• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cek Fakta: Manfaat Terapi Garam untuk Sistem Pernapasan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cek Fakta: Manfaat Terapi Garam untuk Sistem Pernapasan

Cek Fakta: Manfaat Terapi Garam untuk Sistem Pernapasan

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 22 April 2022

“Ternyata ada beberapa manfaat terapi garam untuk sistem pernapasan. Metode ini diyakini bisa mengatasi masalah pernapasan seperti asma, bronkitis, dan batuk.”

Cek Fakta: Manfaat Terapi Garam untuk Sistem Pernapasan

Halodoc, Jakarta – Terapi garam atau halotherapy merupakan jenis terapi yang memiliki beberapa manfaat untuk kondisi pernapasan. Manfaat terapi garam dipercaya sebagai pengobatan alternatif, misalnya masalah paru-paru seperti asma, bronkitis, dan batuk. Terapi ini dilakukan dengan menghirup udara dengan partikel garam kecil yang ada di ruang garam, seperti ruangan spa. 

Sebenarnya terapi garam bukanlah hal yang baru. Melansir WebMD, pada abad ke-12, praktik mengunjungi gua garam untuk alasan terapeutik atau speleotherapy adalah hal yang biasa dilakukan di Eropa Timur. Kemudian pada tahun 1800-an, penambang garam di Polandia menemukan versi yang lebih modern yang sekarang disebut halotherapy. Meski bekerja di tambang garam sepanjang hari, para penambang Polandia tidak memiliki gangguan pernapasan dan sangat sehat. Mereka bahkan tidak pernah terkena pilek ataupun batuk.

Manfaat Terapi Garam untuk Pernapasan

Terapi garam, atau halotherapy sangat bermanfaat karena ia bersifat:

  • Antibakteri.
  • Antiinflamasi.
  • Antimikroba.
  • Mukoaktif, membersihkan lendir dari saluran udara.
  • Meningkatkan kekebalan.
  • 100 persen alami.
  • Bebas obat.
  • Aman dilakukan.

Penelitian telah menemukan bahwa karena sifat-sifat tersebut, terapi garam dapat digunakan sebagai bagian dari pengobatan:

  • Infeksi paru-paru.
  • Infeksi tenggorokan atau faringitis.
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Masalah pernapasan terkait merokok.
  • Alergi pernapasan.
  • Asma.
  • Bronkitis.
  • Batuk dan pilek.
  • Radang selaput lendir.
  • Rinitis.
  • Tonsilitis.
  • Cystic fibrosis.

Manfaat terapi garam juga dapat digunakan untuk mengobati masalah pernapasan yang disebabkan oleh COVID-19, meningkatkan kualitas pernapasan, dan meningkatkan  jumlah oksigen dalam darah.

Manfaat Terapi Garam untuk Kulit

Partikel garam kecil yang digunakan dalam yang digunakan dalam terapi garam juga dapat membantu memperbaiki sel-sel kulit, dan melindungi kulit dari penuaan dan infeksi. Selain itu, ada beberapa manfaat terapi garam lainnya untuk kesehatan kulit, antara lain: 

  • Jerawat dan rosacea.
  • Alergi kulit.
  • Ruam.
  • Eksim.
  • Psoriasis.
  • Infeksi kulit.
  • Infeksi jamur seperti onikomikosis.
  • Kerutan dan tanda penuaan kulit. 

Perhatikan Efek Samping Terapi Garam Sebelum Melakukannya

Terapi garam mungkin aman bagi kebanyakan orang, tapi belum ada penelitian tentang keamanannya. Selain itu, pertimbangkan untuk melakukan terapi garam di spa atau klinik kesehatan yang bersertifikat dengan didampingi staf medis terlatih untuk menghindari efek negatif yang mungkin terjadi.

Pendukung terapi garam mengklaim bahwa terapi ini aman untuk anak-anak dan ibu hamil. Namun penelitian yang mendukung klaim ini masih sedikit. Menurut sebuah penelitian tahun 2008, menghirup larutan garam 3 persen merupakan pengobatan yang aman dan efektif untuk bayi dengan bronkiolitis. Namun, sejauh ini belum ada standarisasi di seluruh klinik terapi garam sehingga jumlah garam yang diberikan bisa sangat bervariasi.

Perlu diketahui juga, terapi garam dapat memiliki beberapa efek samping. Kamu mungkin mengalami batuk dan lebih banyak sekresi lendir karena saluran hidung sedang dibersihkan. Meskipun jarang terjadi, seseorang mungkin mengalami iritasi kulit atau konjungtivitis, atau mata merah.

Selain itu, kamu juga harus menghindari terapi garam jika kamu memiliki:

  • Hipertiroidisme.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Tuberkulosis.
  • Masalah jantung.
  • Kegagalan pernapasan.
  • Gangguan darah seperti anemia, hemofilia, atau pembekuan darah.
  • Penyakit menular.
  • Demam.
  • Luka terbuka.
  • Penyakit ganas seperti kanker.
  • Klaustrofobia.

Terapi garam adalah terapi komplementer yang dimaksudkan untuk bekerja dengan obat apapun yang sedang kamu gunakan. Jadi, sebaiknya tanyakan pada dokter di Halodoc terlebih dulu jika kamu ingin mencoba terapi garam. Jangan menghentikan obat apapun tanpa mendiskusikannya dengan dokter. Yuk, download aplikasi Halodoc untuk saat-saat diperlukan.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2022. What Is Halotherapy?
Healthline. Diakses pada 2022. Does Halotherapy Really Work?
Medical News Today. Diakses pada 2022. What are the benefits and risks of halotherapy?