Cegah Komplikasi Neuroma Akustik dengan Cara Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Cegah Komplikasi Neuroma Akustik dengan Cara Ini

Halodoc, Jakarta - Meski tergolong jinak, tumor yang tumbuh pada saraf keseimbangan (vestibular), yang menghubungkan telinga dan otak, tidak boleh disepelekan. Kondisi ini dalam medis disebut neuroma akustik. Tak hanya mengganggu fungsi pendengaran dan keseimbangan tubuh, neuroma akustik juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang sifatnya permanen, seperti kehilangan pendengaran, kelumpuhan otot wajah, hingga hidrosefalus.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah komplikasi neuroma akustik adalah mendeteksi dan mendiagnosis kondisi ini secepatnya. Dengan begitu, pengobatan dapat dilakukan lebih cepat juga. Sebab, jika diagnosis dan pengobatan terlambat dilakukan, risiko komplikasi bisa saja meningkat. Bahkan pada tahap yang serius, neuroma akustik juga bisa menyebabkan kematian.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Tumor Jinak dan Tumor Ganas

Bagaimana Cara Diagnosis Neuroma Akustik?

Proses diagnosis untuk neuroma akustik diawali dengan menanyakan gejala yang dialami, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, terutama pada telinga. Karena banyak gejala neuroma akustik yang serupa dengan gejala pada penyakit telinga bagian tengah atau dalam, beberapa tes penunjang biasanya diperlukan agar tidak salah diagnosis.

Salah satu tes penunjang yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis neuroma akustik adalah tes pendengaran atau audiometri. Tes audiometri dilakukan dengan memperdengarkan suara dalam berbagai nada, pada masing-masing telinga dan pengidap akan diminta untuk memberi tanda atau kode setiap mendengarnya.

Pemeriksaan penunjang lainnya yang juga diperlukan adalah pemindaian, terutama pada otak. Pemindaian ini dapat dilakukan dengan CT scan dan MRI. Namun terkadang, pemeriksaan ini sering luput menemukan tumor yang berukuran sangat kecil. Sementara itu, pemeriksaan lebih cermat dapat dilakukan dengan MRI yang dapat mendeteksi tumor sebesar 1 hingga 2 milimeter, dengan menggunakan gelombang radio dan medan magnet. Melalui pemeriksaan MRI, neuroma akustik biasanya dapat teridentifikasi.

Baca juga: Ganggu Fungsi Pendengaran, Kenali Lebih Jauh Neuroma Akustik

Untuk melakukan rangkaian pemeriksaan tersebut, kamu perlu mengenali gejala awal neuroma akustik, seperti telinga berdenging, vertigo, gangguan pendengaran. Jika kamu mengalaminya, segera download aplikasi Halodoc untuk membicarakannya dengan dokter lewat chat, atau buat janji dengan dokter di rumah sakit. Kalau dokter mencurigai adanya kemungkinan neuroma akustik, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut.

Pengobatan untuk Neuroma Akustik

Pilihan pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi neuroma akustik dan mencegah komplikasinya akan berbeda-beda. Tergantung dari pertumbuhan tumor, termasuk ukuran, posisi tumor, dan pertimbangan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Tumor yang berukuran kecil dan pertumbuhan yang lambat atau tidak menunjukkan gejala berarti, biasanya akan dilakukan pengamatan dengan audiometri dan tes pemindaian secara berkala. 

Pemeriksaan tersebut akan dilakukan setiap 6 bulan hingga 1 tahun, yang bertujuan untuk menentukan kondisi pertumbuhan tumor. Jika tumor membesar atau menunjukkan gejala tertentu, diperlukan penanganan yang lain, seperti:

1. Radiasi

Jenis terapi radiasi yang biasa digunakan untuk kasus neuroma akustik adalah stereotactic radiosurgery. Terapi itu bertujuan untuk menghentikan pertumbuhan tumor dan mempertahankan fungsi saraf pendengaran serta saraf wajah. Terapi radiasi bisa dilakukan untuk mengatasi tumor kecil atau yang berdiameter kurang dari 3 sentimeter. Terapi ini juga dilakukan jika kondisi kesehatan pengidap tidak memungkinkan untuk menjalani operasi.

Baca juga: Kenalan dengan Penyakit Tumor Jinak Limfangioma

2. Operasi

Jika tumor semakin besar, metode pengobatan lain yang mungkin bisa menjadi pilihan adalah operasi. Prosedur ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis bedah saraf, dengan tujuan untuk menghilangkan tumor dan mempertahankan fungsi saraf wajah. Hal itu juga berguna untuk mencegah kelumpuhan dan menjaga fungsi pendengaran. Namun pada beberapa kasus, operasi tidak dapat menghilangkan seluruh tumor, karena lokasinya yang terlalu dekat atau menempati bagian vital pada otak atau saraf wajah. 

Referensi:
US National Library of Medicine. Diakses pada 2020. Acoustic Neuroma: Treatment or Observation?. Dtsch Arztebl Int. 106(30), pp. 505–506.
National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. Diakses pada 2020. Vestibular Schwannoma (Acoustic Neuroma) and Neurofibromatosis.
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Acoustic Neuroma.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Acoustic Neuroma.