11 December 2018

Cara Pencegahan Ibu Hamil agar Tidak Memiliki Anak Sindrom Down

Cara Pencegahan Ibu Hamil agar Tidak Memiliki Anak Sindrom Down

Halodoc, Jakarta – Sindrom down alias down syndrome adalah sebuah kondisi yang terjadi karena adanya gangguan genetika. Hal ini bisa terjadi karena adanya kelebihan dalam jumlah kromosom. Meski tidak bisa disembuhkan, tetapi anak yang lahir dengan kondisi ini nyatanya masih bisa tumbuh dan hidup, seperti anak lainnya.

Pada kasus sindrom down, anak yang dilahirkan memiliki jumlah kromosom sebanyak 47. Padahal, normalnya jumlah kromosom tersebut haruslah 46, artinya anak dengan sindrom down membawa kelebihan satu kromosom. Berita buruknya, kelebihan tersebut bukannya membuat pertumbuhan anak menjadi lebih baik, malahan bisa memicu terjadinya gangguan pertumbuhan, baik dari segi mental maupun fisik.

Anak-anak yang memiliki kondisi sindrom down biasanya akan memiliki perbedaan kemampuan belajar dan ciri-ciri fisik tertentu. Ada beberapa kondisi kehamilan yang bisa membuat risiko wanita melahirkan bayi dengan sindrom down meningkat. Kendati terjadinya gangguan kromosom tidak bisa dicegah, ada beberapa cara yang sebenarnya bisa dilakukan untuk menurunkan risiko tersebut.

Pemeriksaan untuk Mengetahui Risiko Sindrom Down

Satu hal yang perlu dipahami terlebih dahulu, risiko terjadinya sindrom down pada dasarnya sudah ada sebelum pembuahan terjadi. Usia ibu saat mengalami kehamilan ternyata juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab kelainan ini, sebab wanita yang hamil di usia 20 tahun disebut memiliki risiko 1 banding 1.500. Jika kehamilan tersebut ditunda 10 tahun, risikonya meningkat dan menjadi 1 banding 800. Bila ditunda 10 tahun lagi sehingga hamil di usia 40 tahun, risikonya menjadi 1 banding 100. Meski demikian, masih ada kemungkinan terjadinya risiko tinggi untuk semua tahap kehamilan.

Wanita yang sebelumnya sudah pernah melahirkan anak dengan sindrom down ternyata memiliki risiko lebih besar untuk kembali melahirkan anak berikutnya dengan kondisi ini. Sindrom down juga bisa terjadi karena faktor keturunan.

Karena itu, wanita dianjurkan melakukan pemeriksaan atau screening selama kehamilan, untuk mengetahui seberapa besar risiko sindrom down bisa terjadi. Saat janin diketahui memiliki potensi mengalami kondisi ini, ibu hamil bisa melakukan beberapa cara untuk mencegah atau memperkecil risiko sindrom down. Di antaranya:

1. Perbanyak Konsumsi Asam Folat

Asam folat menjadi salah satu asupan wajib bagi wanita yang tengah berencana atau sedang menjalani kehamilan. Mencukupi asupan asam folat bisa membantu mencegah kelainan yang mungkin terjadi bagi janin, termasuk sindrom down. Asam folat yang dibutuhkan saat merencanakan kehamilan atau selama hamil adalah sekitar 400–800 mg per hari. Ibu bisa mendapatkan nutrisi ini dari sayuran hijau, buah, kacang-kacangan dan biji-bijian, serta susu hamil.

2. Terapkan Gaya Hidup Sehat

Menerapkan gaya hidup sehat pun bisa membantu menjaga kesehatan ibu hamil dan calon bayi yang tengah dikandung. Caranya adalah dengan memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan, menjauhi hal-hal yang berbahaya, seperti rokok dan alkohol, hingga makanan cepat saji atau makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya.

Rutin berolahraga nyatanya juga bisa membantu menjaga ibu hamil tetap sehat. Jangan lupa untuk selalu mencukupi waktu istirahat dan jauhi stres.

3. Pemeriksaan Rutin

Pemeriksaan kehamilan yang dilakukan secara rutin nyatanya bisa membantu mendeteksi dan mencegah kelainan bagi janin. Dengan mengetahui risikonya, maka calon orangtua dan dokter bisa segera mengambil tindakan untuk mencegah terjadinya gangguan kehamilan.

Jika ibu ragu dan butuh saran dokter seputar sindrom down atau kelainan kehamilan lain, pakai aplikasi Halodoc saja! Hubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: