• Home
  • /
  • Cegah Kolesterol, Begini Cara Detoks Tubuh Usai Lebaran

Cegah Kolesterol, Begini Cara Detoks Tubuh Usai Lebaran

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Cegah Kolesterol, Begini Cara Detoks Tubuh Usai Lebaran

Halodoc, Jakarta – Tidak lengkap rasanya kalau tidak makan opor, rendang, gulai saat lebaran. Meski lezat, menu-menu hari Lebaran sudah terkenal akan lemak dan kalorinya yang tinggi. Jika dikonsumsi terlalu banyak, tubuh harus bekerja keras untuk mencernanya. Apalagi kalau tidak disertai sayur dan buah-buahan, perut pasti terasa penuh dan begah. 

Perut yang terasa begah membuat kamu merasa cepat lelah. Nah, kondisi kelelahan ini lah yang membuat kamu gampang terserang penyakit. Untuk mencegahnya, kamu perlu melakukan detoks tubuh untuk mengurangi timbunan lemak yang berisiko menyebabkan penyakit kolesterol. Melansir dari Healthline, begini cara mendetoksifikasi tubuh secara tepat:

Baca juga: Ingin Langsing, Ini Fakta Diet Detoksifikasi

  1. Banyak Minum Air

Selain melepas dahaga, air membantu menyaring kotoran yang mengendap di  ginjal, hati, usus, dan hasil getah bening. Air juga berfungsi meningkatkan sirkulasi tubuh. Limbah yang tersaring tersebut kemudian dikeluarkan melalui buang air kecil, napas, atau keringat. Pastikan kamu minum air putih setidaknya delapan gelas setiap harinya. 

  1. Kurangi Asupan Gula dan Makanan Olahan

Gula dan makanan olahan dianggap sebagai pemicu utama penyakit-penyakit kronis. Terlalu sering mengonsumsi makanan bergula dan olahan telah dikaitkan dengan obesitas, penyakit jantung, kanker, dan diabetes. Penyakit-penyakit ini menghambat kemampuan tubuh untuk melakukan detoksifikasi alami dengan merusak organ-organ yang memainkan peran penting, seperti hati dan ginjal. Oleh sebab itu, kurangi gula dan makanan olahan terlebih dahulu untuk menjaga sistem detoksifikasi tubuh. 

  1. Perbanyak Sayuran dan Buah

Serat yang terkandung dalam sayur dan buah-buahan akan membantu tubuh untuk mengeluarkan sisa-sisa kotoran dan zat yang tidak diperlukan oleh tubuh. Pastikan untuk konsumsi  buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian utuh setiap hari agar pencernaan tetap lancar.

Baca juga: Makanan untuk Detoksifikasi Tubuh

  1. Kurangi Asupan Garam

Bagi sebagian orang, detoksifikasi adalah cara untuk mengurangi kelebihan air yang ada di dalam tubuh. Mengonsumsi terlalu banyak garam dapat menyebabkan tubuh menahan cairan berlebih, terutama jika seseorang memiliki kondisi yang mempengaruhi ginjal atau hati atau tidak minum cukup air.

Penumpukan cairan berlebih ini menyebabkan kembung dan membuat perut terasa begah. Oleh sebab itu, kurangi asupan garam terlebih dahulu dan banyak minum air. Banyak minum air mengurangi sekresi hormon antidiuretik dan meningkatkan intensitas buang air kecil, sehingga kamu bisa menghilangkan lebih banyak air dan produk limbah yang ada di dalam tubuh. 

  1. Tetap Aktif

Olahraga teratur sudah terbukti bisa mengurangi risiko berbagai penyakit, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan kanker. Olahraga dinilai mampu mengurangi peradangan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang otomatis membantu sistem detoksifikasi berfungsi dengan baik. Usahakan untuk berolahraga setidaknya 150–300 menit dalam seminggu. 

  1. Cukup Tidur

Mendapatkan waktu tidur yang cukup dan berkualitas setiap malam juga meningkatkan imunitas tubuh. Tidur memungkinkan otak untuk beristirahat dan menghilangkan produk sampingan limbah beracun yang telah menumpuk sepanjang hari. Ketika kamu kurang tidur, tubuh tidak punya waktu untuk melakukan fungsi-fungsi tersebut, sehingga racun menumpuk dan memengaruhi kesehatan. Pastikan kamu mendapatkan waktu tidur setidaknya 7-8 jam sehari. 

Baca juga: Detoks dengan Jus, Efektifkah?

Kalau kamu punya pertanyaan lain seputar detoksifikasi tubuh, diskusikan saja dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat aplikasi, kamu dapat  menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi :
Healthline. Diakses pada 2020. Full Body Detox: 9 Ways to Rejuvenate Your Body.
Science Daily. Diakses pada 2020. Cleansing The Blood Of 'Bad' Cholesterol.