• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cegah Anak Tantrum dengan 4 Tips Ini

Cegah Anak Tantrum dengan 4 Tips Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Tantrum merupakan keadaan saat anak meluapkan emosinya dengan menangis, berguling di lantai, berteriak, hingga melempar barang di sekitarnya. Jika terjadi, bukan hanya bingung saja yang akan ibu alami, bisa jadi ibu justru kehilangan kendali dan ikut memarahinya. Jika hal ini terjadi, ibu tidak perlu ikut stres atau bingung, karena kondisi normal terjadi dan merupakan bagian dari proses perkembangan Si Kecil.

Kondisi ini umumnya dialami oleh anak yang menginjak usia 1–4 tahun. Bahkan bukan hanya pada anak-anak saja, orang dewasa pun bisa mengalaminya. Pada anak-anak, tantrum umum terjadi karena keterbatasan kemampuan anak dalam berkomunikasi dan mengekspresikan perasaannya, sehingga mereka akan meluapkan apa yang dirasakan dengan berteriak, menangis, menjerit, atau menghentakkan kedua kaki dan tangannya ke lantai.

Pada kasus yang jarang terjadi, gejala tantrum muncul karena adanya gangguan perilaku atau masalah pada psikologis anak, seperti autisme. Tantrum juga bisa dijadikan anak sebagai cara untuk mendapatkan keinginan. Mereka cenderung akan melakukan hal yang sama untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan saat ibu tidak memberikannya. Lantas, bagaimana langkah mencegah tantrum?

Baca juga: Begini Pola Asuh yang Tepat untuk Anak Kembar Fraternal

Bagaimana Langkah Mencegah Tantrum pada Anak?

Tantrum bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti saat anak kelaparan atau menginginkan sesuatu yang tidak ibu berikan. Namun, ada beberapa langkah yang bisa ibu lakukan guna mencegah tantrum pada anak. Berikut ini beberapa langkah mencegah tantrum:

  1. Lakukan rutinitas pada waktu yang sama setiap harinya, seperti makan, bermain, atau tidur. Jangan pergi terlalu jauh dari rumah atau menunda makan anak, karena hal-hal tersebut menjadi pemicu tantrum.
  2. Saat anak sudah mulai menunjukkan gejala tantrum dengan merengek, ibu bisa mengalihkan perhatiannya dengan memberikan mainan anak yang biasa mereka mainkan, atau memberikan mainan kesukaannya.
  3. Bantu anak mencegah kebosanan dengan rutinitas yang dilakukan. Dalam hal ini, ibu bisa mempersiapkan hal-hal lain yang seru dan menyenangkan, seperti membacakan cerita atau bermain bersama.
  4. Anak harus mengerti apa saja peraturan yang diterapkan di rumah, sehingga ia mengetahui konsekuensinya ketika ibu tidak menuruti keinginannya. Dengan begitu, anak tidak akan menangis dan mengalami tantrum.

Ibu perlu mengetahui bahwa tantrum merupakan kondisi yang wajar. Setiap anak memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Jadi, ibu tidak perlu khawatir yang berlebihan mengenai hal ini. Seiring dengan waktu, mereka akan semakin lebih dewasa dalam menghadapi hal-hal yang tidak sejalan dengan keinginannya, sehingga gejala tantrum perlahan akan berkurang.

Baca juga: Anak Sering Membangkang, Dampak dari Pola Asuh yang Salah

Saat Anak Tantrum, Begini Cara Mengatasinya

Tantrum pada Si Kecil tidak boleh dibiarkan terus terjadi, karena akan menjadi kebiasaan yang buruk. Saat anak tantrum, ibu bisa menghentikannya dengan melakukan sejumlah langkah berikut ini:

1.Tetap Tenang

Ibu harus tetap tenang. Jangan membalas berteriakan anak dengan emosi atau memaksa anak menghentikan tangisnya. Jika ibu tenang, anak akan lebih mudah untuk diatasi. 

2.Cari Tahu Penyebabnya

Seperti pada penjelasan sebelumnya, tantrum bisa dipicu karena anak merasa lapar atau kurang tidur. Jika ibu mengetahui apa yang menjadi penyebabnya, tantrum akan lebih mudah diatasi.

3.Alihkan Perhatian

Saat anak tantrum, ibu bisa mengalihkan perhatiannya dengan hal baru. Anak akan sangat mudah melupakan sesuatu dan tertarik pada hal baru.

4.Jangan Memukul

Jangan memukul atau mencubit anak saat tantrum. Sebagai gantinya, ibu bisa memeluk atau menciumnya agar emosinya mereda.

Baca juga: Pola Asuh Tepat Hindari Karakter Materialistis pada Anak

Jika tantrum pada anak terlalu sering terjadi, dan membuatnya menyakiti diri sendiri atau orang lain, sebaiknya ibu diskusikan langsung dengan dokter anak di aplikasi Halodoc untuk mengetahui cara tepat menanganinya.

Referensi:
KidsHealth.org. Diakses pada 2020. Temper Tantrums.
WebMD. Diakses pada 2020. How to Handle a Temper Tantrum.