• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini 7 Kondisi yang Bisa Memicu Gagal Jantung

Catat, Ini 7 Kondisi yang Bisa Memicu Gagal Jantung

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Catat, Ini 7 Kondisi yang Bisa Memicu Gagal Jantung

“Beberapa kondisi dapat merusak atau melemahkan jantung sehingga dapat memicu terjadinya gagal jantung. Salah satunya adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi yang membuat jantung bekerja lebih keras. Bila dibiarkan tanpa penanganan, otot jantung dapat menjadi terlalu kaku atau lemah untuk memompa darah dengan benar. Hal tersebut pun dapat memicu terjadinya gagal jantung.”

Halodoc, Jakarta – Gagal jantung merupakan kondisi ketika jantung tidak dapat memasok darah ke seluruh tubuh secara efektif. Alhasil, mereka yang mengalami gagal jantung akan memiliki peredaran darah yang bergerak lebih lambat bila dibandingkan orang normal pada umumnya. Apabila organ vital seperti jantung tidak berfungsi dengan baik, tentu dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang lebih fatal atau bahkan dapat mengancam nyawa. 

Oleh sebab itu, ada baiknya untuk mengetahui beberapa kondisi dapat memicu terjadinya gagal jantung beserta gejalanya, agar penanganan dapat dilakukan sedari dini. Penasaran apa saja? Simak informasinya di sini! 

Baca juga: Alami Gagal Jantung Kongestif, Perlukah Kateterisasi?

Kondisi yang Dapat Memicu Gagal Jantung

Dilansir dari Mayo Clinic, salah satu dari kondisi berikut ini dapat merusak atau melemahkan jantung, sehingga dapat memicu gagal jantung. Berikut ini adalah beberapa kondisi tersebut, antara lain:

  1. Penyakit Arteri Koroner dan Serangan Jantung

Penyakit arteri koroner merupakan bentuk paling umum dari penyakit jantung sekaligus penyebab paling umum dari gagal jantung. Penyakit tersebut dipicu oleh penumpukan plak pada dinding pembuluh darah arteri yang memasok darah ke jantung serta bagian tubuh lain. Perlu diketahui bahwa plak ini terbentuk dari kolesterol dan zat lain yang mengendap di dalam arteri. Akibat penumpukan tersebut, arteri akan menyempit dan mengeras, sehingga membuat aliran darah tidak lancar.

Sementara itu, serangan jantung dapat terjadi secara mendadak bila arteri koroner tersumbat sepenuhnya. Serangan jantung dapat merusak otot jantung, sehingga membuat jantung tidak dapat memompa darah secara maksimal seperti sebelumnya.

  1. Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat membuat jantung bekerja lebih keras demi mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Seiring waktu, hal tersebut dapat membuat otot jantung menjadi terlalu kaku atau terlalu lemah untuk memompa darah dengan benar.

  1. Katup Jantung yang Rusak

Katup jantung berperan dalam menjaga darah mengalir ke arah yang benar. Apabila katup jantung rusak akibat cacat jantung, penyakit arteri koroner atau infeksi jantung, hal tersebut dapat memaksa jantung bekerja lebih keras. Alhasil, kerja katup yang lebih keras tersebut dapat melemahkan jantung seiring berjalannya waktu. 

  1. Kerusakan pada Otot Jantung

Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai hal, termasuk penyakit tertentu, infeksi, serta konsumsi alkohol berlebihan. Tak hanya itu, beberapa faktor seperti efek toksik dari penggunaan narkoba juga dapat memicunya. Selain itu, faktor genetik juga dapat berperan dalam meningkatkan risiko kerusakan pada otot jantung. 

  1. Miokarditis

Peradangan otot jantung atau miokarditis adalah kondisi yang juga dapat memicu terjadinya gagal jantung. Miokarditis umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, termasuk virus COVID-19 dan dapat menyebabkan gagal jantung sisi kiri. Namun, pada beberapa kasus, miokarditis juga dapat disebabkan oleh paparan zat berbahaya hingga penggunaan obat tanpa resep dokter. 

  1. Penyakit Jantung Bawaan

Apabila seseorang yang mengidapnya memiliki jantung dan bilik atau katup yang belum terbentuk dengan benar, maka bagian jantung yang sehat harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Alhasil, kondisi tersebut dapat memicu terjadinya gagal jantung.

  1. Mengidap Aritmia

Aritmia adalah gangguan yang menyebabkan irama detak jantung tidak normal. Pengidap aritmia dapat merasakan irama jantungnya terlalu cepat, terlalu lambat, bahkan tidak teratur. Namun, perlu diketahui bahwa baik irama detak jantung yang terlalu cepat maupun lambat, sama-sama dapat memicu terjadinya gagal jantung.

Faktor Risiko yang Juga Dapat Memicu Gagal Jantung

Selain beberapa kondisi yang dapat memicu gagal jantung, kamu juga perlu mengetahui berbagai faktor risikonya, meski tidak mengidap penyakit jantung. Misalnya seperti usia yang semakin lanjut, adanya riwayat tekanan darah tinggi, obesitas, hingga mengidap diabetes. Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, kurang berolahraga, hingga konsumsi alkohol berlebihan juga dapat meningkatkan risiko gagal jantung.  

Baca juga: 7 Makanan Sehat yang Baik untuk Jantung 

Gejala Gagal Jantung

Gagal jantung dapat berlangsung secara kronis (terus-menerus), atau secara akut (tiba-tiba). Nah, berikut ini adalah beberapa gejala yang dapat muncul bila seseorang mengalami gagal jantung, antara lain:

  • Sesak napas saat berbaring atau ketika beraktivitas.
  • Mudah merasa lelah atau lemas.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Berkurangnya kemampuan untuk berolahraga.
  • Batuk terus-menerus atau mengi disertai lendir berwarna putih atau merah muda.
  • Adanya pembengkakan pada daerah perut (abdomen).
  • Kenaikan berat badan yang cepat dari adanya penumpukan cairan.
  • Nafsu makan menurun dan sering merasa mual.
  • Kesulitan berkonsentrasi.
  • Merasakan nyeri dada, apabila gagal jantung disebabkan oleh serangan jantung.

Apabila merasakan berbagai keluhan tersebut, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin, sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya komplikasi yang lebih fatal.

Baca juga: Makanan Kaya Serat Ampuh Cegah Penyakit Jantung Koroner

Nah, itu lah beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya gagal jantung. Untuk mencegahnya, sebenarnya dapat dilakukan melalui penerapan pola hidup sehat untuk mengurangi faktor risikonya. Misalnya seperti rutin berolahraga serta memenuhi asupan nutrisi  pada tubuh. Selain dari makanan sehat, memenuhi asupan nutrisi penting juga dapat dilakukan melalui konsumsi vitamin atau suplemen. 

Melalui aplikasi Halodoc, kamu dapat membeli vitamin atau suplemen sesuai dengan kebutuhan. Tentunya tanpa harus keluar rumah, atau mengantri berlama-lama di Apotek. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:

Heart.org. Diakses pada 2021. Causes and Risks for Heart Failure
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Heart failure