• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cedera pada Lidah Berisiko Terkena Disartria, Kok Bisa?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cedera pada Lidah Berisiko Terkena Disartria, Kok Bisa?

Cedera pada Lidah Berisiko Terkena Disartria, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 19 November 2020
Cedera pada Lidah Berisiko Terkena Disartria, Kok Bisa?

Halodoc, Jakarta - Disartria adalah gangguan bicara motorik. Kondisi ini terjadi saat kamu tidak dapat mengoordinasikan atau mengontrol otot-otot yang digunakan untuk memproduksi ucapan di wajah, mulut, atau sistem pernapasan. Disartria terjadi akibat cedera otak, cedera lidah, atau kondisi neurologi seperti stroke

Seseorang dengan disartria akan mengalami kesulitan mengendalikan otot yang digunakan untuk mengeluarkan suara normal. Gangguan bicara spesifik yang kamu alami tergantung pada penyebab disartria. Misalnya, jika disebabkan oleh cedera lidah, gejala spesifik tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan cedera. 

Baca juga: Sulit Bicara, Ini 5 Terapi untuk Pengidap Disartria

Disartria Melemahkan Otot untuk Berbicara

Gangguan ini memengaruhi banyak aspek bicara. Kamu mungkin kehilangan kemampuan untuk mengucapkan suara dengan benar atau berbicara dengan volume normal. Kamu mungkin tidak dapat mengontrol kualitas, intonasi, dan kecepatan bicara. Cara bicara mungkin menjadi lambat atau cadel. Akibatnya orang lain mungkin sulit memahami apa yang kamu coba katakan.

Disartria terjadi saat kerusakan pada sistem saraf melemahkan otot yang menghasilkan suara bicara. Ini dapat mempengaruhi otot di satu atau lebih area wajah, bibir, lidah, tenggorokan, dan saluran pernapasan bagian atas. 

Cedera lidah adalah risiko yang jarang terjadi yang menyebabkan disartria. Namun memang kondisi disartria sangat melemahkan otot pada lidah. Risiko yang paling mempengaruhi terjadinya disartria yaitu kerusakan neurologis, seperti:

  • Epilepsi, amyotrophic lateral sclerosis (ALS), dan penyakit parkinson.
  • Tumor otak.
  • Trauma akibat cedera kepala atau leher, serta benturan benda tumpul yang berulang pada tengkorak.
  • Kondisi peradangan, seperti penyakit autoimun, ensefalitis, dan meningitis.
  • Kondisi vaskular, seperti stroke atau penyakit Moyamoya.
  • Paparan zat beracun, seperti alkohol, logam berat, atau karbon monoksida.

Selain itu kondisi lain yang dapat menyebabkan disartria diantaranya:

  • Stroke;
  • Cerebral palsy;
  • Suara yang rendah;
  • Sklerosis ganda;
  • Distrofi otot;
  • Myasthenia gravis;
  • Penyakit Wilson;
  • Cedera lidah;
  • Beberapa infeksi, seperti radang tenggorokan atau tonsilitis;
  • Beberapa obat, seperti narkotika atau obat penenang yang mempengaruhi sistem saraf pusat. 

Baca juga: Mengapa Stroke Bisa Sebabkan Gangguan Bicara Disartria?

Penanganan Disartria Tergantung pada Penyebab

Perawatan yang direkomendasikan dokter untuk penanganan disartria bergantung pada diagnosis spesifik. Jika gejala yang kamu alami berkaitan dengan kondisi medis, dokter mungkin merekomendasikan obat-obatan, operasi, terapi wicara-bahasa, atau perawatan lain untuk mengatasinya. 

Jika gejala terkait dengan efek samping obat tertentu, dokter mungkin merekomendasikan perubahan pada rejimen pengobatan. Jika disartria disebabkan oleh tumor atau lesi yang dapat dioperasi di otak atau sumsum tulang belakang dokter mungkin merekomendasikan operasi. 

Ahli patologi wicara-bahasa mungkin juga membantu kamu meningkatkan kemampuan komunikasi. Pengembangan perawatan khusus yang dapat dilakukan yaitu:

  • Meningkatkan gerakan lidah dan bibir.
  • Memperkuat otot bicara.
  • Memperlambat kecepatan bicara.
  • Meningkatkan pernapasan untuk berbicara lebih keras.
  • Meningkatkan artikulasi untuk ucapan yang lebih jelas
  • Melatih keterampilan komunikasi kelompok.
  • Menguji keterampilan dalam situasi kehidupan nyata. 

Baca juga: 10 Gejala Umum pada Orang yang Mengidap Disartria

Disartria dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, sehingga sulit untuk dicegah. Tapi kamu dapat mengurangi risiko disartria dengan menjalani gaya hidup sehat yang menurunkan kemungkinan terkena stroke. Misalnya, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan sehat, mengonsumsi buah dan sayuran, dan membatasi kolesterol, lemak jenuh, dan garam berlebih. 

Perawatan akan bergantung pada diagnosis spesifik. Tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai penyebab disartria yang kamu alami, serta pilihan pengobatan. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Dysarthria
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to know about dysarthria
WebMD. Diakses pada 2020. Dysarthria