• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dampak Berbahaya Merokok pada Fungsi Jantung

Dampak Berbahaya Merokok pada Fungsi Jantung

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Jantung adalah organ vital yang ada di dalam tubuh. Fungsi utama dari jantung adalah memompa darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Jika terpenuhinya kebutuhan darah dalam tubuh, maka kondisi ini membuat seluruh organ dalam tubuh berjalan dengan baik. Hal ini karena darah yang mengalir menjadi alat transportasi nutrisi dan oksigen bagi organ tubuh.

Baca juga: Benarkah Merokok Bisa Merusak Jantung?

Mengingat pentingnya fungsi jantung, menjaga kesehatan jantung perlu dilakukan agar kamu terhindar dari gangguan kesehatan. Pola makan dan kebiasaan hidup sehat menjadi cara yang bisa dilakukan untuk menghindari gangguan pada jantung. Jika kamu memiliki kebiasaan merokok, segera hindari kebiasaan ini karena dapat berdampak buruk pada fungsi jantung. 

Inilah Dampak Rokok pada Fungsi Jantung

Bagi beberapa orang, kebiasaan merokok sangat sulit untuk dihindari apalagi dihentikan. Namun, tentunya sebagian besar orang pun sudah tahu dampak buruk rokok pada kesehatan. Berbagai gangguan kesehatan mungkin terjadi akibat kebiasaan merokok, seperti gangguan paru-paru, gangguan pada kesehatan mulut, serta gangguan pada jantung

Lalu, bagaimana rokok memengaruhi fungsi kerja dari jantung? Umumnya, rokok berbahaya karena kandungan yang di dalamnya. Di antaranya adalah zat nikotin, zat karbon monoksida yang menghalangi suplai oksigen menuju seluruh tubuh, kandungan tar yang dapat mengendap di dalam paru-paru, dan benzena yang memicu berbagai penyakit kanker dalam tubuh.

Baca juga: Stop Merokok, Penyakit Jantung Koroner Mengintai

Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention, merokok juga menjadi salah satu penyebab penyakit kardiovaskular terbesar. Kandungan bahan kimia dalam rokok dapat memicu beberapa penyakit kardiovaskular, seperti:

1. Aterosklerosis

Kondisi ini terjadi ketika terjadi penyempitan dan berkurangnya fleksibilitas pembuluh darah akibat penumpukan plak yang disebabkan oleh kandungan dalam rokok pada dinding pembuluh darah. Adanya plak pada pembuluh darah menyebabkan aliran darah tidak berlangsung dengan optimal sehingga terdapat gangguan suplai darah menuju jantung.

Melansir dari Healthline, ada beberapa gejala yang dialami oleh pengidap aterosklerosis, seperti nyeri dada, nafas yang menjadi lebih pendek, kelelahan, dan terdapat bagian otot yang melemah sehingga mengganggu aktivitas. Jika kamu menemukan beberapa gejala tersebut, tidak ada salahnya untuk bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc agar gangguan kesehatan yang dialami dapat segera diatasi.

2. Penyakit Jantung Koroner

Kebiasaan merokok juga meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Melansir Medical News Today, arteri koroner membentuk jaringan pembuluh darah pada permukaan jantung. Pembuluh darah berfungsi sebagai jalur untuk menyuplai oksigen menuju jantung. Penumpukan plak yang terjadi akibat kebiasaan merokok menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga jantung tidak menerima oksigen dengan cukup.

3. Penyakit Arteri Perifer

Penyakit arteri perifer terjadi ketika pembuluh darah mengalami penyempitan sehingga suplai darah menuju lengan maupun kaki menjadi berkurang. Kondisi ini menyebabkan kerusakan pada jaringan dan sel yang tidak mendapatkan cukup oksigen. Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention, menghentikan kebiasaan merokok menjadi pencegahan yang paling efektif untuk menghindari penyakit arteri perifer.

Baca juga: Dampak Merokok Buat Tak Panjang Umur? Ini Buktinya

Itulah dampak kebiasaan merokok pada jantung yang perlu kamu ketahui. Tidak ada salahnya untuk menghentikan kebiasaan merokok agar kesehatan jantung selalu terjaga. Mengonsumsi makanan sehat dan rutin melakukan olahraga menjadi cara lain untuk menjaga kesehatan jantung.

Referensi:
The Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Smoking and Cardiovascular Disease
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to Know About Coronary Heart Disease
Healthline. Diakses pada 2020. Atherosclerosis