Cegah Postpartum Depression Sejak Masa Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Cegah Postpartum Depression Sejak Masa Kehamilan

Halodoc, Jakarta - Tahukah kamu bahwa ternyata wanita lebih rentan mengalami depresi? Hal ini bisa terjadi karena wanita lebih sensitif terhadap banyak hal. Beberapa hal yang memicu wanita alami depresi berkaitan dengan citra tubuh ideal dan juga kondisi seusai kehamilan, yang dikenal dengan postpartum depression (PPD).

PPD bisa muncul secara tiba-tiba atau berkembang perlahan-lahan semenjak ibu masih hamil atau pada tahun pertama pasca melahirkan. Kondisi ini bukan kelemahan atau kekurangan dari sang ibu, melainkan komplikasi dari proses persalinan.

Baca juga: Postpartum Depression dan Baby Blues, Lebih Parah yang Mana?

Apa Saja Gejala dari Postpartum Depression?

Penting untuk diketahui bahwa PPD berbeda dengan baby blues. Pada kasus baby blues, biasanya ia terjadi selama 7-14 hari setelah melahirkan. Sementara pada PPD, ia bisa  berlangsung lebih lama dan gejalanya makin berat. Karena itu, penting untuk membawa ibu ke dokter jika gejala semakin berat. Kamu pun dapat dengan mudah buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Tanpa perlu antre, kamu bisa langsung ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. 

Sementara itu, beberapa gejala yang bisa terjadi saat seorang wanita alami PPD antara lain:

  • Terus-terusan sedih dan murung;
  • Seringkali menangis tanpa sebab yang jelas;
  • Tubuhnya terasa lemas dan lelah;
  • Mengalami gangguan tidur dan sering mengantuk saat siang hari;
  • Sulit berkonsentrasi dan membuat keputusan;
  • Tidak tertarik pada lingkungan sekitarnya;
  • Kehilangan minat pada hal-hal yang pernah ia sukai;
  • Nafsu makan yang menurun atau meningkat;
  • Sering merasa bersalah;
  • Selalu bicara hal-hal negatif;
  • Cepat emosi;
  • Tidak merawat diri sendiri, misalnya tidak mandi atau ganti baju;
  • Tidak ingat waktu;
  • Kehilangan selera humor;
  • Kesulitan merasakan ikatan batin dengan bayi sehingga terlihat tidak merasa senang;
  • Selalu merasa ada yang salah pada kondisi sang bayi;
  • Memiliki pikiran buruk, seperti ingin menyakiti sang bayi atau bunuh diri.

Postpartum depression yang tidak mendapat penanganan tepat sangat berbahaya. Ini bisa menyebabkan berbagai masalah dalam keluarga. Oleh karena itu, penting untuk mendapat pertolongan dari pihak medis. 

Baca juga: Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Postpartum Depression

Cara Mencegah Postpartum Depression Selama Hamil

Sebetulnya, terdapat beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan semenjak sang ibu melahirkan untuk mencegah postpartum depression. Beberapa cara tersebut antara lain:

  • Rutin Olahraga. Olahraga dapat meningkatkan produksi hormon serotonin dalam darah yang kemudian akan menjaga suasana hati dan menurunkan tingkat stres. Beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan adalah berenang dan yoga. 
  • Tingkatkan Suasana Hati dengan Media Hiburan. Untuk menghilangkan stres dan kecemasan, kamu bisa mencoba menonton film komedi atau bermain media sosial yang berisi konten komedi. Ini efektif mengurangi kecemasan dan menjaga kesehatan mental. 
  • Biasakan Mengutarakan Perasaan. Salah satu penyebab seseorang alami stres pasca melahirkan adalah tidak jujur akan perasaan yang ia rasakan pada orang terdekat. Padahal ini merupakan langkah yang penting sebagai langkah pencegahan. Jadi mulailah bercerita  kepada orang terdekat atau tenaga profesional untuk membantu mengatasi keresahan yang kamu rasakan. 
  • Cukup Tidur. Saat menjelang hari persalinan, kamu dapat merasa sulit tidur. Kesulitan tidur ini bisa berlangsung terus hingga bayi lahir. Kekurangan tidur juga merupakan hal yang membahayakan, sehingga jika kamu kesulitan tidur saat malam, coba untuk melakukan hal-hal seperti mandi air hangat sebelum tidur dan membuat kamar menjadi lebih nyaman. Kamu juga bisa menyiasatinya dengan tidur di waktu-waktu senggang sehingga kamu akan merasa segar kembali. 

Baca juga: Penanganan Rumahan untuk Mengatasi Postpartum Depression


Referensi:

Parents. Diakses pada 2019. Ways to Prevent Postpartum Depression.
Self. Diakses pada 2019. Preventing Postpartum Depression.