• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini 4 yang Harus Dilakukan Setelah Mengalami Kekerasan Seksual
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini 4 yang Harus Dilakukan Setelah Mengalami Kekerasan Seksual

Catat, Ini 4 yang Harus Dilakukan Setelah Mengalami Kekerasan Seksual

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 22 November 2022

“Ada empat hal yang harus dilakukan setelah mengalami kekerasan seksual. Mulai dari menanamkan kalau musibah yang terjadi bukan salah korban, hingga mencari informasi dan bantuan dari lembaga tertentu.”

Catat, Ini 4 yang Harus Dilakukan Setelah Mengalami Kekerasan SeksualCatat, Ini 4 yang Harus Dilakukan Setelah Mengalami Kekerasan Seksual

Halodoc, Jakarta – Kekerasan seksual merupakan salah satu momok menakutkan yang menghantui banyak orang. Baik laki-laki maupun perempuan, atau anak-anak, remaja, dan orang dewasa, semuanya dapat mengalaminya. Selain itu, masalah ini juga dapat terjadi di mana saja, baik itu sekolah, lingkungan masyarakat, hingga lingkup keluarga. Dampak yang dapat terjadi dari kekerasan seksual juga tidak dapat dianggap remeh. 

Sebab, tindakan tak terpuji ini akan benar-benar berdampak pada kesehatan mental korbannya. Tanpa pendampingan yang sesuai, korban kekerasan seksual bisa saja memendam rasa sakit dan kesedihan yang mendalam. Akibatnya, korban dari tindakan ini cenderung berisiko mengalami gangguan mental seperti depresi, trauma, hingga melakukan penyimpangan seksual. 

Karena itu, penting untuk mengetahui apa saja yang perlu dilakukan setelah mengalami kekerasan seksual. Hal ini bertujuan sebagai bentuk perlindungan diri sendiri, apabila kamu menjadi korbannya. 

Hal yang Harus Dilakukan Setelah Mengalami Kekerasan Seksual

Berikut ini adalah hal yang perlu dilakukan oleh korban kekerasan seksual: 

1. Tanamkan kalau musibah ini bukan salahmu

Seseorang yang mengalami kekerasan seksual mungkin akan merasakan berbagai emosi, seperti marah dan sedih. Selain itu, korban juga kerap menyalahkan diri sendiri atas musibah yang menimpanya. Contohnya dengan berpikiran bahwa pakaian yang dikenakan korban membuat ia menjadi sasaran predator seks, atau mengapa dirinya tidak dapat melawan saat mengalaminya. 

Hal ini normal, tapi korban dari tragedi ini perlu mengerti bahwa tragedi yang menimpanya sama sekali bukan kesalahan dirinya. Namun, kekerasan seksual 100 persen merupakan kesalahan dan kejahatan dari sang pelaku. Karena itu, penting untuk tidak menyalahkan diri sendiri atas apapun yang dilakukan atau tidak dilakukan. 

2. Memastikan kalau dirimu aman

Setelah mengalami kekerasan seksual, segeralah pergi ke tempat yang aman atau hubungi orang terdekat yang dapat membantu. Namun, jika kamu merasa masih ada di dalam bahaya atau situasi mencekam, kamu juga bisa menghubungi pihak berwenang untuk meminta perlindungan. Jika pelaku tindakan tidak terpuji tersebut adalah anggota keluarga atau seseorang yang dikenal, beritahu seseorang yang dipercaya tentang apa yang terjadi.

3. Dapatkan perawatan medis

Hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mendapatkan perawatan medis. Hal ini dapat dilakukan jika kekerasan seksual melibatkan kekerasan fisik yang mungkin dapat menimbulkan cedera dan trauma berat pada tubuh. Selain untuk membantu pemulihan, hal ini juga dapat bermanfaat sebagai bukti, jika kamu memutuskan untuk menuntut pelakunya. 

Jika kamu khawatir terinfeksi HIV, kamu juga dapat mengonsumsi obat bernama PEP (Post-Exposure Prophylaxis) yang dapat membantu mencegah penularan HIV setelah terpapar. Perawatan menggunakan obat ini perlu dimulai dalam waktu 72 jam setelah terpapar. 

Selain itu, pastikan juga untuk mendapatkan bantuan medis untuk kesehatan mental. Sebab, kekerasan seksual dapat menyebabkan trauma yang mendalam, dan bahkan berisiko memicu depresi pada korbannya. 

4. Cari informasi dan bantuan dari lembaga tertentu

Penting bagi korban kekerasan seksual untuk mencari informasi bantuan dari lembaga-lembaga terkait.  Sebagai referensi, di Indonesia ada sejumlah lembaga yang dapat memberikan layanan ini. Mulai dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), hingga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 

Itulah beberapa hal yang harus dilakukan oleh korban kekerasan seksual. Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar kekerasan seksual, atau membutuhkan wadah untuk bercerita, kamu bisa menghubungi psikolog. Ingatlah bahwa mencari pertolongan bukanlah aib atau hal memalukan. Namun, mencari pertolongan terhadap tragedi yang menimpa, merupakan bukti bahwa kamu memiliki keberanian. 

Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa tanya psikolog tepercaya untuk menceritakan apa yang dirasakan. Tentunya melalui fitur chat/video call secara langsung pada aplikasinya. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi: 
Planned Parenthood. Diakses pada 2022. What should I do if I or someone I know was sexually assaulted?
NHS. Diakses pada 2022. Help after rape and sexual assault. 
Ditsmp KemdikBud.go.id. Diakses pada 2022. Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Kekerasan Seksual?