• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dehidrasi Bikin Gejala Demam Berdarah Anak Makin Parah?

Dehidrasi Bikin Gejala Demam Berdarah Anak Makin Parah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Demam berdarah, juga dikenal sebagai dengue adalah infeksi yang ditularkan oleh nyamuk yang menyebabkan penyakit seperti flu yang parah. Hal ini disebabkan oleh empat virus berbeda dan disebarkan oleh nyamuk Aedes. Siapa saja bisa mengalami demam berdarah, dari anak-anak hingga orang dewasa dan gejalanya bisa berkisar dari ringan hingga berat. Pada kondisi yang parah, mereka yang mengidap penyakit ini perlu rawat inap di rumah sakit. 

Sayangnya, belum ada vaksin untuk mengatasi kondisi ini. Metode pencegahan terbaik adalah menghindari gigitan nyamuk. Gejala demam berdarah pada bayi mungkin sulit dikenali dan mirip dengan infeksi anak lainnya. Jadi, kamu perlu segera pergi ke rumah sakit jika anak mengalami gejala demam berdarah. 

Baca juga: 5 Gejala DBD yang Tak Boleh Diabaikan 

Dehidrasi dan Demam Berdarah

Sebetulnya, tidak ada juga pengobatan khusus untuk demam berdarah. Namun, dokter meminta pengidapnya untuk banyak minum dan mencegah dehidrasi. Jika seseorang alami dehidrasi, mereka bisa semakin lemah. Pengidap demam berdarah akan rentan alami dehidrasi karena mereka terus menerus muntah dan alami demam yang tinggi. 

Ada beberapa gejala yang bisa diperhatikan saat anak yang tengah mengidap demam berdarah alami dehidrasi. Beberapa gejala tersebut antara lain: 

  • Jarang buang air kecil;
  • Sedikit atau tidak ada air mata;
  • Mulut atau bibir kering;
  • Kelesuan atau kebingungan;
  • Merasa kedinginan.

Ingat, anak tidak akan mengatakan langsung bahwa ia alami demam berdarah. Pastikan kamu segera membawa anak menemui dokter jika ia mengalami beberapa gejala seperti:

  • Demam atau suhu rendah (kurang dari 36 derajat Celcius); 
  • Muncul rasa kantuk, kurang energi, atau mudah marah;
  • Muncul ruam;
  • Pendarahan yang tidak biasa (bisa di gusi, hidung, atau memar);
  • Muntah (minimal 3 kali dalam 24 jam).

Kamu juga bisa mendiskusikan kondisi anak dengan dokter di aplikasi Halodoc. Dokter akan selalu siaga memberikan pertolongan pertama untuk atasi gejala demam berdarah. Ambil smartphone kamu sekarang dan manfaatkan fitur chat untuk bicara dengan dokter kapan saja dan di mana saja.

Baca juga: Begini Cara Mengenali Perbedaan Gejala DBD dan Corona

Cegah Demam Berdarah dengan Cara Ini

Tidak ada vaksin yang dapat melindungi dari demam berdarah. Hanya menghindari gigitan nyamuk yang bisa mencegah demam berdarah. Beberapa langkah pencegahan gigitan nyamuk yang bisa dilakukan, yaitu: 

  • Gunakan pakaian yang tepat. Tutupi sebagian besar area kulit dengan mengenakan celana panjang, kemeja lengan panjang, dan kaus kaki, masukkan kaki celana ke dalam sepatu atau kaus kaki, dan kenakan topi.
  • Gunakan produk anti nyamuk dengan konsentrasi dietiltoluamid (DEET) setidaknya 10 persen, atau konsentrasi yang lebih tinggi untuk paparan yang lebih lama. Namun, hindari penggunaan DEET pada anak kecil.
  • Gunakan kelambu yang bisa melindungi dari gigitan nyamuk. Ini juga bisa digunakan pada pintu, dan ventilasi rumah. 
  • Hindari sabun dan parfum beraroma wangi yang dapat menarik nyamuk.
  • Cobalah untuk tidak berada di luar saat fajar, senja, dan sore hari.
  • Nyamuk Aedes berkembang biak di air yang bersih dan tergenang. Jadi, pastikan tidak ada area air bersih yang tergenang untuk mencegah nyamuk berkembang biak.

Baca juga: Benarkah Minuman Isotonik Dapat Sembuhkan Demam Berdarah?

Selain itu, kamu juga tak perlu sungkan untuk menanyakan pada dokter di aplikasi Halodoc mengenai pencegahan demam berdarah yang bisa dilakukan untuk anak. Dokter di aplikasi Halodoc akan selalu siaga memberikan saran kesehatan terbaik untuk kamu dan keluarga.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Your Infant has Dengue.
Kids Health. Diakses pada 2020. Dengue Fever.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Dengue Fever.