07 December 2018

Dada Sakit Serasa Ditusuk Jarum, Inilah 12 Gejala Lain Penyakit Pleuritis

Dada Sakit Serasa Ditusuk Jarum, Inilah 12 Gejala Lain Penyakit Pleuritis

Halodoc, Jakarta - Perannya dalam tubuh menampung udara sebanyak kurang lebih enam liter. Ia juga berperan dalam pertukaran oksigen dari udara dengan karbondioksida dari darah. Nah, sudah tahu kan organ apa yang dimaksud? Pada dasarnya sih, ketika usia bertambah (memasuki 35 tahun), fungsi paru-paru memang akan mengalami penurunan. Hal ini bisa berdampak pada pernapasan, contohnya akan membuat seseorang jadi lebih sedikit sulit bernapas.

Namun yang perlu diingat, jangankan memasuki usia 35 tahun, sebab ada kalanya penurunan atau masalah pada paru-paru bisa terjadi di bawah usia tersebut. Nah, dari banyaknya masalah kesehatan yang bisa menghantui paru-paru, penyakit pleuritis merupakan salah satu yang mesti diwaspadai. Kata ahli, pleuritis merupakan peradangan di pleura yang menyebabkan sesak napas luar biasa yang bisa memburuk saat bernapas.

Pleura sendiri meliputi dua lapisan jaringan tipis yang melindungi dan memisahkan paru-paru dan dinding dada. Di antara kedua lapisan ini ada cairan pleura yang bekerja untuk melumasi lapisan. Nah, bila pleura ini meradang, maka mereka enggak bisa bergeser satu sama lain dengan mulus. Alhasil, bisa mengakibatkan rasa sakit di bagian dada.

Kata ahli, gejala utama dari penyakit ini adalah rasa tertusuk yang tajam saat bernapas. Sakitnya mungkin menghilang ketika seseorang menahan napas atau memberi tekanan di area yang menyakitkan. Namun, biasanya rasa sakit ini akan bertambah parah ketika bersin, batuk, ataupun bergerak.

Lalu, selain rasa tertusuk benda tajam, apa sih gejala lain penyakit pleuritis?

Dari Napas Dangkal Hingga Mual

Sama dengan penyakit lain yang menyerang paru-paru, seseorang yang mengidap pleuritis juga akan menampakkan gejala-gejalanya. Namun yang pasti, gejala dari penyakit ini enggak cuma rasa tertusuk yang tajam (seperti jarum) di bagian dada saja. Nah, berikut gejala lain penyakit pleuritis?

  1. Napas dangkal untuk menghindari rasa sakit

  2. Nyeri pada bagian bahu dan punggung

  3. Sesak napas atau napas pendek

  4. Batuk kering atau berdahak (dalam beberapa kasus)

  5. Demam (dalam beberapa kasus)

  6. Tubuh berkeringat

  7. Lengan atau kaki yang membengkak

  8. Sakit di salah satu sisi dada

  9. Rasa sakit di sendi dan otot

  10. Pusing

  11. Bahu dan punggung terasa sakit

  12. Mual.

Seperti yang dijelaskan di atas, sakit yang terasa di bagian dada dan bahu ini akan semakin terasa ketika pengidapnya menarik napas dalam-dalam, batuk, bersin, ataupun bergerak.

Awasi Penyebabnya

Kata ahli, biang keladi dari penyakit ini adalah infeksi pleura. Meski begitu, ada pula penyebab lainnya yang bisa memicu penyakit pleuritis:

  • Infeksi jamur.

  • Infeksi bakteri.

  • Konsumsi obat-obatan tertentu.

  • Emboli paru.

  • Adanya kanker paru-paru di dekat permukaan pleura.

  • Penyakit rematik.

  • Infeksi virus, seperti flu.

  • Pankreatitis.

  • Komplikasi dari suatu kondisi, contohnya melemahnya sistem imun karena AIDS atau penyakit lainnya.

Diagnosis Pleuritis

Bagi kamu yang merasakan gejala-gejala di atas, sebaiknya segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Pasalnya, penyakit pleuritis yang tak ditangani dengan baik bisa berakibat fatal, bahkan bisa menyebabkan kematian. Misalnya, pada kasus kematian ilmuwan terkenal Catherine de Medici dan Benjamin Franklin.

Ketika melihat gejala ini, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan wawancara medis mengenai riwayat kesehatan pengidap serta keluarganya. Nah, karena keluhan medis ini bisa disebabkan banyak faktor, dokter pun akan melakukan pemeriksaan pendukung untuk menentukan biang keladinya. Contohnya:

  • Pemindaian. Bisa melalui CT-scan, USG, EKG, ataupun rontgen, untuk mengetahui kondisi paru-paru.

  • Pemeriksaan darah. Tujuannya mengetahui ada tidaknya infeksi atau kelainan tertentu. Contohnya, gangguan sistem kekebalan tubuh, lupus, dan arthritis rheumatoid.

  • Torakosentesis. Pemeriksaannya berupa pengambilan sampel cairan dari paru melalui tulang rusuk.

  • Torakoskopi atau pleuroskopi. Bertujuan untuk mengetahui kondisi rongga dada (toraks) dan pleura melalui selang tipis dengan kamera.

Punya keluhan di bagian paru-paru? Kamu bisa lho bertanya langsung kepada dokter ahli untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: