Awas, DBD Bisa Ditularkan Melalui Hubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Awas, DBD Bisa Ditularkan Melalui Hubungan Intim

Halodoc, Jakarta – Sebuah peristiwa yang baru saja terjadi di Spanyol mengejutkan dunia medis. Bukan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, demam berdarah yang diidap seorang pria berusia 41 tahun asal Madrid ditularkan melalui hubungan intim. Kasus ini dikonfirmasi oleh otoritas kesehatan Spanyol pekan lalu, bahwa ini merupakan kasus pertama yang terjadi di dunia.

Baca juga: Waspadai Infeksi Virus Dengue yang Menyebabkan Demam Berdarah

Otoritas kesehatan Spanyol terkejut karena pasiennya tidak pernah melakukan perjalanan ke lokasi yang menjadi wabah demam berdarah sebelumnya. Setelah dilakukan pemeriksaan, pria tersebut mengalami demam berdarah melakukan kontak fisik dengan pasangannya setelah pasangan terlebih dulu mengalami penyakit demam berdarah akibat perjalanan ke Kuba. 

Inilah Proses Penularan Demam Berdarah

Menurut Susana Jimenez perwakilan dari Departemen Kesehatan Masyarakat Madrid, sepasang pria ini mengalami gejala yang hampir sama. Tidak hanya melihat kondisi gejala yang terjadi, pemeriksaan pasangan ini termasuk pemeriksaan dengan menganalisis kondisi sperma. 

Tidak hanya penyakit demam berdarah, terdapat virus yang sama persis dengan virus yang menyebar di Kuba, meskipun salah satu pria pasangan tersebut tidak melakukan perjalanan ke Kuba atau lokasi yang menjadi wabah demam berdarah.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa menyebutkan kasus ini merupakan kasus penularan penyakit demam berdarah pertama kalinya melalui hubungan intim antar pria. Namun, bagaimana sebenarnya penyebaran penyakit demam berdarah dapat terjadi? 

Menurut World Health Organization, penyakit demam berdarah menyebar dari satu nyamuk ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti masuk ke aliran darah melalui gigitan. Penularan terjadi ketika seseorang yang mengidap demam berdarah digigit oleh nyamuk Aedes aegypti dan menginfeksi orang lain yang digigit oleh nyamuk tersebut.

Baca juga: Mitos dan Fakta Seputar DBD

Penyakit demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang cukup berbahaya jika tidak ditangani dengan baik. Demam berdarah dapat mengakibatkan berbagai komplikasi kesehatan, seperti dengue shock syndrome. 

Tidak hanya itu, gangguan kesehatan dan kerusakan pada organ tubuh seperti hati, jantung, paru-paru menjadi risiko komplikasi yang dialami pengidap demam berdarah jika penyakit ini tidak segera diatasi. Selain itu, penggumpalan darah, syok hingga kematian menjadi risiko komplikasi yang cukup parah jika demam berdarah tidak segera ditangani.

Ketahui Pencegahan Penyakit Demam Berdarah

Seseorang yang mengalami kondisi demam berdarah umumnya mengalami beberapa gejala yang menjadi tanda penyakit demam berdarah, seperti demam, nyeri perut, alami muntah dan tubuh yang lemas. Selain itu, demam berdarah merupakan salah satu kondisi yang menyebabkan kerusakan sementara pada pembuluh darah, sehingga pengidap demam berdarah rentan mengalami perdarahan pada gusi, hidung maupun bawah kulit. Kondisi ini membuat muncul memar pada kulit. 

Tidak hanya itu, umumnya beberapa hari setelah demam, muncul ruam kemerahan pada kulit yang menjadi tanda lain dari penyakit demam berdarah. Jangan ragu untuk lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika kamu alami beberapa gejala yang menjadi tanda penyakit demam berdarah.

Baca juga: Lakukan Hal Ini untuk Mengobati Gejala Demam Berdarah

Penyakit ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan lingkungan, rutin untuk membersihkan tempat penampungan air dan jangan lupa untuk membersihkan lingkungan dari genangan-genangan air yang mungkin menjadi tempat kembang biak nyamuk Aedes aegypti

Demam berdarah umumnya terjadi pada negara-negara yang beriklim tropis. Tidak ada salahnya lakukan vaksinasi dengue jika berencana untuk pergi ke lokasi-lokasi yang berisiko menjadi wabah penyakit demam berdarah.

Referensi:
New Straits Times. Diakses pada 2019. First Case of Sexually Transmitted Dengue Confirmed Spain
Web MD. Diakses pada 2019. Dengue Fever
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Dengue Fever