• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cek Fakta: Tanda Si Kakak Cemburu dengan Adik Barunya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cek Fakta: Tanda Si Kakak Cemburu dengan Adik Barunya

Cek Fakta: Tanda Si Kakak Cemburu dengan Adik Barunya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 06 Desember 2021

“Merupakan hal yang normal jika anak yang lebih besar merasa cemburu dengan kehadiran adik bayi yang baru lahir. Meski Si Kakak sudah dipersiapkan sebelum sang adik lahir, tapi rasa cemburu sulit untuk ditangkal. Penting bagi orang tua mengenali tanda kakak cemburu dengan adik dan mengakui perasaan tersebut.”

Cek Fakta: Tanda Si Kakak Cemburu dengan Adik Barunya

Halodoc, Jakarta – Ayah dan ibu mungkin senang dengan kelahiran anak kedua di tengah keluarga. Namun, mungkin hal tersebut ada kalanya menimbulkan rasa cemburu pada anak yang lebih besar atau Si Kakak. Rasa cemburu anak yang lebih besar kerap terjadi, sehingga menjadi dinamika baru dalam keluarga dalam menerapkan pola asuh anak

Mempersiapkan mental anak pertama atau memberi pengertian pada dirinya 

sebelum anak berikutnya lahir memang penting. Namun, terkadang hal tersebut tetap belum bisa menangkal rasa cemburu Si Kakak. Maka penting bagi ayah dan ibu tetap memperhatikan adakah tanda cemburu dari kakak. Sebab perasaan atau tingkah laku anak yang lebih besar saat cemburu, sebaiknya jangan diabaikan begitu saja. 

Berikut beberapa fakta tentang tanda Si Kakak cemburu dengan adik barunya:

  1. Tampak Tidak Tertarik dengan Adik yang Baru Lahir

Mungkin tidak semua anak memiliki kemampuan untuk memuji. Terlebih jika anak yang lebih besar masih cukup kecil dan belum fasih berbicara. Namun, ayah dan ibu tentu dapat melihat ekspresi ketertarikan Si Kakak. 

Tanda cemburu kakak pada adiknya bisa berupa ketidaktertarikan. Contohnya, kakaknya merasa tidak tertarik ketika adiknya melakukan sesuatu, dipuji orang tua dan keluarga, atau memiliki pencapaian lainnya. 

  1. Berperilaku Kompetitif

Saat anak yang lebih besar cemburu, ia akan berperilaku tidak mau kalah dari pencapaian yang dilakukan oleh adiknya. Si Kakak akan selalu ingin mengejar apa yang adiknya dapat lakukan. Tentu saja ini demi mendapat perhatian lebih dari ayah dan ibu sebagai bentuk rasa cemburu.

  1. Marah saat Dinasehati

Contoh anak yang sedang cemburu misalnya menunjukkan sikap tidak mau kalah atau tidak mau berbagi tempat, atau mainan dengan adiknya. Nah, jika ibu menasehati agar Si Kakak mau mengalah, mungkin ia akan marah dan menunjukan sikap defensif. 

Si Kakak mungkin ingin adiknya terlihat lebih buruk di mata ayah dan ibu. Misalnya dengan selalu mengadukan sifat adiknya yang tidak dia suka. 

Tips Mengatasi Rasa Cemburu 

Mungkin sulit bagi seorang anak untuk menyambut kehadiran sang adik dalam keluarga. Hal tersebut ditunjukan dari perubahan perilaku saat berada di sekitar adik. Meski tidak selalu, tapi tak sedikit anak pertama atau kakak yang merasa iri pada adiknya yang baru lahir. Sebenarnya hal tersebut wajar saja, apalagi bila usia kakak masih balita atau belum memasuki usia remaja.  

Hal yang paling penting untuk dilakukan orang tua yaitu mencegah anak yang lebih besar menyakiti adiknya. Berikut ini cara mengatasi rasa cemburu Si Kakak pada sang adik yang dapat orang tua lakukan:

  1. Tetap Berikan Perhatian pada Anak yang Lebih Besar

Ketika ibu pulang dari persalinan, segera temui anak yang lebih besar. Angkat ia dalam pelukan dan berikan ciuman mesra. Hindari membuat suasana seolah selalu tentang adik yang baru lahir. Ciptakan situasi seperti reuni ibu dengan anak yang lebih besar. 

  1. Jadikan Si Kakak Sebagai Pahlawan Adiknya

Ketika suasana hati Si Kakang sedang tenang, ajak ia untuk meringkuk bersama dengan ibu dan adik baru lahir. Jika ada beberapa anak yang lebih besar (ada beberapa kakak), maka lakukan kegiatan ini secara terpisah pada setiap anak.

Ciptakan dialog bahwa adik bayi menyukai dan ingin mengenal sang kakak. Sebutkan hal baik yang ibu sukai dari Si Kakak yang perlu diketahui adik bayi. Hal tersebut akan diterima anak yang lebih besar sebagai pujian. 

  1. Pastikan Setiap Anak Penting dalam Keluarga

Perkuat semua hal baik tentang siapa mereka dan bagaimana setiap anak berkontribusi pada keluarga. Hal tersebut akan membantu anak mengembangkan rasa bahwa ia berharga dalam keluarga.

Sering-seringlah berbicara tentang bahwa setiap anggota keluarga penting dengan caranya sendiri. Katakan bahwa setiap anak memberikan kontribusi khusus. Beritahu juga bahwa ayah, ibu, kakak, dan adik saling membutuhkan untuk menjadi keluarga utuh. 

Ayah dan ibu juga perlu mengakui perasaan cemburu anak yang tidak terucap. Ketika anak tahu bahwa ayah dan ibu memahami perasaannya, dia mungkin tidak perlu lagi bertingkah untuk mendapatkan perhatian ayah dan ibu. 

Itulah yang perlu diketahui tentang tanda Si Kakak cemburu dengan adik barunya. Jika terjadi masalah kesehatan pada anak-anak, ayah dan ibu bisa cek kebutuhan medis melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Very Well Family. Diakses pada 2021. Deal With a Child’s Jealousy of the New Baby
Aha Parenting. Diakses pada 2021. Help Your Older Child Adjust to the New Baby
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. New sibling: Preparing your older child