Cegah Alkalosis dengan Lakukan Hidup Sehat Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Cegah Alkalosis dengan Lakukan Hidup Sehat Ini

Halodoc, Jakarta - Darah mempunyai fungsi untuk menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh. Tingkat pH pada darah akan mengindikasikan keasaman atau kebasaan. PH pada darah berkisar dari 0 (sangat asam) hingga 14 (sangat basa). Indikasi netral adalah pH 7.

Terdapat sebuah gangguan yang terjadi ketika darah terlalu basa, yaitu alkalosis. Gangguan ini terjadi ketika alkalinitas pada darah meningkat. Alkalosis yang terjadi dapat menyebabkan pengidapnya kesulitan untuk bernapas, bahkan koma. Berikut adalah cara mencegah alkalosis yang dapat dilakukan agar hal fatal tidak terjadi!

Baca juga: 3 Perbedaan Alkalosis dan Asidosis yang Perlu Diketahui

Inilah Cara Mencegah Alkalosis

Darah terdiri dari asam dan basa. Tingkat asam dan basa yang terdapat dalam darah dapat diukur dengan skala pH. Menjaga keseimbangan antara tingkat asam dan basa pada darah adalah hal yang penting untuk dilakukan. Walau begitu, umumnya darah memiliki jumlah basa yang lebih sedikit dibandingkan asam.

Alkalosis terjadi ketika tubuh kamu mengandung terlalu banyak basa pada darah. Gangguan ini dapat terjadi karena penurunan kadar karbon dioksida pada darah, yang menimbulkan kandungan asam. Hal ini juga dapat terjadi karena peningkatan kadar bikarbonat pada darah yang bersifat basa.

Kondisi yang menyebabkan darah kamu menjadi lebih basa mungkin saja berhubungan dengan gangguan kesehatan lainnya. Beberapa gangguan yang mungkin menyebabkan hal tersebut adalah kalium yang rendah atau hipokalemia. Agar gangguan yang parah tidak terjadi, kamu harus mencegah hal ini terjadi.

Cara mencegah alkalosis adalah dengan cara mengurangi risiko yang dapat menimbulkan gangguan tersebut. Kamu dapat menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan tetap terhidrasi. Makanan yang kaya akan nutrisi dan kalium dapat mencukupi elektrolit dalam tubuh. Kandungan tersebut banyak terdapat dalam buah dan sayuran, seperti:

  • Pisang;

  • Wortel;

  • Kacang polong;

  • Bayam.

Baca juga: Inilah yang Harus Diwaspadai Jika Terus-terusan Cegukan

Selain itu, kamu juga harus mencegah terjadinya dehidrasi pada. Cara mencegah alkalosis adalah dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi. Dengan kata lain, kamu harus minum 8 hingga 10 gelas air setiap harinya. Pastikan juga kamu banyak minum ketika berolahraga untuk menggantikan elektrolit yang keluar dari tubuh.

Beberapa makanan atau minuman juga harus kamu hindari supaya tubuh lebih sehat. Kamu pun harus menghindari soda yang mengandung gula tinggi dan membuat kondisi dehidrasi pada tubuh memburuk. Selain soda, kamu juga harus membatasi asupan kafein, supaya kandungan dalam darah tetap normal.

Hal lainnya yang dapat kamu lakukan untuk mencegah alkalosis adalah menghindari terlalu sering mengonsumsi obat pencahar dan hindari overdosis diuretik. Selain itu, seseorang yang menerima nutrisi tabung juga harus dimonitor elektrolitnya. Jika mengalami muntah dan diare, pengobatannya adalah mencukupi cairan dan elektrolit agar terhindar dari alkalosis.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait gangguan yang berhubungan dengan darah, dokter dari Halodoc dapat membantu. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone-mu untuk menikmati kemudahannya.

Baca juga: Hati-Hati, Alkalosis bisa Sebabkan Komplikasi Serius

Pengobatan yang Dilakukan Untuk Mengatasi Alkalosis

Perawatan yang dilakukan untuk mengatasi alkalosis tergantung pada hal yang menyebabkannya. Jika kamu mengalami alkalosis pada pernapasan, tingkat karbon dioksida pada tubuh harus dikembalikan ke normal.

Jika kamu mengalami pernapasan yang cepat disebabkan oleh kecemasan, cobalah untuk mengambil napas dalam-dalam dan lambat. Hal tersebut dapat memperbaiki gejala dan mengatur tingkat oksigen pada tubuh. Dengan melakukannya, darah akan kembali normal setelah terserang alkalosis.

Untuk melakukan pengobatan, kamu juga bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir hal yang tidak diinginkan. Dengan begitu, pengobatan pun bisa lebih cepat dilakukan.

Referensi:
MedIndia.Diakses pada 2019.Alkalosis
Health Line.Diakses pada 2019.Alkalosis