• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini Efek Samping Lakukan Transplantasi Rambut
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini Efek Samping Lakukan Transplantasi Rambut

Catat, Ini Efek Samping Lakukan Transplantasi Rambut

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 02 September 2022

“Transplantasi rambut dapat menimbulkan sejumlah efek samping. Mulai dari pembengkakan kulit kepala sampai rambut hasil transplantasi yang gagal tumbuh.”

Catat, Ini Efek Samping Lakukan Transplantasi RambutCatat, Ini Efek Samping Lakukan Transplantasi Rambut

Halodoc, Jakarta – Transplantasi rambut adalah prosedur memindahkan rambut ke area yang botak atau menipis di kulit kepala. Dokter bedah plastik atau dermatologist dapat memindahkan rambut dari belakang atau samping kepala ke depan atau atas kepala.

Transplantasi kerap dilakukan jika metode pengobatan lain untuk mengatasi kerontokan rambut tak lagi efektif. Masalah kerontokan rambut umumnya dipicu oleh banyak faktor. Mulai dari pola makan, stres, penyakit, ketidakseimbangan hormon sampai pemakaian obat-obatan.

Ketahui Efek Samping Transplantasi Rambut

Transplantasi rambut aman dilakukan dan minim efek samping jika ditangani langsung oleh ahli bedah plastik. Meski begitu, tetap ada potensi efek samping yang bisa terjadi. Setiap orang juga punya respon yang berbeda-beda setelah menjalani prosedur ini. 

Salah satu potensi efek samping dan perdarahan berlebihan usai prosedur transplantasi dilakukan. Bekas luka lebar atau bekas luka peregangan juga bisa muncul. Hal tersebut bisa terjadi akibat pengurangan bagian kulit kepala saat menjalani transplantasi rambut. Potensi komplikasi transplantasi rambut rambut lainnya, yaitu:

  • Pembengkakan pada kulit kepala.
  • Memar pada area sekitar mata.
  • Terbentuknya kerak pada area kulit kepala tempat rambut ditanam atau dicabut. 
  • Rasa kebas atau mati rasa pada area kepala yang dilakukan perawatan.
  • Muncul rasa gatal.
  • Terjadi infeksi atau peradangan pada folikel rambut atau folikulitis.
  • Rambut terlihat tidak natural.

Pada tahapan awal setelah tindakan transplantasi dilakukan, risiko perdarahan yang berujung pada infeksi akan lebih rentan terjadi. Kondisi ini disebabkan karena ada bagian kulit kepala yang diambil untuk ditumbuhi folikel rambut yang jumlahnya bisa jadi terlalu banyak. 

Risiko termasuk kebotakan, meski area kepala tertentu sudah tertutup rambut. Rambut hasil transplantasi juga bisa gagal tumbuh atau tumbuh tidak sesuai ekspektasi. Efek ini bisa disebabkan karena kurangnya asupan bergizi yang menunjang pertumbuhan rambut baru. Tidak disiplin membiasakan pola hidup sehat dan kebiasaan merokok juga bisa menjadi pemicunya. 

Jenis Transplantasi Rambut

Ada dua jenis utama transplantasi rambut, yaitu:

  • Follicular Unit Transplant (FUT). Jenis transplantasi ini dilakukan dengan mengeluarkan potongan kulit dari area donor. Kulit donor dipisahkan menjadi unit folikel kecil yang berisi satu atau beberapa folikel rambut melalui mikroskop. Kemudian, unit-unit tersebut akan dimasukan ke area yang diinginkan.
  • Follicular Unit Extraction (FUE). Selama prosedur FUE, dokter menggunakan alat punch kecil untuk mengeluarkan folikel dari donor. Meskipun prosedur ini berpotensi menyebabkan jaringan parut, biasanya tidak memerlukan jahitan.

Perawatan Setelah Prosedur Transplantasi Rambut

Setelah menjalani prosedur, umumnya pasien akan mengeluh sakit pada bagian kulit kepala. Dokter biasanya akan meresepkan obat untuk menangani hal tersebut. Obat-obatan yang diresepkan, antara lain:

  • Obat untuk mengurangi rasa nyeri.
  • Antibiotik untuk mengurangi risiko infeksi.
  • Obat antiinflamasi untuk menjaga mengurangi pembengkakan.

Sebagian besar pasien yang menjalani transplantasi rambut dapat kembali beraktivitas dalam beberapa hari setelah operasi. Tak perlu panik jika mengalami kerontokan rambut usai operasi, karena hal tersebut normal terjadi antara dua hingga tiga minggu setelah prosedur. Sebagian besar pasien akan merasakan hasilnya antara 8 sampai 12 bulan setelah operasi. 

Temui dokter jika mendapati tanda-tanda infeksi. Kalau kamu berencana mengunjungi rumah sakit, buat janji rumah sakit melalui aplikasi Halodoc supaya lebih mudah dan praktis. Jangan tunda untuk memeriksakan diri sebelum kondisinya semakin memburuk. Download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. Hair Transplant.
American Society of Plastic Surgeons. Diakses pada 2022. Hair Transplantation and Restoration.
Medical News Today. Diakses pada 2022. How effective are different hair transplant methods?
WebMD. Diakses pada 2022. Hair Transplants: What to Expect.