• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cek Fakta: Kunyit Mampu Mengurangi Depresi

Cek Fakta: Kunyit Mampu Mengurangi Depresi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Cek Fakta: Kunyit Mampu Mengurangi Depresi

“kandungan zat aktif kurkumin pada kunyit memiliki potensi untuk mengatasi depresi. Efek antioksidan dan antiinflamasi dari kurkumin dapat memulihkan neurotransmiter dan melindungi otak. Hal tersebut dapat mengarah pada perbaikan suasana hati yang lebih baik.”

Halodoc, Jakarta – Depresi merupakan gangguan suasana hati yang tidak dapat dianggap remeh. Pasalnya, seseorang yang mengidap depresi dapat terus-menerus merasa sedih atau kehilangan gairah hidup. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi pola pikir, perilaku, dan perasaan pengidapnya. Meski obat-obatan untuk mengatasi gangguan mental banyak tersedia, tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba cara alami.

Sebagian orang percaya bahwa salah satu cara sederhana untuk melawan depresi adalah menyantap makanan yang mengandung kunyit. Namun, benarkah mengonsumsi kunyit dapat mengurangi depresi? Simak faktanya di sini!

Baca juga: Rutin Minum Rebusan Kunyit, Apa Manfaatnya?

Terbukti Secara Klinis  

Dilansir dari Healthline, banyak studi mengemukakan bahwa kunyit mampu mengurangi depresi pada kasus ringan. Sebuah studi mencatat beberapa pasien dengan gangguan depresi mayor yang mengonsumsi kurkumin memberikan hasil yang sama dengan mereka yang mengonsumsi antidepresan seperti Prozac.

Banyak penelitian juga telah menemukan bahwa kandungan zat aktif kurkumin pada kunyit memiliki potensi untuk memperbaiki sejumlah kondisi kesehatan. Salah satunya adalah depresi, baik depresi ringan maupun gangguan depresi berat. Pasalnya, antioksidan seperti kurkumin dapat membasmi radikal bebas yang menimbulkan peradangan pada tubuh. Antioksidan pada kunyit juga bekerja dengan mengurangi stres oksidatif yang juga dapat mengurangi peradangan.

Sementara itu, studi yang terbit pada US National Library of Medicine, menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara depresi dan peradangan kronis. Sebenarnya hal ini masih belum dipastikan apakah peradangan yang dapat menyebabkan depresi, atau sebaliknya. Namun, penelitian menunjukkan bahwa peradangan kronis dan depresi dapat memperburuk satu sama lain. Diperkirakan bahwa antioksidan seperti kurkumin dapat membantu meringankan gejala depresi dengan melawan peradangan kronis.

Melansir dari WebMD, kunyit memiliki relevansi dengan depresi karena pengidap depresi memiliki peradangan dan stres oksidatif yang lebih besar. Kondisi tersebut dapat memengaruhi semua organ vital dalam tubuh, termasuk otak. Adapun itu, peradangan kronis pada tubuh dapat menurunkan serotonin dan dopamin serta menyebabkan degenerasi di area otak tertentu. Sedangkan efek antioksidan dan antiinflamasi dari kurkumin, dapat memulihkan neurotransmiter dan melindungi otak. Nah, hal inilah yang dapat mengarah pada perbaikan suasana hati yang lebih baik.

Berdasarkan beberapa penjelasan tersebut, kunyit diharapkan dapat menjadi pilihan pengobatan alami yang aman dan efektif, guna membantu mengobati depresi.

 Baca juga: Ini 6 Tanaman Obat yang Sebaiknya Ada di Rumah

Manfaat Lain yang Dapat Diperoleh dari Kunyit

Berkat antioksidan dan antiinflamasi yang terkandung pada kunyit, tentu banyak manfaat lain dapat diperoleh dari kunyit, antara lain:

1.  Tampil Awet Muda

Komponen antioksidan yang bernama kurkuminoid pada kunyit tentu tidak dapat dipandang sebelah mata. Pasalnya, kurkumin dapat menghancurkan radikal bebas, memfasilitasi aktivitas enzim, sehingga dapat memperlambat proses penuaan. Selain itu, antioksidan tersebut juga dapat berperan untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit kronis, mengurangi stres oksidatif dan melawan peradangan.

2. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Hingga saat ini, penyakit jantung masih menjadi salah satu momok menakutkan di dunia kesehatan. Penyebab dan faktor risikonya pun bervariasi, sehingga kamu tidak boleh lengah dalam menjaga kondisi tubuh. Melansir Healthline, kandungan kurkumin pada kunyit mampu meningkatkan fungsi endotelium atau lapisan pembuluh darah. 

Hal ini memiliki keterkaitan dengan menurunkan risiko penyakit jantung. Sebab, salah satu faktor pemicu terbesar penyakit jantung adalah disfungsi endotelial. Bila endothelium mengalami gangguan, maka tekanan darah menjadi sulit dikendalikan. Perlu diketahui bahwa gangguan tekanan darah adalah salah satu faktor yang berkontribusi pada penyakit jantung.

3. Mengatasi Peradangan Sendi

Inflamasi baik yang bersifat akut maupun kronis dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Salah satunya adalah arthritis (radang sendi) dan masalah lain yang berkaitan dengan sendi. Nah, pengobatan menggunakan kurkumin diduga lebih efektif daripada obat anti inflamasi pada pengidap rheumatoid arthritis. Hal ini terbilang masuk akal bila mengingat bahwa kurkumin yang terkandung pada kunyit adalah senyawa antiinflamasi yang kuat.  

Baca juga: 7 Tanaman Herbal yang Diklaim Mampu Cegah Corona

Selain digunakan sebagai bumbu masak, ternyata kunyit dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Nah, apabila kamu membutuhkan suplemen herbal seperti ekstrak kunyit, kamu dapat membeli suplemen tersebut pada aplikasi Halodoc. Tentunya tanpa perlu mengantri atau menunggu berlama-lama di Apotek. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang! 

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2021. Can You Use Turmeric to Help Treat Depression?
WebMD. Diakses pada 2021. Can Turmeric Help With Depression?
NCBI. Gov. Diakses pada 2021. The role of inflammation in depression: from evolutionary imperative to modern treatment target
Healthline. Diakses pada 2021. 10 Proven Health Benefits of Turmeric and Curcumin
CNN Indonesia. Diakses pada 2021. 5 Manfaat Kunyit Buat Pria, Sehat untuk Prostat