneliti menemukan bahwa kelenjar adrenal mengeluarkan hormon kortisol dan progesteron sebagai respon terhadap stres. Pelepasan hormon progesteron untuk sementara memang dapat mengurangi kecemasan. Namun, hal ini juga dapat memengaruhi siklus menstruasi yang normal.

Oleh karena itu, pastikan untuk mengelola stres dengan baik agar siklus menstruasi tidak mengalami keterlambatan. Kamu bisa mengurangi stres kronis melalui beragam cara. Contohnya seperti meditasi, melakukan yoga, hingga mempelajari teknik pernapasan yang dapat memberikan relaksasi.

3. Jalani Kebiasaan Tidur yang Sehat

Menurut studi berjudul Association of sleep duration and insomnia with menstrual symptoms among young women in Upper Egypt, insomnia atau kebiasaan begadang dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon sehingga mengganggu siklus menstruasi. Karena itu, pastikan untuk menerapkan kebiasaan tidur yang baik. 

Hal ini dapat dilakukan dengan cara tidur pada waktu yang sama setiap malam, dan menghindari tidur siang. Di samping itu, kamu juga perlu menghindari membaca atau menonton TV di tempat tidur, dan menghindari konsumsi kafein di sore hari. 

4. Mengonsumsi Nanas

Buah nanas merupakan salah satu makanan yang diduga kuat dapat mengatasi masalah menstruasi. Pasalnya, nanas mengandung bromelain, yaitu enzim yang diklaim dapat melembutkan lapisan rahim sekaligus mengatur menstruasi. Kendati demikian, penelitian secara lebih mendalam masih dibutuhkan guna memastikan efektivitasnya.

Itulah beberapa cara sederhana mengatasi telat haid yang perlu diketahui. Jika beberapa cara tersebut tak kunjung membuat siklus haid kembali normal, segeralah memeriksakan kondisimu ke dokter. Sebab, telat haid juga dapat menjadi indikasi akan adanya penyakit serius.

Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji rumah sakit dengan dokter pilihanmu. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 

Healthline. Diakses pada 2022. How to Regulate Your Periods: 20 Tips and Tricks. 
Healthline. Diakses pada 2022. How to Get Regular Periods Naturally: 8 Home Remedies for Irregular Periods. 
Neurobiology of Stress Journals. Diakses pada 2022. Stress-induced increases in progesterone and cortisol in naturally cycling women. 
Springer Open. Diakses pada 2022. Association of sleep duration and insomnia with menstrual symptoms among young women in Upper Egypt.