• Home
  • /
  • Cegah Demensia Sejak Dini dengan Kebiasaan Ini

Cegah Demensia Sejak Dini dengan Kebiasaan Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Cegah Demensia Sejak Dini dengan Kebiasaan Ini

Halodoc, Jakarta - Demensia merupakan kondisi yang terjadi saat menurunnya kapasitas otak untuk mengingat, fokus, berbahasa, atau memecahkan masalah. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit, seperti penyakit Alzheimer, yang banyak ditemukan pada orang-orang di atas 65 tahun. Penyakit Alzheimer terjadi karena pengendapan protein dalam otak, sehingga menghalangi asupan nutrisi penting menuju sel-sel dalam otak.

Baca juga: Beginilah Proses Terjadinya Demensia Pada Seseorang

Perlu diketahui bahwa demensia memiliki tiga faktor risiko yang tidak dapat dihindari, yaitu umur, jenis kelamin, dan genetika. Angka pengidap demensia ini terus bertambah dari tahun ke tahun di seluruh dunia.

Lalu, adakah langkah mencegah demensia yang dilakukan guna mencegah penyakit sejak dini? Sebelumnya, kenali dulu faktor pemicu berikut ini:

  1. Memiliki berat badan berlebih saat muda.

  2. Kurang menjaga asupan makanan.

  3. Tidak menjaga pola makan sehat.

Perlu diketahui bahwa demensia berbeda dengan pikun. Pikun sendiri merupakan perubahan kemampuan berpikir yang bisa dialami siapa saja seiring dengan bertambahnya usia.

Ketika sudah mengetahui faktor pemicu terjadinya demensia, berikut kandungan makanan sehat untuk mencegah demensia sejak dini:

  • Karbohidrat Kompleks

Makanan dengan tiga kandungan baik, seperti karbohidrat kompleks, protein, serta lemak baik ternyata dapat mencegah demensia sejak dini. Makanan tersebut adalah gandum, biji-bijian utuh, nasi merah, kentang, jagung, ubi, ikan salmon, kacang-kacangan, serta minyak zaitun.

  • Kurangi Asupan Gula

Gula termasuk karbohidrat sederhana yang menjadi musuh utama bagi tubuh, karena dapat memicu terjadinya sejumlah kondisi, seperti terganggunya fungsi kognitif otak, memicu terjadinya penuaan dini, meningkatkan risiko diabetes, radang hati, serta adanya masalah pada pembuluh darah.

Baca juga: Tidak Hanya Menyerang Lansia, Kenali Gejala Demensia Dini

  • Hindari Makanan Asin dengan Kandungan Lemak Tinggi

Terlalu mengonsumsi makanan asin dapat meningkatkan tekanan darah yang membuat kamu lebih berisiko mengidap demensia saat tua nanti. Bukan hanya makanan asin saja, untuk mencegah demensia sejak dini kamu juga harus menghindari makanan dengan kandungan tinggi kolesterol.

  • Perhatikan Waktu Makan

Lebih baik makan sedikit tapi sering, ketimbang makan banyak tapi dalam porsi yang melimpah. Makan sedikit tapi sering dapat menjaga kadar gula dalam darah tetap stabil.

  • Omega-3

Omega-3 merupakan jenis asam lemak esensial yang terdiri dari EPA dan DHA, yaitu dua jenis asam lemak penting yang banyak ditemukan pada organ otak. Jika dikonsumsi secara rutin, omega-3 dapat membantu perkembangan kognitif otak, memperbaiki aliran darah dan pembentukan sel baru, mengurangi depresi, serta mencegah demensia sejak dini.

  • Rutin Berolahraga

Berolahraga secara rutin dapat memperlambat kerusakan saraf otak pada orang-orang dengan riwayat masalah kognitif. Olahraga akan merangsang kemampuan otak untuk mempertahankan koneksi saraf yang lama dan memicu pembentukan sel-sel baru.

  • Menjaga Berat Badan Ideal

Bukan hanya dapat mencegah demensia sejak dini, memiliki berat badan ideal juga dapat mengurasi risiko mengidap penyakit diabetes tipe 2, stroke, hingga penyakit jantung. 

  • Sering Bersosialisasi

Bersosialisasi dengan lingkungan atau kelompok sosialmu dapat melatih kinerja otak. Hal tersebut akan membantu kamu dalam menjaga daya ingat. Bersosialisasi juga akan membuat kamu berkomunikasi dengan orang lain, sehingga kamu akan selalu fokus. Demensia di usia tua biasanya terjadi karena merasa selalu sendiri, serta kurangnya dorongan sosial. Penurunan kemampuan otak tidak akan terjadi jika kita hidup bersama orang lain.

Baca juga: Hati-Hati, 5 Hal Ini Bisa Sebabkan Demensia

Pengidap demensia mengalami sejumlah gangguan daya ingat dan cara berpikir yang dapat menimbulkan komplikasi saat melakukan aktivitas sehari-hari. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, segera temui dokter di rumah sakit terdekat ketika menemukan sejumlah gejalanya, seperti mudah lupa, sulit mengingat hal baru, sulit konsentrasi, sulit untuk mengingat waktu, serta sulit menemukan kata yang tepat ketika berbicara.

Referensi:

NHS. Diakses pada 2020. Can Dementia be Prevented?

Alzheimer’s Society. Diakses pada 2020. How to Reduce Your Risk of Dementia.

Help Guide. Diakses pada 2020. Preventing Alzheimer’s Disease.