• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cek Fakta: Penyebab Kulit Melepuh Setelah Minum Obat COVID-19
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cek Fakta: Penyebab Kulit Melepuh Setelah Minum Obat COVID-19

Cek Fakta: Penyebab Kulit Melepuh Setelah Minum Obat COVID-19

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 02 Maret 2022

“Viral video yang memperlihatkan seorang wanita mengalami kulit melepuh setelah minum obat COVID-19. Setelah melakukan pemeriksaan, wanita tersebut ternyata mengidap Steven Johnson Syndrome. Ini adalah kelainan langka yang biasanya disebabkan oleh reaksi obat. Sindrom ini bisa menyebabkan gejala, seperti ruam dan kulit melepuh.”

Cek Fakta: Penyebab Kulit Melepuh Setelah Minum Obat COVID-19

Halodoc, Jakarta – Media sosial sempat diramaikan oleh sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita yang kulit di sekujur tubuhnya melepuh usai minum obat COVID-19. Wanita yang bernama Afina Syifa mengatakan bahwa ia berinisiatif untuk minum obat setelah dinyatakan positif COVID-19.

Namun, bukannya membuat kondisinya membaik, Afina justru malah merasakan gejala yang tidak enak, seperti mata berair, ruam di kulit, hingga tidak bisa berjalan. Akhirnya, ia memutuskan untuk menjalani perawatan di rumah sakit. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, diketahuilah bahwa Afina mengidap Steven Johnson Syndrome (SJS) yang diduga berpengaruh terhadap kulit melepuh yang dialaminya setelah minum obat COVID-19. Simak ulasan selengkapnya di sini.

Apa Itu Steven Johnson Syndrome?

Steven Johnson Syndrome (SJS) adalah gangguan langka tapi serius yang terjadi pada kulit dan membran mukosa, yang meliputi lapisan bola mata, dalam mulut, dan alat kelamin. Gangguan ini biasanya disebabkan oleh reaksi tidak terduga terhadap obat-obatan tertentu, tetapi bisa juga disebabkan oleh infeksi. 

Steven Johnson Syndrom seringkali dimulai dengan gejala seperti flu, diikuti dengan ruam menyakitkan yang menyebar dan melepuh. Kemudian, lapisan atas kulit yang terkena akan mati, mengelupas, dan mulai sembuh setelah beberapa hari.

Sindrom ini merupakan keadaan darurat medis yang biasanya memerlukan rawat inap. Perawatan berfokus pada mengatasi penyebabnya, merawat luka, meredakan rasa sakit dan meminimalkan komplikasi saat kulit tumbuh kembali. Butuh waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan bagi pengidap untuk pulih. 

Ketahui Penyebabnya

Pada dasarnya, penyakit langka ini tidak bisa diidentifikasi penyebab pastinya, tetapi SJS biasanya dipicu oleh obat-obatan, infeksi, atau keduanya. Reaksi seperti kulit wanita melepuh setelah minum obat COVID-19 akibat SJS di atas bisa muncul saat meminum obat atau hingga 2 minggu setelah berhenti meminum obat.

Ada pun jenis obat yang bisa menyebabkan Steven Johnson Syndrom, antara lain:

  • Obat anti asam urat, seperti allopurinol.
  • Obat-obatan untuk mengobati kejang dan penyakit mental (antikonvulsan dan antipsikotik).
  • Obat Antibiotik seperti golongan Sulfonamida atau Penicillin.
  • Nevirapine.
  • Obat pereda nyeri, seperti acetaminophen, ibuprofen, dan naproxen sodium.

Sementara infeksi yang bisa menyebabkan sindrom langka ini, yaitu pneumonia dan HIV.

Penanganan Steven Johnson Syndrome

Melansir dari Mayo Clinic, bila Steven Johnson Syndrom disebabkan oleh reaksi obat-obatan, seperti pada kasus kulit wanita yang melepuh setelah minum obat COVID-19, maka langkah awal penanganannya adalah menghentikan konsumsi obat tersebut. Oleh karena terkadang sulit untuk menentukan dengan tepat obat mana yang memicu gangguan kulit tersebut, dokter biasanya akan menyarankan untuk menghentikan minum obat yang tidak penting.

Selanjutnya, pengidap SJS perlu dirawat inap di unit perawatan intensif atau unit luka bakar. Di rumah sakit, pengidap akan menerima perawatan seperti penggantian cairan dan nutrisi yang diberikan melalui selang yang dimasukkan ke dalam hidung dan disalurkan ke perut. Hal ini untuk menggantikan cairan yang hilang akibat pengelupasan kulit.

Selain itu, kompres dingin dan basah juga akan diberikan untuk meredakan nyeri karena kulit yang melepuh.  

Kelompok Orang yang Berisiko Mengalami SJS

Meskipun langka, Steven Johnson Syndrome tetap perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan dampak yang parah, bahkan komplikasi serius. Ada beberapa kelompok orang yang lebih berisiko untuk terkena penyakit ini, antara lain:

  • Pengidap infeksi HIV.
  • Orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Pengidap kanker.
  • Memiliki riwayat Steven Johnson Syndrome.
  • Mewarisi faktor genetik.

Bila kamu memiliki faktor risiko di atas, ada baiknya bicarakan dengan dokter mengenai langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegahnya dan beritahu dokter sebelum minum obat apapun. Berbicara dengan dokter tidak perlu ke rumah sakit, kamu bisa tanya dokter melalui aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, dokter yang berpengalaman dan terpercaya siap memberimu saran kesehatan yang tepat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
CNN. Diakses pada 2022. Penyebab Kulit Wanita Melepuh Usai Dinyatakan Covid-19
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Stevens-Johnson syndrome.