• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini Cara Merawat Anak yang Mengalami Demam Tifoid
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini Cara Merawat Anak yang Mengalami Demam Tifoid

Catat, Ini Cara Merawat Anak yang Mengalami Demam Tifoid

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 12 November 2021
Catat, Ini Cara Merawat Anak yang Mengalami Demam Tifoid

Halodoc, Jakarta – Anak-anak rentan terkena infeksi penyakit, baik dari makanan atau minuman yang mereka konsumsi maupun melalui kontak dekat dengan teman yang terinfeksi saat di sekolah. Salah satu penyakit infeksi yang umum dialami anak-anak adalah demam tifoid.

Demam tifoid atau disebut juga tifus adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini sering ditemukan dalam air dan makanan yang terkontaminasi dan bisa menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lain. Meskipun bisa menyebabkan sejumlah gejala yang tidak nyaman, tetapi demam tifoid biasanya bisa disembuhkan bila diobati segera. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mengetahui cara merawat anak yang mengalami demam tifoid.

Bagaimana Anak Bisa Terkena Demam Tifoid?

Anak-anak bisa terkena demam tifoid bila mereka tidak menjaga kebersihan dengan baik. Orang yang mengidap tifus akut bisa menyebarkan bakteri Salmonella typhi melalui tinja atau urine yang dikeluarkannya, di mana bakteri tersebut bisa bertahan berminggu-minggu di air dan mencemari pasokan makanan. Orang yang terinfeksi juga bisa menyebarkan bakteri bila ia menyiapkan makanan tanpa membersihkan tangannya terlebih dahulu setelah menggunakan toilet.

Berikut adalah beberapa cara anak bisa terinfeksi demam tifoid:

  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella typhii.
  • Tidak menjaga kebersihan dengan baik. Misalnya, bila anak tidak mencuci tangan terutama setelah ia dari kamar mandi dan sebelum makan. Hal itu bisa menyebabkan penyakit tifus.
  • Makan di tempat-tempat yang dekat dengan limbah dari pedagang kaki lima yang kotor.
  • Makan sayur dan buah yang tidak dicuci bersih.
  • Melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi

Gejala yang Bisa Dialami Anak

Masa inkubasi bakteri sampai mereka menimbulkan gejala biasanya sekitar 1–2 minggu setelah terinfeksi. Berikut adalah gejala-gejala yang bisa dialami anak yang terkena demam tifoid:

  • Tidak nafsu makan.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri badan yang umum.
  • Demam yang awalnya rendah, tetapi lama-lama bisa meningkat hingga 40 derajat Celsius.
  • Lesu.
  • Diare.

Cara Merawat Anak yang Terkena Demam Tifoid

Penting untuk mengobati anak yang terkena demam tifoid segera atau hal itu bisa berakibat fatal. Biasanya, dokter anak akan menyarankan tes darah untuk memastikan diagnosis. Bila Si Kecil positif terkena demam tifoid, dokter akan merekomendasikan antibiotik yang idealnya harus diminum setiap hari selama 7 hari. Pastikan anak meminum antibiotik sampai habis sesuai anjuran dokter, meskipun ia sudah merasa lebih baik. Pasalnya, bila ayah atau ibu menghentikan pengobatan anak terlalu awal, ada kemungkinan bakteri masih tetap berada di tubuh anak dan ia bisa jatuh sakit lagi.

Selain antibiotik, acetaminophen juga bisa diberikan pada anak untuk meredakan demamnya, sehingga Si Kecil bisa merasa lebih nyaman. Namun, hubungi dokter segera bila gejala anak bertahan lama, atau bila gejalanya sudah menghilang tapi kembali lagi, atau bila anak memiliki gejala baru.

Selain memberikan obat-obatan, ayah dan ibu juga harus memberi anak banyak cairan untuk mencegah dehidrasi. Biarkan anak beristirahat yang cukup di rumah sampai ia sembuh total. Hal itu juga penting untuk mencegah penyebaran demam tifoid.

Itulah cara merawat anak yang mengalami demam tifoid. Bila anak sakit, ibu juga bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, dokter terpercaya dari Halodoc bisa membantu memberi diagnosis awal dan saran kesehatan yang tepat. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Parenting Firstcry. Diakses pada 2021. Typhoid in Children – Symptoms, Causes, and Treatment
Kids Health. Diakses pada 2021. Typhoid Fever