• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini 4 Sifat Bumil yang Perlu Diketahui Suami

Catat, Ini 4 Sifat Bumil yang Perlu Diketahui Suami

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Kehamilan sebenarnya tak hanya memberikan banyak perubahan fisik pada bumil. Sebab saat tengah mengandung bumil juga akan mengalami berbagai perubahan psikologis dalam dirinya. Oleh karena itu, ayah sebenarnya tak perlu heran bila sifat bumil jadi berubah seratus derajat. Kok bisa?

Menurut para ahli, kehamilan bersinggungan dengan fenomena kompleks yang juga mencakup perubahan psikologis dan sosial. Kehamilan, terutama yang kehamilan pertama merupakan peristiwa psikologis yang kuat. Di sini bumil akan mengalami banyak perubahan psikologis dalam hidupnya. Contohnya, mulai dari ambivalensi (perasaan tidak sadar yang saling bertentangan terhadap situasi yang sama), perubahan suasana hati, kecemasan, kelelahan, kegembiraan, hingga depresi. 

Baca juga: Apa yang Membedakan Postpartum Depression dan Baby Blues?

Lalu, apa saja sih sifat ibu hamil yang perlu diketahui suami?

1. Bad Mood

Perubahan sikap dan emosi merupakan hal yang wajar selama kehamilan. Makanya, para suami tak perlu heran bila suasana hati bumil naik-turun. Perubahan suasana hati ini bisa membuat bumil jadi gampang tersinggung, marah-marah, atau pula menangis. Sifat ibu hamil berupa bad mood ini biasanya muncul pada trimester pertama kehamilan. Akan tetapi, ketika memasuki trimester kedua, bumil mungkin sudah bisa mengontrol suasana hatinya. 

Mau tahu penyebab dibalik sifat ibu hamil yang satu ini? Di dalam tubuh ini terdapat peningkatan hormon estrogen dan progesteron. Kedua hormon inilah yang memengaruhi neurotransmitter (zat kimia di otak) yang mengatur suasana hati. 

2. Memicu Depresi

Mau tahu dampak depresi pada kehamilan? Masalah kejiwaan ini bisa berdampak serius pada kesehatan ibu dan bayi, bahkan menyebabkan janin stres. Oleh karena itu, suami mesti jeli memperhatikan perubahan psikologi atau sifat ibu hamil yang berkaitan dengan depresi.

Contohnya, merasa tidak berharga, kurang berenergi, kurang tertarik dengan dunia sekitar, merasa bersalah, gelisah, hingga dilanda kesedihan berkepanjangan. Nah, andaikan bumil menunjukkan sikap ini, tak ada salahnya untuk meminta bantuan profesional. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc

Menurut sebuah studi, hubungan yang tepat dari pasangan dan dukungan dari masyarakat, memainkan peran penting dalam mengatasi stres selama kehamilan.

Baca juga: 4 Mitos Hamil Muda yang Perlu Diketahui Calon Ibu

3. Galau dengan Berat Badan

Selain dua hal di atas, sifat ibu hamil yang satu ini juga harus dimengerti suami. Seiring pertumbuhan bayi di dalam kandungan, maka berat badan ibu hamil akan terus meningkat. Kecemasan akan kenaikan berat badan ini menjadi sifat baru ibu hamil. Di kondisi ini, banyak ibu hamil yang cemas dan takut bila berat badannya tidak bisa kembali normal dengan cepat meski sudah melahirkan. 

Nah, oleh karena itu, suami harus memahami dan membantunya mengontrol kenaikan berat badan. Tujuannya jelas, agar berat badan bumil tidak meroket. Perlu diingat, yang ibu hamil butuhkan adalah nilai gizi yang lebih banyak dalam makanan, bukan jumlah atau porsi yang banyak tapi kosong gizi.

4. Butuh Perhatian Lebih

Akibat perubahan sifat ibu hamil, suasana hati, sikap, dan emosi yang terjadi, membuat ibu hamil merasa ingin diperhatikan lebih oleh pasangannya. Ingat, hubungan atau dukungan yang tepat dari pasangan amat diperlukan ibu hamil. 

Kondisi ini bisa membuat ibu merasa lebih sehat, kuat, dan bahagian dalam menjalani kehamilan. Nah, bila ibu sehat dan bahagia, maka kesehatan Si Kecil di dalam kandungan pun ikut terjaga. 

Mau tahu lebih jauh mengenai perubahan sifat pada ibu hamil? Atau bumil memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Baby Center. Diakses pada 2020. Depression during pregnancy. 
American Pregnancy Association. Diakses pada 2020. Depression In Pregnancy. 
US National Library of Medicine National Institutes of Health. Diakses pada 2020. Pregnancy as a Psychological Event.
WebMD. Diakses pada 2020. Pregnancy's Emotional Roller Coaster.