• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dampak yang Terjadi saat Pengidap Gastroparesis Kekurangan Nutrisi

Dampak yang Terjadi saat Pengidap Gastroparesis Kekurangan Nutrisi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Dampak yang Terjadi saat Pengidap Gastroparesis Kekurangan Nutrisi

Halodoc, Jakarta – Gastroparesis (GP) adalah kelainan di lambung yang ditandai dengan pengosongan makanan padat (kadang-kadang juga cairan) yang lambat dari perut. Kondisi ini dapat menyebabkan pengidapnya mengalami gejala pencernaan berupa mual terus menerus dan muntah. Akibatnya, pengidap gastroparesis berisiko mengalami kekurangan nutrisi.

Gastroparesis terjadi karena adanya masalah pada gerakan normal otot (motilitas) di perut. Biasanya, kontraksi otot yang kuat akan mendorong makanan melewati saluran pencernaan. Namun, pada orang yang mengidap gastroparesis, motilitas perut melambat atau tidak berfungsi sama sekali, sehingga perut tidak dapat dikosongkan dengan benar. Gastroparesis paling sering terjadi pada wanita muda hingga paruh baya, tapi juga bisa dialami oleh anak-anak dan pria yang lebih muda.

Baca juga: Pasca Operasi Usus Rentan Alami Gastroparesis

Dampak Kekurangan Nutrisi Pada Pengidap Gastroparesis

Gastroparesis dapat mengganggu pencernaan normal, sehingga menyebabkan gejala berupa mual terus-menerus, muntah, kembung, cepat merasa kenyang, rasa penuh setelah makan, dan sakit perut. 

Pada sebagian besar pengidap, gejala yang dialami adalah mual yang terus menerus yang sering meningkat beberapa jam setelah makan. Mual yang dirasakan bisa sangat parah hingga memicu muntah bahkan setelah meminum beberapa teguk air saja. 

Muntah juga sering terjadi biasanya beberapa jam setelah makan hingga makanan masih dapat dikenali karena tidak dicerna dengan baik. Gejala muntah yang parah dan ketidakmampuan tubuh untuk mencerna makanan yang menyebabkan pengidap gastroparesis berisiko mengalami kekurangan nutrisi yang signifikan.

Kekurangan nutrisi sebaiknya jangan disepelekan, karena ada sejumlah dampak yang bisa terjadi pada pengidap gastroparesis saat mengalami kondisi tersebut, antara lain masalah kesehatan baik jangka pendek maupun jangka panjang, meningkatnya risiko terkena infeksi, pemulihan yang lebih lambat dari luka dan penyakit. Bila tidak segera diobati, kekurangan nutrisi juga dapat membahayakan nyawa pengidapnya. 

Pengidap gastroparesis dianjurkan untuk segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan pengobatan bila mengalami gejala kekurangan nutrisi berikut:

  • Merasa lelah atau lemas sepanjang waktu.
  • Berat badan menurun drastis.
  • Pusing.
  • Kehilangan selera makan.
  • Kulit menjadi pucat.

Baca juga: Nyeri Ulu Hati Bisa Jadi Gejala Gastroparesis

Sekarang, melakukan pemeriksaan kesehatan sudah semakin mudah dengan aplikasi Halodoc. Kamu bisa langsung buat janji di rumah sakit pilihan melalui aplikasi dan berobat tanpa perlu mengantre. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga.

Cara Menangani Kekurangan Nutrisi pada Pengidap Gastroparesis

Mengubah pola makan adalah cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengontrol gastroparesis sekaligus memastikan pengidap mendapatkan asupan nutrisi, kalori, dan cairan yang cukup, sehingga komplikasi seperti kekurangan nutrisi bisa diatasi.

Berikut pola makan yang dapat direkomendasikan oleh dokter bagi pengidap gastroparesis:

  • Konsumsi makanan rendah lemak dan serat. Hal ini karena makanan tinggi lemak dan tinggi serat diketahui membutuhkan waktu yang lama untuk dicerna.
  • Makan dalam porsi kecil tapi sering, yaitu 5-6 kali sehari. Cara ini membantu kamu menerima makanan sambil menghindari gejala-gejala seperti kembung, cepat kenyang atau perut begah setelah makan.
  • Kunyah makanan sampai halus.
  • Konsumsi makanan yang lembut dan dimasak dengan baik.
  • Hindari minuman berkarbonasi dan bersoda.
  • Hindari minuman beralkohol.
  • Banyak minum air atau cairan yang mengandung glukosa dan elektrolit, seperti kaldu rendah lemak atau sup bening, jus buah dan sayuran yang rendah serat dengan pemanis alami, dan minuman olahraga
  • Melakukan aktivitas fisik ringan setelah makan, seperti berjalan-jalan.
  • Hindari berbaring selama 2 jam setelah makan.
  • Minum multivitamin setiap hari.

Bila gejala malnutrisi yang dialami sedang sampai parah, dokter mungkin akan menganjurkan pengidap untuk hanya minum cairan atau mengonsumsi makanan padat yang dimasak dengan baik yang telah diolah menjadi potongan yang sangat kecil atau dihaluskan dengan menggunakan blender.

Baca juga: 4 Pemeriksaan untuk Deteksi Gastroparesis

Itulah dampak kekurangan nutrisi yang perlu diwaspadai oleh pengidap gastroparesis. Bila kamu mengalami gejala gastroparesis, seperti mual terus menerus dan muntah, segera periksakan diri ke dokter.

Referensi:
National Organization for Rare Disorders. Diakses pada 2020. Gastroparesis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Gastroparesis.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diakses pada 2020. Gastroparesis.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Malnutrition: What you need to know