• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cerita Dokter Usia 71 Tahun setelah Vaksinasi Corona

Cerita Dokter Usia 71 Tahun setelah Vaksinasi Corona

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Saat ini, pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sudah memasuki tahap 2 untuk lansia dan petugas pelayan publik. Vaksinasi tahap 2 ini ditujukan untuk seluruh provinsi di Indonesia, tapi di prioritaskan di Jawa-Bali.

Menurut keterangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI (19/2), kini ada 7 juta vaksin COVID-19 sudah siap untuk didistribusikan sampai di 34 provinsi. Untuk wilayah Jawa-Bali mendapatkan kurang lebih 70 persen dari proporsi vaksin corona yang ada saat ini. Keputusan ini diambil mengingat banyaknya jumlah lansia di Jawa-Bali tersebut, dan menjadi daerah dengan penularan COVID-19 yang tinggi.

Masih menurut Kemenkes RI, pada prinsipnya semua lansia akan divaksinasi. Namun, karena kini vaksin COVID-19 terbatas, maka hanya sebagian lansia yang akan divaksinasi.

Nah, menyoal vaksinasi COVID-19 pada lansia, ada satu cerita menarik mengenai seorang lansia yang berprofesi sebagai dokter, yang baru mendapatkan vaksinasi COVID-19. Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Baca juga: Jumlah Vaksin Corona yang Dibutuhkan untuk Capai Herd Immunity

Lebih Bugar dan Pede Setelah Divaksin

Dari banyaknya lansia yang mendapatkan vaksin COVID-19, dokter Hadril Busudin yang berusia 71 tahun merupakan salah satunya. Mantan Direktur Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi itu disuntik vaksin corona tahap I pada Kamis (11/2/). 

Kini dirinya tengah menunggu penyuntikan vaksin tahap II. Meski sudah berusia lanjut dan memiliki komorbid atau penyakit bawaan jantung, ia cukup antusias dan tidak ragu untuk disuntik vaksin COVID-19. Menurutnya, vaksin COVID-19 berisikan virus yang sudah dilemahkan, jadi tak perlu takut untuk mendapatkan vaksin tersebut. 

Bagaimana keadaannya setelah disuntik vaksin corona? Ia mengaku dirinya tidak mengalami efek samping seperti sebagian orang lainnya. Bahkan, kini dirinya merasa lebih bugar dan pede setelah mendapatkan vaksinasi COVID-19. Untuk meningkatkan efektivitas vaksin COVID-19, dirinya tidak lupa untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan rajin berolahraga.

 Dokter berusia 71 tahun tersebut berharap, setelah disuntik vaksin COVID-19 tahap II, dirinya benar-benar memiliki kekebalan dari virus corona. Dengan begitu, tak ada lagi rasa was-was atau khawatir dari serangan virus tersebut. 

Baca juga: Jokowi Divaksin, Ini 8 Fakta Vaksin Sinovac yang Perlu Diketahui

Usia di Atas 70 Tahun Perlu Pertimbangan

Selain petugas kesehatan, para lansia juga menjadi sasaran utama dari vaksinasi COVID-19. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam vaksinasi pada lansia. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI meminta proses pemberian vaksin COVID-19 pada lansia dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.

Pasalnya, kelompok lansia punya risiko tinggi karena cenderung memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Menurut kepala BPOM, Penny K. Lukito (7/2), khusus untuk lansia di atas 70 tahun, perlu ada pertimbangan khusus. Misalnya, pendampingan dari dokter yang mendampingi dan melakukan skrining pada saat pemberian vaksin tersebut.

Masih menurut BPOM, izin penggunaan vaksin Coronavac untuk lansia ditetapkan berdasarkan riset hasil uji coba klinis fase III yang dilaksanakan di Brazil, dan uji klinis fase I dan II di Cina. Nah, subjek yang digunakan dalam uji klinis tersebut adalah lansia berusia 59-70 tahun.

Ringkasnya, vaksinasi COVID-19 pada lansia di atas 70 tidak dilarang. Namun, data yang diterima BPOM berdasarkan uji klinis (di Brazil dan Cina) hanya sampai dengan usia 70 tahun. Oleh sebab itu, bila lansia di atas 70 tahun tetap ingin divaksin, maka memerlukan pertimbangan khusus, dan perlu dilakukan skrining sebelum mendapatkan vaksin COVID-19.

Baca juga:  Ini 7 Perusahaan Pembuat Vaksin Virus Corona

Di samping itu, ada satu hal yang perlu dipahami. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), vaksinasi merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyakit, termasuk COVID-19. 

Namun, tak selamanya vaksin dapat melindungi tubuh 100 persen dari serangan virus dan bakteri. Nah, hal yang sama juga berlaku untuk vaksin COVID-19. 

Vaksinasi COVID-19 akan mengurangi kemungkinan diri mengidap penyakit COVID-19. Beberapa orang mungkin masih tertular COVID-19 meski sudah divaksinasi, tetapi gejala atau keluhan yang diidapnya seharusnya tidak terlalu parah. 

Mau tahu lebih jauh seputar vaksin COVID-19? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa membeli vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh selama pandemi COVID-19. Sangat praktis, bukan? 

Referensi:
GOV.UK. Diakses pada 2021. COVID-19 vaccination: guide for older adults
CDC. Diakses pada 2021. Facts about COVID-19 Vaccines
Kemenkes RI - Sehat Negeriku. Diakses pada 2021. Vaksinasi Lansia, Begini Pengaturannya.
Kompas.com. Diakses pada 2021. Cerita Dokter Usia 71 Tahun yang Lebih Percaya Diri Setelah Disuntik Vaksin 
Tempo.co. Diakses pada 2021. BPOM: Pemberian Vaksin Covid-19 Untuk Lansia di Atas 70 Tahun Perlu Pertimbangan