Cegah Skiatika Dengan Rajin Berolahraga

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Cegah Skiatika Dengan Rajin Berolahraga

Halodoc, Jakarta - Rasa nyeri yang muncul di sekitar saraf panggul memang tidak nyaman dan sangat mengganggu. Skiatika, begitu kelainan ini disebut, bisa terjadi karena saraf yang terjepit atau masalah lain yang menyebabkan saraf pada panggul mengalami tekanan berlebihan. Saraf panggul menjadi saraf yang paling panjang yang terdapat pada tubuh. Posisinya mulai dari belakang tulang panggul, pantat, hingga mencapai tungkai. 

Skiatika bisa sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu sekitar 6 minggu. Meski begitu, pada kondisi yang parah dan jarang terjadi, skiatika harus mendapatkan tindakan penanganan serius seperti operasi. Metode ini biasanya dilakukan jika skiatika berhubungan dengan masalah pada saluran kemih atau usus yang diikuti lemah tungkai. 

Olahraga Bisa Mencegah Skiatika

Lalu, olahraga bisa cegah skiatika? Sebenarnya, skiatika bisa sembuh tanpa memerlukan bantuan medis dalam jangka waktu 6 bulan. Kamu bisa mengompres dingin atau hangat area saraf yang terasa nyeri, dipadu dengan mengonsumsi obat antinyeri yang dijual bebas di apotek. 

Baca juga: Saraf Terjepit Dapat Sebabkan Skiatika, Ini Alasannya

Meski sedang mengidap skiatika, kamu disarankan untuk tetap melakukan aktivitas fisik dan olahraga teratur. Ini membantu mencegah saraf menjadi kaku dan mempercepat penyembuhan. Meski begitu, kamu tidak disarankan untuk berolahraga berat atau berlebihan. Lakukan sesuai dengan kebutuhan. Kalau tidak yakin, kamu bisa bertanya pada dokter melalui fitur Tanya Dokter yang ada di aplikasi Halodoc

Namun, apabila olahraga atau pengobatan rumahan tidak mengurangi gejala skiatika yang kamu alami, kamu bisa mempertimbangkan beberapa cara pengobatan ini untuk mencegah skiatika.

  • Suntikan steroid, yang diberikan untuk mengurangi peradangan dan nyeri pada area saraf yang terganggu. Meski begitu, pemberiannya harus dengan pengawasan khusus atau dibatasi, mengingat dampaknya yang sangat serius. 

  • Konsumsi obat jenis antiinflamasi, antikejang, penenang otot, dan antidepresan. 

  • Bedah, yang dilakukan jika nyeri skiatika semakin parah atau mengalami inkontinensia tinja maupun urin. Operasi dilakukan untuk menghindari terjadinya pertumbuhan tulang, menghindari saraf terjepit, atau kondisi lain yang menyebabkan saraf tulang belakang mengalami tekanan. 

Baca juga: Ini Jenis Pekerjaan yang Berisiko Alami Skiatika

Penyebab dan Gejala Skiatika

Selain karena tekanan berlebihan pada area saraf panggul, skiatika bisa terjadi karena kondisi lain, termasuk tumor di tulang belakang, jalur saraf tulang belakang menyempit, tulang belakang keluar dari tempatnya, infeksi atau cedera pada bagian tulang belakang, dan masalah pada saraf yang ada di sumsum tulang belakang. 

Supaya bisa cegah skiatika, kamu tentu harus mengetahui apa saja gejalanya. Selain rasa nyeri yang mengganggu di sepanjang jalur saraf bagian panggul, kamu juga akan merasakan kesemutan yang menjalar dari area punggung menuju kaki dan kebas atau mati rasa. Ini akan semakin parah jika kamu duduk terlalu lama, melakukan kerja berat, memiliki riwayat obesitas dan diabetes

Baca juga: Kesemutan Hingga Mati Rasa, Waspada Terkena Skiatika

Beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi adanya skiatika adalah MRI, rontgen, CT myelogram, dan elektromiografi atau EMG. Jika tidak segera ditangani, skiatika bisa berujung pada komplikasi yang terbilang serius. Kamu akan mengalami kelemahan pada tungkai kaki yang diikuti dengan sensasi mati rasa. Pun, kandung kemih dan usus bisa saja tidak lagi berfungsi. Jadi, ketika kamu merasakan adanya gejala yang mengarah pada skiatika, segera lakukan pengobatan sehingga komplikasi bisa dihindari. 

Referensi: 
Orthoinfo. Diakses pada 2019. Sciatica. 
WebMD. Diakses pada 2019. Paint Management and Sciatica.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Sciatica.