Catat, Ini Fungsi Ureter dan Penyakit yang Bisa Menghantuinya

Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   07 Oktober 2021
Catat, Ini Fungsi Ureter dan Penyakit yang Bisa MenghantuinyaCatat, Ini Fungsi Ureter dan Penyakit yang Bisa Menghantuinya

Ureter adalah organ berbentuk saluran pipa yang berfungsi mengalirkan urine dari ginjal ke kandung kemih. Sejumlah masalah kesehatan yang terkait dengan ureter antara lain obstruksi ureter, infeksi saluran kemih, batu ureter dan lain-lain.”

Halodoc, Jakarta – Ureter adalah bagian dari sistem kemih yang berbentuk seperti saluran pipa atau tabung. Tubuh terdiri dari 2 ureter, yakni di perut dan di bagian bawah panggul untuk menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. Pada orang dewasa, panjang ureter sekitar 20 hingga 30 sentimeter.

Dinding ureter memiliki tiga lapisan, lapisan luar yang terbuat dari jaringan ikat fibrosa, lapisan tengah yang terbuat dari otot polos, dan lapisan dalam yang lembab dan melindungi permukaan sel.

Baca juga: Jangan Ragu Melakukan Tes Urine, Ini 6 Manfaatnya

Fungsi Utama Ureter

Organ yang mirip seperti saluran pipa ini berfungsi untuk menyaring darah dan membuat urin sebagai produk limbah. Peran ureter dalam proses ini adalah untuk membawa urine dari ginjal ke kandung kemih.

Prosesnya dimulai ketika ureter berkontraksi untuk memicu urine menjauh dari ginjal sehingga dapat masuk ke kandung kemih. Kemudian, ureter akan bekerja terus-menerus untuk mengosongkan urine ke dalam kandung kemih setiap 10 hingga 15 detik.

Selain berperan dalam membuang limbah dari tubuh, ureter juga membantu ginjal dalam menyeimbangkan cairan dalam tubuh, melepaskan hormon untuk mengatur tekanan darah, dan mengontrol produksi sel darah merah.

Risiko Penyakit yang Bisa Terjadi pada Ureter

Ada sejumlah masalah kesehatan yang dapat dialami ureter. Beberapa penyakit ini bersifat bawaan atau disebabkan oleh cedera atau infeksi. Masalah ureter umumnya dipicu oleh aliran urine dari ginjal ke kandung kemih terganggu. Jika urine tidak bisa keluar dari ginjal, infeksi ginjal bisa berkembang. Berikut sejumlah penyakit yang dapat terjadi pada ureter:

1. Obstruksi Ureter

Penyumbatan di ureter atau obstruksi ureter dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal bila tidak diobati. Beberapa kondisi yang dapat memicu obstruksi ureter di antaranya pembesaran prostat, batu ginjal, jaringan parut, tumor, gangguan darah, batu ureter atau kelainan kongenital.

Obstruksi ureter umumnya ditandai dengan gejala nyeri di samping atau perut, urine berdarah, mual, pembengkakan kaki, dan penurunan produksi urine. Perawatan untuk mengatasi ini biasanya mencakup pemberian antibiotik untuk membersihkan infeksi, drainase, dan pembedahan

Baca juga: 4 Penyakit yang Bisa Diketahui dengan Cek Urine

2. Batu Ureter

Kondisi ini sebenarnya adalah batu ginjal yang berjalan melalui ureter. Batu ginjal terbentuk ketika limbah atau racun-racun di dalam tubuh tidak dapat dikeluarkan sehingga menumpuk dan menempel di dalam ginjal. Ukuran batu ginjal yang cenderung kecil dapat masuk ke dalam ureter dan terjebak. Gejala batu ureter meliputi sakit saat buang air kecil. Kram di perut bawah atau selangkangan dan kandungan darah dalam urine.

Terkadang batu ureter dapat menyebabkan infeksi sehingga pengidapnya mengalami demam dan kedinginan. Perawatan kondisi ini berfokus dengan minum banyak cairan untuk membantu mengeluarkan batu secara alami. Apabila perawatan ini tidak membantu dan batu ternyata tersangkut di dalam ureter, maka pembedahan perlu dilakukan.

3. Infeksi Saluran Kemih

ISK atau infeksi saluran kemih dapat mempengaruhi bagian saluran kemih mana pun, termasuk ureter. Kondisi ini terjadi ketika bakteri memasuki uretra dan menginfeksi saluran kemih. Gejala ISK meliputi rasa sakit dan terbakar saat buang air kecil, sering buang air kecil, atau merasa ingin buang air kecil, bahkan saat kandung kemih sudah dikosongkan. Infeksi saluran kemih umumnya diobati dengan antibiotik.

4. Refluks Vesikoureteral

Infeksi saluran kemih berulang bisa menjadi tanda refluks vesikoureteral. Refluks vesikoureteral ditandai dengan urine mengalir ke belakang, keluar dari kandung kemih melalui ureter dan kembali ke ginjal. Jika tidak diobati, hal ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan tekanan darah tinggi.

Selain ISK, gejala refluks vesikoureteral lainnya adalah diare, sembelit, mual, muntah, dan penurunan berat badan. Kondisi ini bisa disebabkan karena cacat bawaan, penyumbatan kandung kemih atau ureter, dan masalah saraf. Antibiotik, operasi atau pemasangan kateter adalah beberapa opsi perawatan kondisi ini.

Baca juga: 6 Warna Urine Jadi Tanda Kesehatan

Nah, bila dirimu mengalami gejala-gejala di atas, segeralah tanyakan pada dokter di Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Alasannya, masalah pada ureter yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menyebabkan berbagai komplikasi. 

Bila kamu mengalami masalah pada ureter dan butuh antiobiotik untuk mengatasinya, kamu bisa membelinya di toko kesehatan Halodoc. Tak perlu repot pergi ke apotek, tinggal klik lalu antibiotik yang kamu butuhkan akan segera diantar ke tempat tujuan. Mudah dan praktis bukan? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Ureter.Verywell Health. Diakses pada 2021. Anatomy of the Ureters.
NHS UK. Diakses pada 2021. Urinary tract infections (UTIs).

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan