Cegah Stroke Hemoragik dengan Rajin Berolahraga

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Cegah Stroke Hemoragik dengan Rajin Berolahraga

Halodoc, Jakarta – Kamu pasti sudah sering mendengar tentang penyakit stroke. Ternyata, penyakit stroke juga terbagi atas beberapa jenis tergantung pada pembuluh mana yang terpengaruh. Stroke hemoragik termasuk ke dalam jenis stroke yang disebabkan oleh pecah atau melemahnya pembuluh darah di bagian otak maupun di sekitarnya. Kondisi ini terjadi akibat darah yang menumpuk dan menekan jaringan otak di sekitarnya.

Baca Juga: Inilah Perbedaan antara Stroke Hemoragik dan Stroke Iskemik

Ada dua jenis masalah pembuluh darah yang sering menyebabkan stroke hemoragik, yaitu aneurisma dan malformasi arteri vena (AVM). 

Gejala Stroke Hemoragik

Stroke hemoragik yang terjadi di dalam otak bisa juga disebut pendarahan intraserebral. Gejalanya bervariasi pada setiap orang, tetapi biasanya muncul setelah stroke terjadi. Gejala stroke hemoragik, di antaranya adalah:

  • Kehilangan kesadaran terbatas atau total;

  • Mual;

  • Muntah;

  • Sakit kepala mendadak dan parah;

  • Kelemahan atau mati rasa di wajah, kaki, atau lengan di satu sisi tubuh;

  • Kejang;

  • Pusing dan kehilangan keseimbangan;

  • Masalah dengan bicara atau menelan;

  • Kebingungan atau disorientasi.

Apakah Stroke Hemoragik Bisa Diobati?

Stroke hemoragik adalah keadaan darurat medis dan bisa berakibat fatal. Perawatan sesegera mungkin menentukan hidup dan mati pengidapnya. Perawatan darurat berfokus pada mengendalikan perdarahan serta mengurangi tekanan di otak. Seseorang yang menggunakan pengencer darah atau obat-obatan serupa dapat diberikan obat untuk membantu mengatasi efeknya. Dokter sering meresepkan obat untuk menurunkan tekanan darah dan tekanan di otak, serta untuk mencegah pembuluh darah dari penyempitan serta kejang.

Baca Juga: Hati-Hati, Kopi dan Hipertensi Jadi Penyebab Stroke di Usia 30-an

Setelah perdarahan berhenti, operasi dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya pendarahan kembali. Pembedahan juga dapat memperbaiki kelainan pembuluh darah yang memicu stroke hemoragik. Setelah keluar dari fase kritis, perawatan selanjutnya berfokus pada rehabilitasi. Tujuannya adalah membantu pengidap untuk mendapatkan kembali kekuatan, memulihkan fungsi tubuh sebanyak mungkin dan bisa kembali hidup mandiri.

Tingkat pemulihan tergantung pada area otak dan jumlah jaringan yang rusak akibat stroke. Dokter dapat menentukan program rehabilitasi yang sesuai untuk setiap individu. Ini ditentukan melalui usia seseorang, kesehatan keseluruhan, dan tingkat kecacatan akibat stroke. Perawatan mungkin termasuk terapi bicara, fisik, dan okupasi. Terapi dan obat-obatan juga bisa digunakan untuk membantu depresi dan memonitor kesehatan mental pengidap.

Bisakah Stroke Hemoragik Dicegah?

Stroke hemoragik dapat dicegah dengan memahami faktor-faktor risikonya. Orang-orang yang berisiko tinggi mengidap kondisi ini, yaitu perokok dan mereka yang mengidap kondisi berikut ini:

  • Tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi;

  • Diabetes;

  • Kelebihan berat badan;

  • Riwayat keluarga stroke;

  • Penyakit jantung atau kelainan.

Langkah-langkah pencegahan termasuk mempraktikkan gaya hidup yang menyehatkan jantung, seperti:

  • Rutin berolahraga;

  • Menghindari pemakaian produk tembakau;

  • Mencapai atau mempertahankan berat badan yang sehat;

  • Memilih makan yang sehat untuk jantung;

  • Mengelola stres dengan benar.

Baca Juga: Dapatkah Stroke Hemoragik Disembuhkan?

Bila kamu curiga mengalami tanda-tanda stroke hemoragik, sebaiknya segera periksakan ke dokter sebelum stroke benar-benar terjadi. Kamu juga perlu memantau kondisi kesehatanmu secara rutin dengan memeriksakan diri ke dokter. Sebelum periksa, jangan lupa untuk pesan janji dengan dokter lewat aplikasi Halodoc. Lewat Halodoc, kamu bisa tahu estimasi waktu bertemu dokter, sehingga enggak perlu mengantre lama-lama.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. What's to know about hemorrhagic stroke?.
Healthline. Diakses pada 2019. Hemorrhagic Stroke.