Cegah Amaurosis Fugax, Lakukan 9 Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Cegah Amaurosis Fugax, Lakukan 9 Hal Ini

Halodoc, Jakarta - Pernah mengalami hilangnya penglihatan dalam waktu yang singkat? Bila pernah, sebaiknya kamu perlu berhati-hati. Sebab, kondisi ini bisa saja menandai serangan amaurosis fugax.Amaurosis fugax sendiri merupakan kondisi ketika hilangnya penglihatan dalam periode waktu yang cukup singkat. Kondisi ini bisa terjadi secara mendadak dan menghilang dalam hitungan detik atau menit.

Lantas, bagaimana sih cara mencegah amaurosis fugax? 

Baca juga: Mitos atau Fakta Amaurosis Fugax Bisa Picu Stroke?

Buka Cuma karena Tersumbatnya Aliran Darah

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu penyebabnya. Amaurosis fugax terjadi ketika adanya penyumbatan aliran darah menuju mata yang terjadi secara sementara. Umumnya, penyumbatan darah atau plak (sejumlah kecil kolesterol atau lemak) terjadi di dalam pembuluh darah. 

Di samping itu, pembuluh darah yang menyempit juga bisa mengurangi aliran darah menuju mata. Penyebab paling umum dari kondisi ini adalah plak atau bekuan darah  yang menghambat arteri karotid. Kondisinya sama dengan seseorang yang mengalami kebutaan.

Selain penyebab di atas, ada pula faktor risiko yang bisa memicu terjadinya amaurosis fugax. Misalnya, mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, merokok, atau riwayat penyalahgunaan alkohol atau kokain.

Tak cuma itu, kondisi kesehatan di bawah ini juga bisa memicu terjadinya amaurosis fugax: 

  • Kolesterol dan tekanan darah tinggi.

  • Merokok secara aktif maupun pasif.

  • Tumor otak.

  • cedera kepala.

  • Pernah mengalami multiple sclerosis.

  • Riwayat lupus eritematosus sistemik.

  • Sakit kepala migrain.

  • Neuritis optik, radang saraf optik.

  • Polyarteritis nodosa, penyakit yang memengaruhi pembuluh darah.

Baca juga: Ini Alasan Pengidap Kolesterol Rentan Alami Amaurosis Fugax

Dari Pola Makan Hingga Tekanan Darah

Ingat, amaurosis fugax merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja. Tak memandang usia dan jenis kelamin. Meski begitu, setidaknya ada beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya amaurosis fugax. Nah, berikut ini beberapa tips yang bisa kita coba. 

  1. Menghindari makanan tinggi kolesterol dan berlemak.

  2. Terapkan pola makan bergizi seimbang, bila perlu diet sehat dan rendah lemak.

  3. Jangan mengosumsi minuman alkohol secara berlebihan.

  4. Jangan atau berhentilah merokok. 

  5. Olahraga secara teratur, 30 menit sehari (lima kali dalam seminggu).

  6. Hindari makanan yang terlalu asin.

  7. Hindari kemungkinan cedera pada daerah kepala.

  8. Jika mengidap diabetes, penyakit jantung, atau pengerasan pembuluh darah, kolesterol LDL (kolesterol jahat) harus lebih rendah dari 70 mg/dL. 

  9. Rutin mengukur tensi darah dan jaga tekanan darah agar tetap stabil. 

Baca juga: Pemeriksaan untuk Deteksi Amaurosis Fugax

“Buta” Sementara dan Stroke Ringan

Gejala utama dari amaurosis fugax adalah hilangnya penglihatan secara tiba-tiba dan terjadi sementara. Seseorang akan merasa seolah-olah ada sesuatu yang menutupi kedua matanya. Situasi ini dapat muncul secara tersendiri atau bersamaan dengan gejala saraf lainnya. 

Hal yang perlu digarisbawahi, dalam beberapa kasus amaurosis fugax bisa saja menandai gejala transient ischemic attack  atau stroke ringan. Kondisi ini menyebabkan gejala, seperti stroke yang bersifat sementara. 

Selain kebutaan sementara, gejala lain yang terkait dengan stroke ringan bisa termasuk kesulitan berbicara, wajah terkulai atau kaku di satu sisi wajah, serta salah satu sisi tubuh terasa lemas dan kaku mendadak.  

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
MedlinePlus. Diakses pada 2019. Amaurosis fugax
Healthline. Diakses pada 2019. Amaurosis fugax