• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ketahui 5 Penyebab Infertilitas pada Wanita
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ketahui 5 Penyebab Infertilitas pada Wanita

Catat, Ketahui 5 Penyebab Infertilitas pada Wanita

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 17 November 2022

“Infertilitas pada wanita terjadi ketika mereka sulit mendapatkan kehamilan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kelainan pada ovarium, rahim, saluran tuba dan sistem endokrin.”

Catat, Ketahui 5 Penyebab Infertilitas pada WanitaCatat, Ketahui 5 Penyebab Infertilitas pada Wanita

Halodoc, Jakarta – Infertilitas adalah gangguan yang terjadi pada sistem reproduksi. Pengidap kondisi ini sulit mendapatkan kehamilan, meski rutin melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom.

Melansir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infertilitas memengaruhi jutaan orang di usia reproduksi. Kisarannya adalah sebanyak 48 juta pasangan dan 186 juta orang secara global.

Adapun penyebab infertilitas pada wanita, yakni kelainan pada ovarium, rahim, saluran tuba dan sistem endokrin. Masalah tersebut bisa dipicu oleh obesitas, merokok atau riwayat infeksi menular seksual.

Ini yang Jadi Penyebab Infertilitas pada Wanita

1. Gangguan Ovulasi

Adapun jenis gangguan ovulasi yang menyebabkan infertilitas pada wanita, di antaranya:

  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS). PCOS menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi ovulasi. Gangguan ini dikaitkan dengan resistensi insulin dan obesitas, pertumbuhan rambut abnormal pada wajah atau tubuh, serta jerawat.
  • Disfungsi hipotalamus. Hipotalamus adalah kelenjar otak yang memproduksi dua hormon penanggung jawab ovulasi, yakni perangsang folikel (FSH) dan luteinizing (LH). Disfungsi kelenjar akibat stres dan obesitas dapat mengganggu produksi kedua hormon tersebut dan berdampak pada perubahan siklus menstruasi.
  • Insufisiensi ovarium primer. Gangguan ini disebabkan oleh respons autoimun atau hilangnya sel telur secara prematur dari ovarium akibat dari genetika atau prosedur kemoterapi.
  • Terlalu banyak prolaktin. Kelenjar hipofisis menyebabkan kelebihan produksi prolaktin (hiperprolaktinemia) yang berpotensi menurunkan produksi estrogen. Dampaknya, risiko infertilitas pada wanita jadi semakin tinggi.

2. Kerusakan Saluran Tuba (Infertilitas Tuba)

Kerusakan di saluran tuba dapat menghambat sperma menuju sel telur di dalam rahim. Adapun kondisi yang memicu gangguan, yakni:

  • Penyakit radang panggul, infeksi rahim dan saluran tuba akibat klamidia, gonore atau infeksi menular seksual.
  • Menjalani operasi di area perut atau panggul, termasuk prosedur untuk kehamilan ektopik. 

3. Endometriosis

Endometriosis terjadi ketika jaringan yang biasanya hanya terdapat di dalam rahim tumbuh di tempat lain. Pertumbuhan jaringan ekstra ini dapat menyebabkan jaringan parut yang berisiko menyumbat saluran tuba. Endometriosis juga dapat mengganggu perkembangan sel telur yang telah dibuahi.

4. Kerusakan Uterus atau Serviks

Adapun gangguan pada uterus atau serviks yang berdampak pada infertilitas pada wanita, yakni:

  • Polip atau tumor jinak (fibroid atau mioma) di dalam rahim.
  • Masalah rahim yang muncul sejak lahir, seperti kelainan bentuk.
  • Stenosis atau penyempitan serviks yang disebabkan oleh kelainan bawaan atau kerusakan serviks.
  • Serviks tidak dapat menghasilkan lendir yang cukup guna melancarkan aliran sperma menuju rahim.

5. Infertilitas yang Tidak Dapat Dijelaskan

Infertilitas terkadang terjadi begitu saja tanpa sebab yang pasti. Kondisi ini bisa disebabkan oleh faktor psikologis, termasuk stres dan tekanan kehidupan, sehingga berdampak pada ketidaksuburan.

Faktor Pemicu Infertilitas pada Wanita

Adapun kondisi yang meningkatkan risiko ketidaksuburan pada wanita, yakni:

  • Usia. Kualitas dan kuantitas sel telur wanita mulai menurun seiring bertambahnya usia. 
  • Merokok. Kebiasaan ini tak hanya merusak serviks dan saluran tuba,  tapi juga meningkatkan risiko keguguran dan kehamilan ektopik.
  • Bobot. Kelebihan atau kekurangan berat badan dapat memengaruhi ovulasi dan menurunkan potensi kehamilan.
  • Infeksi menular seksual. Penyakit seperti klamidia dan gonore dapat merusak saluran tuba yang berdampak pada infertilitas di masa depan.
  • Alkohol. Kebiasaan mengonsumsi alkohol dapat menurunkan kesuburan.

Disarankan untuk segera buat janji rumah sakit jika tidak juga mendapatkan kehamilan setelah 12 bulan lebih melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom. Sebab, kondisi ini bisa jadi pertanda ketidaksuburan.

Jika membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Female infertility.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Female Infertility.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2022. Infertility.