• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dapat Tingkatkan Trombosit saat DBD, Angkak Punya Efek Negatif

Dapat Tingkatkan Trombosit saat DBD, Angkak Punya Efek Negatif

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Beras ragi merah, atau dikenal dengan sebutan angkak telah menjadi obat untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan selama bertahun-tahun. Sebagai salah satu solusi alami terbaik untuk mengatasi kadar kolesterol yang tinggi, angkak memiliki bahan aktif yang hampir sama dengan obat medis. 

Tidak hanya itu, manfaat beras ragi merah ini ditujukan pula untuk mengatasi peradangan, sindrom metabolik, kadar gula darah, dan membantu meningkatkan trombosit untuk pengidap demam berdarah. Angkak sebagai salah satu pengobatan alternatif memang baik digunakan sebagai pengganti rebusan daun jambu biji, rebusan daun pepaya, atau jus jambu biji. 

Mengenal Angkak, Beras Ragi Merah Kaya Manfaat

Angkak sebenarnya merupakan jenis beras fermentasi yang dibuat dengan menggunakan bantuan spesies jamur tertentu. Bahan ini telah digunakan sebagai salah satu metode pengobatan tradisional Tiongkok selama berabad-abad karena khasiatnya yang memang sangat baik untuk kesehatan. 

Baca juga: Berapa Lama Demam Berdarah Sembuh?

Sebuah ulasan yang dipublikasikan dalam jurnal Food menuliskan bahwa angkak mengandung senyawa monacolin K, bahan aktif yang sama yang ditemukan dalam resep obat medis untuk menurunkan kolesterol, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai obat untuk masalah kesehatan jantung. 

Selain itu, angkak juga dikenal bermanfaat, salah satunya untuk meningkatkan trombosit pada pengidap demam berdarah. Konsumsinya juga sangat mudah, bisa dicampurkan dalam makanan atau direbus dan dikonsumsi air rebusannya. Sudah pasti, ini menjadi banyak pilihan bagi pengidap DBD sebagai pengobatan alami selain mengonsumsi rebusan air daun jambu biji atau jus jambu. 

Efek Negatif Angkak

Meskipun punya banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, nyatanya angkak pun memiliki efek samping yang cukup membahayakan dan perlu diperhatikan. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi, seperti dilansir dari Mayo Clinic adalah rasa tidak nyaman pada perut, kembung, dan sakit kepala. 

Baca juga: Pola Hidup Sehat agar Lekas Pulih dari Demam Berdarah

Kandungan monacolin K pada angkak ternyata juga memiliki efek samping, yaitu gangguan miopati dan kerusakan hati. Bahan alami ini juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh wanita hamil, menyusui, atau sedang menjalani program hamil. 

Beberapa produk angkak disinyalir mengandung kontaminan yang disebut citrinin yang bisa mengakibatkan gagal ginjal. Artinya, kamu harus berhati-hati ketika mengonsumsinya, karena angkak kini dengan mudah ditemukan dalam bentuk suplemen. Sebaiknya, kamu menanyakan dulu pada dokter terkait konsumsinya untuk kondisi kesehatanmu, jadi kamu bisa terhindar dari efek sampingnya. 

Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc agar tanya jawab dengan dokter jadi lebih mudah, karena fitur chat dengan dokter bisa kamu pilih kapan saja. Dokter akan membantu kamu menjawab dan memberikan solusi berbagai masalah kesehatan yang kamu alami. 

Baca juga: Catat, Ini 6 Fakta Penting Tentang Demam Berdarah

Dilansir dari Healthline, angkak kaya manfaat, meski begitu, kamu juga harus memperhatikan adanya efek samping yang mungkin terjadi, termasuk reaksi alergi, toksisitas hati, dan masalah otot yang bisa terjadi pada ibu hamil dan menyusui. Jadi, sekali lagi, selalu tanyakan pada dokter jika kamu ingin mengonsumsi suplemen atau obat herbal, terlebih jika kamu sedang mengonsumsi obat medis dari dokter. 

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2020. Red Yeast Rice: Benefits, Side Effects, and Dosage.
Thu, Nguyen, et al. 2017. Diakses pada 2020. Red Yeast Rice. Journal Foods 6(3): 19.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Red Yeast Rice.