• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini Beda Atelophobia dengan Sikap Perfeksionis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini Beda Atelophobia dengan Sikap Perfeksionis

Catat, Ini Beda Atelophobia dengan Sikap Perfeksionis

2 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 05 Desember 2022

“Atelophobia dan perfeksionis adalah dua hal yang sangat mengedepankan kesempurnaan diri. Namun, keduanya memiliki gejala dan penyebab yang berbeda.”

Catat, Ini Beda Atelophobia dengan Sikap PerfeksionisCatat, Ini Beda Atelophobia dengan Sikap Perfeksionis

Halodoc, Jakarta – Atelophobia merupakan ketakutan ekstrim terhadap ketidaksempurnaan diri. Sementara perfeksionis adalah gangguan kepribadian yang membuat pengidapnya selalu berusaha tampil sempurna.

Atelophobia adalah kondisi yang dipicu oleh kejadian traumatis, seperti pernah menjalani hukuman berat atau pengalaman dilecehkan. Sementara perfeksionisme merupakan kondisi yang disebabkan oleh masalah perilaku.

Baik atelophobia maupun perfeksionisme, keduanya bisa berdampak pada penurunan kualitas hidup pengidapnya. Kondisi tersebut berasal dari rasa cemas dan takut akan ketidaksempurnaan.

Perbedaan Pengertian 

Atelophobia

Atelophobia adalah ketakutan yang luar biasa akan ketidaksempurnaan. Pengidap kondisi ini memiliki standar yang tinggi tentang diri dan seringkali menetapkan tujuan yang tidak realistis. 

Kondisi ini bisa dipicu oleh penyesalan akibat kesalahan yang mereka buat di masa lalu atau takut melakukan penyimpangan di masa depan. Dampaknya, mereka akan mengalami kecemasan ekstrem, depresi atau serangan panik.

Perfeksionisme

Pengidap perfeksionisme berpegang teguh pada standar yang sangat tinggi. Mereka berpikir apa yang mereka lakukan tidak pernah cukup baik. Lama-kelamaan, gangguan ini dapat memicu depresi, kecemasan, gangguan makan, bahkan berujung menyakiti diri sendiri. 

Perfeksionisme dapat memengaruhi anak muda maupun orang dewasa. Pada anak-anak dan remaja, masalah ini disebabkan oleh tuntutan prestasi dalam sekolah atau kegiatan, seperti olahraga.

Sementara pada orang dewasa, perfeksionisme kerap dipicu oleh tuntutan pekerjaan. Kondisi ini bisa berdampak pada munculnya obsesi terhadap kesuksesan di lingkungan kantor.

Perbedaan Gejala

Atelophobia

Atelophobia dapat memicu berbagai gejala psikologis dan fisik. Orang yang takut akan ketidaksempurnaan menunjukkan tanda berupa:

  • Mudah marah.
  • Rasa lelah berlebihan.
  • Depresi atau merasa sedih.
  • Pelampiasan emosional pada orang lain.
  • Ketidakmampuan dalam menerima kritik.
  • Ketidakmampuan dalam berkonsentrasi selain ketakutan yang mereka alami.
  • Pesimisme atau pandangan negatif tentang kehidupan.

Atelophobia juga dapat menyebabkan serangan panik yang ditandai dengan:

  • Tubuh menjadi panas dingin.
  • Pusing dan sakit kepala.
  • Muncul keringat berlebihan.
  • Palpitasi atau peningkatan detak jantung.
  • Mual.
  • Sesak napas atau dispnea.
  • Tubuh terasa gemetar.
  • Sakit perut atau gangguan pencernaan (dispepsia).

Perfeksionisme

Adapun gejala yang dialami oleh pengidap perfeksionisme, yakni:

  • Sering merasa gagal.
  • Menunda pekerjaan karena takut tidak dapat menyelesaikannya dengan sempurna.
  • Berusaha keras untuk mendapatkan ketenangan.
  • Sering bercerita terhadap hal-hal yang menjadi ketakutannya selama ini. 
  • Terobsesi dengan aturan, jadwal dan pekerjaan.

Kedua kondisi di atas termasuk kondisi yang memprihatinkan dan dapat menyebabkan otak kesulitan berfungsi akibat takut akan ketidaksempurnaan. Untuk mengatasinya, segera buat janji medis untuk melakukan pemeriksaan.

Gangguan yang telat ditangani bisa berdampak pada penurunan kualitas hidup sekaligus penarikan diri dari lingkup sosial. Jika sudah begitu pengidap akan lebih sulit untuk mencapai kesembuhan.

Jika membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Atelophobia (Fear of Imperfection).
Medical News Today. Diakses pada 2022. Atelophobia: Symptoms, causes, and treatment.
Psychology Today. Diakses pada 2022. Perfectionism.
Healthline. Diakses pada 2022. Perfectionism.