• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dampak Kurang Tidur untuk Perkembangan Otak Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dampak Kurang Tidur untuk Perkembangan Otak Anak

Dampak Kurang Tidur untuk Perkembangan Otak Anak

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 20 Mei 2022

“Tidur yang cukup amat dibutuhkan untuk perkembangan otak anak yang optimal. Pasalnya, dampak kurang tidur dapat menimbulkan gejala fisik maupun gejala kognitif yang dapat mengganggu aktivitas anak.”

Dampak Kurang Tidur untuk Perkembangan Otak Anak

Halodoc, Jakarta – Pada anak-anak, dampak kurang tidur tentu bisa menimbulkan sejumlah efek negatif. Tidur adalah bagian penting dari rutinitas setiap orang dan bagian tak terpisahkan dari gaya hidup sehat. Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak yang tidur cukup secara teratur mampu meningkatkan perhatian, perilaku, pembelajaran, memori, dan kesehatan mental serta fisik anak secara keseluruhan.

Anak yang kurang tidur justru lebih rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, obesitas, dan bahkan depresi. Berikut dampak kurang tidur untuk anak yang perlu orangtua ketahui.

Dampak Kurang Tidur untuk Anak

Beberapa orang mungkin menganggap bahwa cara tepat untuk mengatasi kurang tidur adalah mendapatkan waktu tidur lebih banyak di hari berikutnya. Kenyataannya, kurang tidur tidak selalu dapat diatasi dengan tidur ekstra di malam berikutnya.

Seiring waktu, menurunnya kualitas setiap malam dapat memberikan dampak pada  perilaku, kognitif (mental) dan emosional anak. Nah, berikut gejala yang bisa ditimbulkan dari kurang tidur.

1. Dampak kurang tidur untuk fisik anak:

  • Susah bangun pagi.
  • Tertidur setelah dibangunkan.
  • Sering menguap di siang hari.
  • Mengeluh merasa lelah atau ingin tidur siang.
  • Lebih suka berbaring di siang hari.
  • Tertidur atau tampak mengantuk di sekolah atau di rumah.
  • Ingin mengkonsumsi stimulan yang tidak sehat, seperti kafein atau gula, secara teratur.

2. Dampak kurang tidur untuk kognitif (mental) anak:

  • Kurang minat, motivasi dan perhatian untuk mengerjakan tugas sehari-hari.
  • Mudah lupa.
  • Penglihatan kabur.
  • Kesulitan mempelajari informasi baru.
  • Gejala emosional.
  • Peningkatan kemurungan dan lekas marah.
  • Peningkatan impulsif.
  • Mudah stres.

Utang tidur yang besar tidak akan cukup dibayar dengan tidur selama beberapa malam berturut-turut. Pada akhirnya, utang tidur ini dapat menyebabkan anak merasa lelah secara mental. Ini juga dapat memperburuk gejala gangguan perilaku, kecemasan, dan suasana hati seperti depresi atau gangguan bipolar.

Tips Supaya Anak Tidur Teratur

Seperti diketahui bahwa dampak kurang tidur pada anak mampu menimbulkan berbagai masalah. Tidak sulit kok untuk membuat anak tidur teratur setiap malamnya. Melansir dari Raising Children, berikut sejumlah tips yang bisa ibu lakukan:

  • Atur rutinitas sebelum tidur. Ibu bisa mengajaknya mandi, bercerita dan membereskan tempat tidurnya agar Si Kecil lebih siap untuk tidur.
  • Hindari pemakaian barang elektronik sebelum tidur. Cahaya biru dari televisi, layar komputer, ponsel dan tablet mampu menekan tingkat melatonin dan menunda kantuk.
  • Biarkan anak bersantai sebelum tidur. Supaya lebih santai, ajak anak untuk membaca buku, mendengarkan musik lembut atau berlatih pernapasan untuk relaksasi.
  • Pertahankan waktu tidur dan bangun secara teratur. Misalnya, pastikan anak tidur dan bangun waktu 1-2 jam satu sama lain setiap hari. Ini membantu menjaga jam tubuh anak dalam pola yang teratur.
  • Perpendek waktu tidur siang anak. Jika anak di atas lima tahun masih tidur siang, usahakan agar tidur siangnya tidak lebih dari 20 menit dan paling lambat sore hari.
  • Pastikan anak merasa aman di malam hari. Temani anak sebelum ia terlelap dan hindari bacaan maupun tontonan yang membuat anak merasa takut.

Apabila Si Kecil mengalami gangguan tidur yang tak kunjung renda, sebaiknya periksakan anak ke dokter untuk mencari akar penyebabnya. Ibu bisa membuat janji rumah sakit terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Jangan tunda sebelum gangguan tidur semakin memburuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Raising Children. Diakses pada 2022. How to sleep better: 10 tips for children and teenagers.
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2022. The Importance of Sleep for Kids.
About Kids Health. Diakses pada 2022. Sleep: Benefits and recommended amounts.