• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini Cara Terlepas dari Jerat Hubungan Toxic
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini Cara Terlepas dari Jerat Hubungan Toxic

Catat, Ini Cara Terlepas dari Jerat Hubungan Toxic

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 05 Juli 2022

“Terdapat beberapa cara yang dapat kamu lakukan agar terlepas dari jerat hubungan toxic. Salah satunya adalah dengan berhenti menyangkal atas segala hal toxic yang ada pada hubunganmu.”

Catat, Ini Cara Terlepas dari Jerat Hubungan Toxic

Halodoc, Jakarta – Terlibat di dalam hubungan asmara yang sehat dan baik tentunya dapat meningkatkan kualitas hidup. Sayangnya, tidak semua orang dapat merasakan manisnya hubungan yang sehat. Sebab, ada kalanya seseorang menjalani hubungan yang toxic sehingga membawa pengaruh negatif dalam kehidupannya.

Jika saat ini kamu tengah merasakannya, tentu hubungan toxic membuatmu penuh kegundahan. Di satu sisi kamu sangat menyayangi pasangan dan tidak mau kehilangan. Namun, di sisi lain, kamu sadar bahwa hubungan yang sedang  dijalani malah menyakiti kesehatan mental sendiri.

Hal tersebut membuat banyak orang yang ingin terlepas dari hubungan toxic, tapi merasa sulit untuk keluar dari jeratannya. Nah, agar dapat benar-benar terlepas dari hubungan tersebut, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Penasaran apa saja? Yuk, simak informasinya di sini!

Cara Terlepas dari Jerat Toxic Relationship

Terdapat beberapa cara yang dapat kamu lakukan agar terlepas dari jerat hubungan toxic, antara lain:

1. Berhenti Menyangkal

Langkah pertama untuk keluar dari jeratan hubungan toxic adalah dengan berhenti menyangkal segala yang terjadi pada hubunganmu. Sebab, kebanyakan orang memilih mempertahankan hubungannya dan berharap suatu saat pasangannya akan berubah seiring berjalannya waktu. Kemungkinan tersebut sangat kecil, apalagi kalau memang tabiat pasanganmu sudah negatif. Selain itu, banyak penelitian menunjukkan bahwa melanjutkan hubungan toxic dapat merusak kesehatan, terutama mental.

2. Ekspresikan Perasaanmu Kepada Pasangan

Penting untuk mengungkapkan perasaan kepada pasangan yang berada dalam hubungan beracun denganmu. Percakapan ini sering kali menjadi panas dan disusul oleh emosi. Jika orang lain mudah marah atau sangat emosional, mungkin yang terbaik adalah menuliskan perasaan. Jika orang tersebut dewasa secara emosional, percakapan pribadi dari hati ke hati mungkin yang terbaik.

3. Buatlah Keputusan dengan Matang

Jika pasanganmu mengakui segala keburukannya lalu meminta maaf, dan setuju dirinya akan berubah dan meminta bantuan profesional, mungkin hubungan ini masih layak diperjuangkan. Namun, jika  perasaan yang kamu rasakan tidak dihiraukan, atau hal-hal toxic yang tidak kamu sukai dari hubungan malah semakin menjadi-jadi, segeralah akhiri hubunganmu. Penting untuk tidak membiarkan pasanganmu mengulangi perilaku beracunnya.

4. Minta Bantuan

Sebagian besar orang sering kembali ke hubungan beracun, kadang-kadang karena sudah terlanjur “nyaman” dengan kondisi tersebut. Mereka tidak mengenal persona lain kecuali diri mereka yang hancur. Inilah sebabnya mengapa banyak wanita membentuk tembok batas sebagai mekanisme perlindungan dirinya. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk mencari bantuan beberapa kali, baik dari teman, orangtua, maupun dari profesional seperti psikolog.

5. Atasi Perasaan Bersalah yang Kamu Rasakan

Jika pada akhirnya kamu memutuskan untuk mengakhiri hubungan toxic, kamu mungkin akan merasa bersalah karena berbagai alasan. Misalnya seperti terlalu lama dalam hubungan, kamu jadi menyakiti orang lain, atau merasa bahwa cukup bodoh untuk bisa bertahan dengan pasangan yang toksik. Namun, apa pun itu, langkah pertama menuju penyembuhan adalah memaafkan diri sendiri. Sebab, pengampunan dapat membantumu untuk pulih secara emosional dan fisik.

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk keluar dari jeratan hubungan toxic yang berdampak pada kesehatan mental. Mulai dari berhenti menyangkal, hingga mengatasi perasaan bersalah yang dirasakan. Meskipun pasanganmu toxic, tetap saja kamu pernah memiliki kenangan dengannya yang mungkin sulit dilupakan.

Move on memang bukan hal yang mudah, tapi kamu dapat mencari distraksi dengan melakukan berbagai hal positif. Misalnya seperti kegiatan yang kamu sukai atau menghabiskan waktu dengan teman-teman terdekatmu. Namun, jika kehilangan pasangan yang toxic membuatmu sangat sedih, mudah lelah, mudah melamun, sebaiknya segeralah hubungi psikolog.

Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa tanya psikolog terpercaya untuk menjelaskan apa yang kamu rasakan. Kamu dapat menggunakan fitur chat/video call secara langsung pada aplikasinya. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, segera download Halodoc sekarang juga!

Referensi: 

Psychology Today. Diakses pada 2022. How to Leave a Toxic Relationship and Still Love Yourself. 
Psych Central. Diakses pada 2022. 10 Pointers for Ending Toxic Relationships.