• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dampak Radiasi Televisi terhadap Kesehatan Mata
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dampak Radiasi Televisi terhadap Kesehatan Mata

Dampak Radiasi Televisi terhadap Kesehatan Mata

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 21 November 2022

“Menonton televisi terlalu lama dapat menurunkan fungsi retina mata akibat radiasi yang terpancar. Sinar biru yang terpancar dari televisi adalah penyebab utama gangguan kesehatan mata.”

Dampak Radiasi Televisi terhadap Kesehatan MataDampak Radiasi Televisi terhadap Kesehatan Mata

Halodoc, Jakarta – Rasanya sulit untuk meninggalkan televisi dan gadget walau hanya sehari saja. Menonton televisi memang sangat menyenangkan dan dapat membuat otak menjadi rileks. Namun, ada anggapan bahwa kebiasaan menonton televisi yang terlalu sering akan membahayakan kesehatan mata.

Orang tua seringkali memperingati anak-anak untuk tidak menonton televisi terlalu dekat. Pasalnya, menonton televisi terlalu lama disebut-sebut dapat menurunkan fungsi retina mata karena dampak radiasi televisi yang terpancar. Namun, apakah benar menonton televisi bisa merusak mata atau ini hanya sekadar mitos belaka?

Dampak Radiasi Televisi terhadap Kesehatan Mata

Para ilmuwan menganggap seseorang yang menonton televisi dalam waktu lama dapat mengalami kerusakan retina. Penyebab masalah ini adalah sinar biru (blue light) yang terpancar dari televisi. Durasi harian dan jarak menonton dari layar televisi ke mata adalah dua faktor yang menentukan seberapa banyak cahaya biru yang masuk ke mata.

Skor fungsi retina akan menurun seiring bertambahnya durasi lama menonton televisi. Hal ini akan menyebabkan gangguan pada mata yaitu kelelahan pada mata (eye strain). Dampak radiasi televisi akan lebih berbahaya pada anak-anak karena mata mereka masih sangat rentan terhadap paparan sinar biru.

Dokter menyarankan agar masyarakat menonton TV dari jarak minimal empat meter. Ini karena anak-anak yang menonton dari jarak lebih dari empat meter memiliki hasil fungsi retina yang lebih baik. 

Saat kamu memusatkan perhatian pada televisi untuk waktu yang lama, kamu juga cenderung kurang berkedip dan mata menjadi terlalu kering. Terlebih ketika mata hanya fokus pada satu titik yaitu televisi, kamu akan mulai merasakan kelelahan pada mata yang serius.

Kondisi ini mungkin hanya sekedar mata kering yang tidak nyaman, atau mungkin merasakan ketidaknyamanan berupa sakit kepala di sekitar mata. Jika ini terjadi, obat terbaik adalah mengistirahatkan mata dengan tidur atau penggunaan obat pereda nyeri yang dijual bebas.

Gejala Eye Strain Akibat Dampak Radiasi Televisi

Berikut ini adalah beberapa gejala eye strain atau kelelahan pada mata:

  • Mata terasa lelah, nyeri, atau gatal.
  • Mata terlalu basah atau kering
  • Sakit kepala
  • Nyeri leher, bahu, dan punggung
  • Merasa sensitif terhadap cahaya.

Selain menonton TV dalam waktu yang lama dan jarak dekat, aktivitas lain juga dapat menyebabkan mata lelah. Aktivitas tersebut misalnya membaca, bekerja di depan layar komputer, dan bermain handphone terlalu dekat.

Hal ini karena otot siliaris yang merupakan salah satu otot mata, akan berkontraksi terus-menerus saat mata mencoba untuk fokus pada objek dekat dalam waktu yang lama. Alhasil, ini dapat menyebabkan peningkatan ketegangan atau kelelahan pada mata.

Itulah pembahasan seputar dampak radiasi televisi terhadap kesehatan mata. Apabila kamu mengalami masalah kesehatan, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung pada dokter. Pakai aplikasi Halodoc untuk cek kesehatan rutin yang lebih mudah dengan memanfaatkan layanan janji medis. Yuk, download Halodoc secara gratis di App Store atau Google Play.

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi
Eye Consultant. Diakses pada 2022. Can TV Damage Your Eyesight?
FDA. Diakses pada 2022. Television Radiation.