• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Curiga Berlebihan, Waspada Gangguan Paranoid

Curiga Berlebihan, Waspada Gangguan Paranoid

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Merasa cemas dan curiga merupakan salah satu hal wajar yang sering dialami oleh seseorang apabila bertemu dengan orang baru, tetapi sebaiknya perhatikan kondisi curiga yang berlebihan. Kondisi curiga yang berlebihan bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan mental, seperti gangguan paranoid. Selain memiliki rasa curiga yang berlebihan, gangguan paranoid juga ditandai dengan pola pikir yang berbeda dari banyak orang.

Baca juga: Ibu yang Alami Gangguan Paranoid, Ini Pengaruhnya pada Anak

Tidak ada salahnya kenali gejala lain dari gangguan paranoid agar kamu dapat mengatasi kondisi ini dengan tepat. Selain dapat menurunkan kualitas hidup pengidapnya, kondisi paranoid juga dapat menyebabkan hubungan sosial pengidap menjadi terganggu. Pengidap paranoid akan mengalami kesulitan membangun hubungan romantis maupun hubungan di kantor dan lingkungan.

Selain Curiga Berlebih, Kenali Gejala Lain dari Paranoid

Gangguan paranoid merupakan salah satu gangguan psikologis di mana pengidapnya akan memiliki rasa curiga yang berlebih yang disertai dengan rasa takut. Biasanya, seseorang yang mengalami gangguan paranoid akan memiliki kesulitan untuk percaya pada orang lain. Tidak hanya itu, mereka juga memiliki pola pikir yang sangat berbeda dengan kebanyakan orang lain.

Melansir Cleveland Clinic, penyebab pasti dari gangguan paranoid sebenarnya belum diketahui, namun, kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor pemicu. Seseorang dengan kondisi skizofrenia atau gangguan delusi, ternyata lebih berisiko alami paranoid dibandingkan yang kondisi kesehatan mentalnya dalam optimal.

Tidak hanya itu, stres yang menyebabkan trauma psikologis, baik pada orang dewasa maupun anak-anak juga meningkatkan risiko gangguan paranoid. Sebaiknya kenali gejala lain dari gangguan paranoid agar kondisi ini dapat diatasi dengan tepat.

Baca juga: Benarkah Gangguan Kepribadian Paranoid Dipengaruhi Genetik?

Ciri khas dari gangguan paranoid adalah munculnya rasa curiga yang berlebih sehingga meragukan komitmen maupun kepercayaan orang lain. Selain itu, pengidap gangguan ini tidak akan mau bersikap terbuka pada orang lain, sulit memaafkan orang lain, pendendam, sensitif, tidak dapat menerima masukan atau kritikan, acuh tak acuh dan tidak peduli terhadap orang lain, serta antisosial.

Selain itu, pengidap gangguan paranoid mengalami kesulitan saat bekerja sama dengan orang lain, cepat marah, keras kepala, dan selalu merasa paling benar. Itulah beberapa gejala yang akan dialami oleh pengidap gangguan paranoid. Meskipun umumnya gejala paranoid sering muncul pada saat remaja, tetapi tidak menutup kemungkin gejala dapat dialami sejak anak-anak.

Atasi Gangguan Paranoid dengan Tepat

Meskipun gangguan paranoid menjadi salah satu gangguan kesehatan mental yang cukup umum dialami, tetapi kondisi ini sebaiknya segera diatasi. Pemeriksaan perlu dilakukan pada rumah sakit terdekat untuk memastikan penyebab gejala yang kamu alami. Gangguan paranoid didiagnosis dengan melakukan pemeriksaan fisik dan juga tes psikiatri.

Namun, terkadang penanganan gangguan paranoid terhambat akibat rasa curiga dan tidak percaya pengidap terhadap tim medis yang akan melakukan penanganan. Dalam kondisi ini, peran keluarga dan kerabat sangat dibutuhkan untuk proses pengobatan kondisi gangguan paranoid.

Baca juga: Hipersensitif, Gejala yang Dialami Gangguan Kepribadian Paranoid

Psikoterapi dan terapi perilaku kognitif dinilai menjadi salah satu penanganan yang tepat untuk mengatasi kondisi paranoid. Penggunaan obat-obatan sangat jarang digunakan, tetapi beberapa pengidap akan diberikan untuk menurunkan gejala, seperti cemas dan takut yang berlebihan. Penggunaan obat diberikan untuk menurunkan risiko gangguan kesehatan mental lainnya, seperti stres atau depresi.

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.
Web MD. Diakses pada 2020. What Complications Are Associated with Paranoid Personality Disorder.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.
Psychology Today. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.