• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ciri Ciri Batuk TBC dan Cara Tepat dalam Penanganannya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ciri Ciri Batuk TBC dan Cara Tepat dalam Penanganannya

Ciri Ciri Batuk TBC dan Cara Tepat dalam Penanganannya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 07 Desember 2022

“Salah satu gejala khas tuberkulosis (TBC) aktif yaitu batuk, sebenarnya memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan batuk biasa atau akibat dari kondisi medis lainnya. Nah, perbedaan tersebut dapat dilihat dari warna dahaknya, karena batuk kronis biasa secara umum akan mengeluarkan dahak yang bening.”

Ciri Ciri Batuk TBC dan Cara Tepat dalam PenanganannyaCiri Ciri Batuk TBC dan Cara Tepat dalam Penanganannya

Halodoc, Jakarta – Tuberkulosis atau yang akrab disebut sebagai TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut dapat menular melalui semburan air liur atau droplet ketika pengidap TBC bicara, batuk, atau bersin. Namun, penularan dari kontak dengan pengidap TBC membutuhkan waktu lama.

Kendati demikian, TBC kerap kali terlambat terdeteksi karena menimbulkan gejala yang serupa dengan penyakit lain. Salah satunya seperti batuk kronis atau berkepanjangan, yang mungkin saja tertukar oleh penyakit lain seperti asma.

Meski begitu, batuk TBC sebenarnya memiliki ciri khas tersendiri, dibandingkan batuk yang diakibatkan oleh penyakit atau gangguan medis lainnya. Karena itu, ketahuilah ciri batuk TBC dan cara tepat penanganannya di sini!

Ciri-Ciri Batuk TBC yang Perlu Diketahui 

Tubuh memiliki sistem kekebalan yang dapat menahan infeksi baik dari virus maupun bakteri. Meski demikian, setiap orang memiliki kekuatan kekebalan tubuh yang berbeda, sehingga infeksi TBC dapat terjadi secara berbeda pada setiap orang. Untuk alasan ini, dokter membuat perbedaan jenis TBC, yaitu:

  • TBC Laten. Diartikan ketika seseorang memiliki infeksi TBC, tetapi bakteri dalam tubuh tidak aktif dan tidak menimbulkan gejala. TB laten, juga disebut TB tidak aktif atau infeksi TB, tidak menular. Namun, TBC laten dapat berubah menjadi TBC aktif, sehingga pengobatan menjadi penting.
  • TBC aktif. Kondisi ini membuat pengidap TBC sakit. Dalam banyak kasus, kondisi ini dapat menular ke orang lain selama berminggu-minggu atau bertahun-tahun setelah infeksi bakteri TB.

Salah satu gejala khas TBC aktif yaitu batuk, sebenarnya memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan batuk biasa atau akibat dari kondisi medis lainnya. Sebab, ciri batuk TBC yang paling utama adalah batuk kronis yang berlangsung lebih dari tiga minggu. Batuk ini biasanya mengeluarkan dahak yang berwarna hijau atau kuning. Hal ini diakibatkan karena dahak yang bercampur dengan bakteri penyebab TBC. 

Selain itu, pada beberapa kasus, batuk TBC juga dapat disertai oleh bercak darah. Nah, perbedaan batuk TBC dengan batuk kronis biasa adalah warna dahaknya, karena batuk kronis biasa secara umum akan mengeluarkan dahak yang bening. Selain itu, TBC juga dapat menimbulkan berbagai gejala penyerta lainnya, antara lain: 

  • Adanya penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. 
  • Munculnya keringat di malam hari. 
  • Mengalami demam dan panas dingin. 
  • Mengalami kelelahan. 
  • Nyeri dada, atau nyeri saat bernapas atau batuk
  • Kehilangan selera atau nafsu makan. 

Cara yang Dapat Dilakukan untuk Mengatasinya

Jika diagnosis sudah dilakukan, dan bakteri Mycobacterium tuberculosis terkonfirmasi, maka pengobatannya akan disesuaikan  dengan jenis TBC yang diidap. Jika seseorang memiliki TB laten, dokter mungkin merekomendasikan pengobatan dengan obat-obatan jika pengidapnya berisiko tinggi mengembangkan TB aktif. 

Sementara itu, untuk penanganan tuberkulosis aktif, pengidapnya harus minum antibiotik setidaknya selama enam hingga sembilan bulan. Obat yang tepat dan lamanya pengobatan tergantung pada beberapa faktor. Mulai dari usia pengidap, kesehatan secara keseluruhan, kemungkinan resistensi obat dan di mana infeksi berada di tubuh.

Secara umum, jika seseorang mengidap TBC laten, dirinya mungkin perlu minum satu atau dua jenis obat TBC saja. Namun, untuk tuberkulosis aktif, terutama jika jenisnya resisten terhadap obat, akan memerlukan beberapa obat sekaligus. Obat yang paling umum digunakan untuk mengobati tuberkulosis meliputi:

  • Isoniazid.
  • Rifampisin (Rifadin, Rimactane).
  • Etambutol (Myambutol).
  • Pirazinamid.

Itulah penjelasan mengenai ciri-ciri batuk TBC dan cara mengatasinya. Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar TBC atau mengalami keluhan medis seperti batuk kronis, segeralah hubungi dokter. 

Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa tanya dokter tepercaya untuk mendapatkan informasi atau saran medis yang dibutuhkan. Tentunya melalui fitur chat/video call secara langsung. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 
NHS. Diakses pada 2022. Tuberculosis (TB). 
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Tuberculosis.