• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cek Fakta: Benarkah Pria Dapat Mengalami Kesulitan Orgasme?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cek Fakta: Benarkah Pria Dapat Mengalami Kesulitan Orgasme?

Cek Fakta: Benarkah Pria Dapat Mengalami Kesulitan Orgasme?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 12 November 2021
Cek Fakta: Benarkah Pria Dapat Mengalami Kesulitan Orgasme?

“Pria kesulitan orgasme bisa dipengaruhi kondisi fisik yang mendasari, maupun kondisi psikis. Kondisi fisik ini bisa karena cedera tulang belakang, konsumsi obat tertentu, mengidap penyakit yang berpengaruh pada kepuasan seksual, dan lain-lain. Sedangkan kondisi psikisnya bisa karena stres, depresi, ekspektasi yang tidak kesampaian, dan lain-lain.”

Halodoc, Jakarta – Tidak hanya pada wanita, pria juga dapat mengalami kesulitan orgasme. Kondisi ini disebut dengan ejakulasi tertunda atau kadang disebut juga gangguan ejakulasi. Ini terjadi ketika pria membutuhkan rangsangan seksual yang lama untuk mencapai klimaks seksual dan melepaskan air mani (ejakulasi). 

Beberapa pria dengan ejakulasi tertunda bahkan tidak dapat ejakulasi sama sekali. Ejakulasi tertunda ini bisa bersifat sementara atau menjadi masalah seumur hidup. Kemungkinan ejakulasi tertunda disebabkan oleh kondisi kesehatan kronis tertentu, pernah menjalani operasi, atau konsumsi obat-obatan. Cek faktanya di sini!

Pria Bisa Kesulitan Orgasme Karena Bawaan atau Situasi Tertentu

Beberapa pria dengan ejakulasi tertunda membutuhkan 30 menit atau lebih rangsangan seksual untuk mengalami orgasme dan ejakulasi. Pria lain mungkin tidak bisa ejakulasi sama sekali. Tidak ada waktu khusus yang menunjukkan diagnosis ejakulasi tertunda. 

Kamu perlu memeriksakan diri ke dokter jika penundaan tersebut mengganggumu, membuatmu kesusahan, atau frustrasi. Kamu bisa memeriksakan diri dengan membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Tanpa perlu repot antre, kamu hanya perlu datang pada waktu yang telah kamu tentukan sebelumnya.

Pria kesulitan mengalami orgasme, sehingga kondisi ini hanya bisa membuatnya ejakulasi saat masturbasi. Adapun ejakulasi tertunda dibagi menjadi beberapa jenis berikut berdasarkan gejalanya:

1. Seumur Hidup atau Diperoleh

Ejakulasi tertunda seumur hidup terjadi ketika masalah ini dimulai sejak mencapai kematangan seksual. Sedangkan ejakulasi tertunda terjadi setelah periode fungsi seksual yang normal.

2. General atau Situasional

Ejakulasi tertunda general tidak terbatas pada pasangan seks tertentu atau jenis rangsangan tertentu. Ejakulasi tertunda situasional hanya terjadi dalam keadaan tertentu.

Pemisahan kategori-kategori ini dapat membantu dalam mendiagnosis penyebab yang mendasari dan menentukan pengobatan yang paling efektif.

Kesulitan Orgasme Kombinasi Masalah Fisik dan Psikis

Tadi sudah disinggung sebelumnya, kesulitan mencapai orgasme ataupun ejakulasi tertunda dapat disebabkan oleh obat-obatan, kondisi kesehatan kronis tertentu, dan pernah tidaknya menjalani operasi. 

Kesulitan orgasme pada pria juga bisa dikarenakan kondisi masalah kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, atau stres. Itulah sebabnya kadang kesulitan orgasme ini bisa dikarenakan kombinasi masalah fisik dan psikologis.

Masalah psikologis seperti apa yang menyebabkan kesulitan orgasme? 

1. Depresi, kecemasan, atau kondisi kesehatan mental lainnya.

2. Masalah hubungan karena stres, komunikasi yang buruk, atau masalah lainnya.

3. Kecemasan tentang kinerja.

4. Citra tubuh yang buruk.

5. Tabu budaya atau agama.

6. Perbedaan antara realitas seks dengan pasangan dan fantasi seksual.

Obat-obatan yang dapat menyebabkan ejakulasi tertunda meliputi:

1. Beberapa antidepresan.

2. Obat tekanan darah tinggi tertentu.

3. Diuretik tertentu.

4. Beberapa obat antipsikotik.

5. Sebagian obat anti-kejang.

6. Alkohol, terutama jika minum terlalu banyak (penggunaan alkohol berlebihan atau alkoholisme).

Penyebab fisik ejakulasi tertunda meliputi:

1. Cacat lahir tertentu yang memengaruhi sistem reproduksi pria.

2. Cedera pada saraf panggul yang mengontrol orgasme.

3. Infeksi tertentu, seperti infeksi saluran kemih.

4. Operasi prostat, seperti reseksi transurethral dari prostat atau pengangkatan prostat.

5. Mengidap penyakit neurologis, seperti neuropati diabetik, stroke, atau kerusakan saraf pada sumsum tulang belakang.

6. Kondisi terkait hormon, seperti kadar hormon tiroid rendah (hipotiroidisme) atau kadar testosteron rendah (hipogonadisme).

7. Ejakulasi retrograde, suatu kondisi ketika air mani masuk ke dalam kandung kemih daripada keluar dari penis.

Bagi sebagian pria, kondisi fisik yang menyebabkan keterlambatan ejakulasi dapat menyebabkan kecemasan tentang ejakulasi selama hubungan seksual. Kecemasan yang dihasilkan dapat memperburuk ejakulasi tertunda.

Itulah fakta mengenai kesulitan orgasme pada pria. Kalau kamu butuh informasi seputar isu kesehatan lainnya, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Delayed Ejaculation.
WebMD. Diakses pada 2021. Understanding Male Sexual Problems — the Basics.