• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Defisiensi Vitamin D Bisa Sebabkan Osteomalasia

Defisiensi Vitamin D Bisa Sebabkan Osteomalasia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Berjemur di bawah sinar matahari pagi merupakan salah satu cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan vitamin D tubuh. Hal ini penting untuk dilakukan, sebab defisiensi alias kekurangan vitamin D bisa meningkatkan risiko penyakit osteomalasia menyerang. Penyakit ini terjadi akibat tulang tidak dapat mengeras, sehingga rentan untuk bengkok, bahkan patah.

Seperti diketahui, vitamin D merupakan salah satu “makanan” yang penting untuk tulang. Kurang asupan vitamin D bisa meningkatkan risiko penyakit tulang menyerang, termasuk osteomalasia. Penyakit ini juga rentan menyerang orang yang kurang mendapat asupan kalsium atau fosfor. Sebab, ketiga nutrisi tersebut sangat dibutuhkan untuk proses pengerasan tulang.  

Baca juga: Nyeri Tulang yang Berulang, Waspada Terkena Osteomalasia

Mengenal Osteomalasia dan Penyebabnya 

Penyakit ini menyerang orang dewasa. Karena disebabkan oleh kurang asupan vitamin D, maka salah satu cara mengatasinya adalah dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung kalsium atau vitamin D. Selain suplemen, pengidap penyakit ini juga disarankan untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi, di bawah pukul 10 pagi. Sebab, pada jam tersebut sinar matahari masih baik untuk diterima tubuh dan bisa membantu produksi vitamin D secara alami.

Defisiensi vitamin D menyebabkan tulang tidak bisa berkembang dengan sempurna. Pada kondisi tersebut, tulang tidak dapat mengeras sehingga rawan bengkok atau mengalami patah. Penyakit ini bisa terjadi karena tubuh kekurangan asupan vitamin D, kalsium, atau fosfor. Kondisi ini sebaiknya tidak dianggap sepele begitu saja.

Baca juga: Ternyata, 6 Hal Ini yang Menyebabkan Osteomalasia

Selain kurang asupan vitamin D, osteomalasia juga bisa disebabkan karena hal lain, seperti kurangnya paparan sinar matahari, efek samping obat-obatan tertentu, usia lanjut, obesitas, gangguan fungsi ginjal atau hati, riwayat penyakit celiac, serta pernah menjalani operasi pengangkatan sebagian atau seluruh lambung (gastrektomi).

Kabar buruknya, kondisi ini sering terlambat disadari sebab pada awalnya osteomalasia sering muncul tanpa gejala sama sekali. Gejala penyakit baru akan muncul setelah kondisi semakin buruk atau tulang mulai rapuh, bahkan patah. Ada berbagai gejala yang muncul sebagai tanda penyakit ini, di antaranya:

  1.  Nyeri Tak Tertahankan 

Salah satu gejala seseorang mengalami osteomalasia adalah muncul nyeri tak tertahankan pada bagian tubuh tertentu. Nyeri paling sering terasa pada area punggung bawah, panggul, pangkal paha, kaki, dan tulang rusuk. Rasa nyeri akan bertambah parah di malam hari atau saat mengangkat dan menahan beban berat.

  1. Sulit Berjalan 

Osteomalasia bisa memicu nyeri dan menyebabkan pengidapnya kesulitan berjalan. Pada kondisi ini, seseorang akan merasa sulit untuk mengangkat kaki, termasuk untuk berjalan, berlari, menaiki tangga, bahkan mengubah posisi tubuh. Hal ini terjadi karena kelemahan pada otot.

  1. Mudah Lelah 

Kondisi ini juga membuat pengidapnya menjadi lebih mudah lelah. Terutama jika sudah terlalu banyak atau terlalu sering menggunakan bagian tulang yang lemah. Osteomalasia juga menyebabkan seseorang mengalami mati rasa, otot kaku dan tegang, serta detak jantung tidak beraturan.

Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena bisa menyebabkan patah tulang. Pada kasus yang ringan, osteomalasia bisa diatasi dengan konsumsi suplemen vitamin D dan berjemur di bawah sinar matahari secara rutin. Namun, jika sudah ada tulang yang patah atau berubah bentuk, kondisi ini harus diatasi dengan pemasangan brace atau bahkan tindakan operasi.

Baca juga: Adakah Efek Samping dari Pengobatan Penyakit Osteomalasia?

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit osteomalasia dan apa saja penyebabnya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2020. What Is Osteomalacia?
Healthline. Diakses pada 2020. Osteomalacia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Osteomalacia.