Cegah Masalah Kelainan Darah pada Janin

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kelainan Darah

Halodoc, Jakarta - Setiap calon orangtua pasti mencemaskan keadaan Si Kecil yang berada dalam kandungan ibu. Apakah Si Kecil berada dalam keadaan normal atau mengalami suatu kelainan. Setiap perempuan yang ingin melakukan program hamil, sebaiknya mereka memperbaiki kandungan gizi dalam tubuhnya beberapa minggu sebelum mengalami kehamilan. Terutama kandungan asam folat yang berguna dalam pembentukan sel darah merah, guna mencegah terjadinya kelainan darah pada janin.

Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Kelainan Darah Thalassemia

Cegah Masalah Kelainan Darah pada Janin dengan Langkah Ini

Penyakit kelainan darah yang terjadi pada ibu hamil dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan USG. Ketika janin mengalami kelainan rhesus, janin akan terlihat membengkak. Hal ini terjadi karena kurangnya darah dan rendahnya kadar hemoglobin pada janin. Pemeriksaan USG juga dilakukan untuk menemukan adanya sel darah janin yang masuk ke dalam peredaran darah ibu. Kelainan ini biasanya terjadi saat trimester kedua kehamilan.

Jika hal ini sampai terjadi, beberapa langkah pengobatan yang harus diambil oleh ibu adalah terapi intrauterin, atau infus darah melalui tali pusat janin. Selain itu, ibu juga akan mendapatkan vaksin guna mencegah kejadian yang serupa pada kehamilan yang akan datang. Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama masa kehamilan, beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Konsumsi makanan dengan kandungan vitamin B12 yang tinggi. Kandungan vitamin B12 dapat dengan mudah kamu temukan pada tempe, daging sapi, ikan salmon, ikan tuna, sarden, kepiting, kerang, serta susu.

  • Konsumsi makanan dengan kandungan zat besi yang tinggi. Kandungan zat besi dapat dengan mudah kamu temukan pada daging merah, kuning telur, ikan, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta buah-buahan.

  • Konsumsi makanan dengan kandungan asam folat tinggi. Kandungan asam folat dapat dengan mudah kamu temukan pada bayam, asparagus, brokoli, kubis, sawi hijau, lobak hijau, selada, serta buah-buahan seperti alpukat, buah bit, jus jeruk, jus tomat, pepaya, dan pisang.

Baca juga: 3 Jenis Kelainan Darah yang Mempengaruhi Pembekuan Darah

Tips Menjaga Kesehatan Darah

Ada banyak jenis kelainan darah yang dapat dialami oleh ibu hamil dan menular kepada janin. Masing-masing penyakit akan membutuhkan penanganannya sendiri. Ibu, jika ingin kandungan darah dalam tubuh tetap sehat, berikut cara yang dapat ibu lakukan:

  • Jika sedang mengandung, tetap lakukan olahraga. Intensitas olahraga dapat dikurangi menjadi ringan, agar tekanan darah tetap dalam batas normal. Selain itu, olahraga diperlukan agar tubuh dapat dengan mudah mengganti oksigen yang berada dalam tubuh.

  • Gunakan suplemen B kompleks. Jangan lupa, penggunaan suplemen ini harus atas izin dari dokter, ya! Beberapa manfaat suplemen B kompleks bagi ibu hamil, yaitu mengurangi risiko bayi lahir cacat, mengoptimalkan pertumbuhan janin, serta menjaga kesehatan kuku, kulit, dan rambut.

  • Konsumsi banyak air putih agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Manfaat banyak konsumsi air putih saat kehamilan, salah satunya mencegah terjadinya pembengkakan pada tubuh karena keperluan cairan tubuh terpenuhi dan metabolisme tubuh berjalan dengan lancar.

Baca juga: Benarkah Penyakit Kelainan Darah Dipengaruhi Genetik?

Penyakit kelainan darah merupakan penyakit berbahaya, apalagi jika dialami oleh ibu yang sedang hamil dan menular kepada janin yang dikandungnya. Seorang wanita yang kelebihan berat badan, merokok, mengidap infeksi serius, serta melakukan pola makan yang tidak sehat akan berisiko mengidap kelainan darah. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa diskusikan langsung dengan dokter ahli pada aplikasi Halodoc. Jaga selalu kesehatan kamu, ya!

Referensi:
WebMD (2019). Rh factor.
Medline Plus (2019). Blood disorders.