• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cepat Hamil setelah Kuret, Hindari 4 Makanan Ini

Cepat Hamil setelah Kuret, Hindari 4 Makanan Ini

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Menjalani kehamilan tentunya menjadi hal yang membahagiakan bagi pasangan suami istri. Namun, tidak jarang pasangan suami istri harus kembali bersabar karena adanya gangguan kehamilan yang menyebabkan ibu hamil harus mengalami prosedur kuretase atau dikenal dengan kuret. Umumnya prosedur kuretase selalu bersamaan dengan proses dilasi. 

Baca juga: Bagaimana Cara Cepat Hamil setelah di Kuret?

Kedua proses ini merupakan tindakan operasi yang dilakukan setelah wanita mengalami keguguran pada usia kandungan trimester pertama. Wanita yang baru menjalani proses kuret menjalani beberapa perawatan, salah satunya dengan memenuhi nutrisi dan gizi agar tubuh dapat kembali optimal. Adakah makanan pantangan bagi wanita yang baru menjalani kuret agar kembali menjalani proses kehamilan? Ini ulasannya.

Mulai Junk Food hingga Makanan Manis

Melansir American Pregnancy Association, prosedur dilasi merupakan proses pembukaan leher rahim yang tidak dapat terbuka sendiri setelah kondisi keguguran. Prosedur dilasi dilanjutkan dengan kuretase, yang dilakukan pengambilan jaringan abnormal dari dalam rahim. 

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan ibu hamil harus menjalani proses dilasi dan kuretase, seperti keguguran sehingga perlu dilakukan pengambilan jaringan dalam rahim. Setelah melahirkan pun terkadang ibu perlu menjalani proses dilasi dan kuretase untuk membuang sisa plasenta dari dalam rahim.

Pemeriksaan pertumbuhan jaringan abnormal dalam rahim, seperti polip, fibroid, atau endometriosis perlu diperiksa dalam laboratorium. Kondisi ini menyebabkan pengidap harus melakukan dilasi dan kuretase untuk pengambilan sampel jaringan.

Jangan khawatir, melakukan dilasi dan kuretase tidak menutup kemungkinan kamu menjalani kehamilan lagi. Namun, kamu harus menunggu beberapa waktu hingga rahim kembali pulih. Kamu bisa bertanya langsung pada dokter menggunakan aplikasi Halodoc mengenai waktu yang tepat untuk menjalani kehamilan setelah proses dilasi dan kuretase.

Baca juga: Setelah Alami Keguguran, Perlukah Menjalani Kuret?

Selain perawatan, kamu juga perlu menjaga pola makan agar kamu dapat segera hamil. Ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari setelah menjalani prosedur dilasi dan kuretase, seperti:

1. Junk Food atau Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji, seperti pizza, burger, ayam goreng, dan frozen food sangat menarik untuk dikonsumsi kapan saja. Namun, ada baiknya hindari mengonsumsi makanan junk food setelah kamu menjalani proses dilasi dan kuretase.

Melansir dari International Foundation for Mother and Child Health, makanan cepat saji atau junk food tidak memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi yang diperlukan oleh tubuh untuk pemulihan pasca kuretase.

2. Makanan Manis

Sebaiknya kamu membatasi mengonsumsi makanan manis setelah menjalani proses dilasi dan kuretase. Terlalu banyak mengonsumsi manis meningkatkan risiko kamu mengalami penyakit diabetes akibat kadar gula dalam darah terlalu tinggi.

Melansir dari Healthline, kondisi ini memperlambat proses penyembuhan pada luka. Kamu bisa mengganti mengonsumsi buah-buahan untuk mendapatkan asupan gula dan energi dalam tubuh melalui makanan yang manis alami. Namun, tetap perhatikan porsi pengonsumsiannya.

3. Susu Berlemak

Mengonsumsi susu berlemak setelah proses kuretase dapat membuat luka mengalami peradangan yang menyebabkan nyeri dan tidak nyaman. Hindari untuk sementara makanan yang berbahan dasar susu berlemak agar rahim kembali pulih dengan cepat.

4. Daging Merah

Melansir Very Well Health, sebaiknya batasi pengonsumsian daging setelah menjalani proses kuretase. Daging bisa menyebabkan kamu mengalami konstipasi. Konstipasi yang terjadi setelah proses kuretase dapat membuat rasa tidak nyaman dan nyeri pada area perut.

Baca juga: Bisakah Patologi Anatomi Digunakan pada Tindakan Medis Kuretase?

Itulah beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari untuk sementara setelah menjalani proses kuretase. Jangan lupa perbanyak mengonsumsi sayuran dan penuhi kebutuhan cairan dalam tubuh agar proses pemulihan dapat berlangsung dengan cepat.

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2020. What to Eat After Surgery and What to Avoid
International Foundation for Mother and Child Health. Diakses pada 2020. What You Should Eat and Avoid After a Miscarriage?
Healthline. Diakses pada 2020. What’s The Connection Between Diabetes and Wound Healing?
American Pregnancy Association. Diakses pada 2020. D&C Procedure After a Miscarriage