• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dehidrasi Bisa Memperburuk Penyakit Bronkitis

Dehidrasi Bisa Memperburuk Penyakit Bronkitis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Secara garis besar, batuk adalah respon dari tubuh ketika sistem pertahanan saluran napas mengalami gangguan. Batuk merupakan gangguan kesehatan yang umum terjadi pada siapa saja. Namun, kamu harus waspada ketika mengalami batuk dalam jangka waktu yang panjang. Bisa jadi kamu mengidap bronkitis.

Baca juga: Batuk Berdahak Jangka Panjang Bisa Jadi Tanda Bronkitis

Umumnya, batuk yang disebabkan bronkitis disertai dengan gejala lain, seperti demam dan sesak napas. Untuk perawatan di rumah, umumnya pengidap bronkitis disarankan untuk mengonsumsi banyak cairan air putih dan cukup beristirahat selama menjalani pengobatan. Minum air yang cukup bertujuan untuk mencegah dehidrasi. Mengapa demikian? Ternyata, dehidrasi dapat memperburuk gejala dari penyakit bronkitis. 

Hindari Dehidrasi saat Bronkitis

Bronkitis terjadi saat adanya peradangan pada saluran utama pernapasan atau bronkus. Bronkus adalah saluran yang membawa udara untuk menuju dan dari paru-paru. Bronkitis terbagi menjadi dua jenis, yaitu bronkitis akut yang biasanya dialami oleh anak-anak yang memiliki usia di bawah 5 tahun dan bronkitis kronis yang umumnya dialami oleh orang yang berusia 40 tahun ke atas.

Penyebab utama bronkitis adalah virus flu yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan bronkitis menjadi penyakit yang penularannya cukup mudah yang dapat terjadi melalui percikan air liur pengidap bronkitis. Virus yang masuk dalam tubuh dapat menyerang sel bronkus dan menyebabkan peradangan.

Mengapa dehidrasi bisa memperburuk gejala penyakit bronkitis? Melansir UNC Health and UNC School of Medicine, umumnya pengidap bronkitis mengalami batuk terus-menerus dan memproduksi dahak. Dehidrasi menyebabkan dahak menjadi sangat kental dan berisiko alami penumpukan dahak pada paru-paru. Kondisi ini bisa memperburuk gejala pengidap bronkitis khususnya pengidap bronkitis kronis.

Salah satu tujuan dahak atau lendir untuk mengeluarkan bakteri maupun virus yang menyebabkan gangguan kesehatan dalam tubuh. Namun, penumpukan dahak yang terlalu kental pada paru-paru mengganggu saluran pernapasan dan memperburuk peradangan pada bagian paru-paru.

Baca juga: Benarkah Tidur di Lantai Terus-Menerus Picu Bronkitis?

Dehidrasi bisa memperburuk penyakit bronkitis. Selain itu, hindari juga faktor pemicu lainnya yang bisa menyebabkan kamu mengalami bronkitis, seperti kebiasaan merokok. Sebagian besar bronkitis kronis banyak disebabkan oleh kebiasaan merokok.

Hubungi Dokter Jika Alami Gejala Ini

Melansir Mayo Clinic, ada beberapa gejala lain yang dialami oleh pengidap bronkitis, seperti tubuh yang terasa lelah, sesak napas, nyeri pada dada, sakit tenggorokan, sakit kepala, hidung tersumbat, dan badan yang terasa pegal.

Umumnya, batuk yang disebabkan oleh bronkitis berjalan selama satu minggu. Namun, jangan ragu untuk gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter saat kamu mengalami gejala, seperti:

  1. Batuk terjadi lebih dari tiga minggu.

  2. Saat batuk, kamu mengalami nyeri pada bagian dada.

  3. Batuk mengeluarkan dahak berwarna gelap atau darah.

  4. Batuk terjadi kurang lebih selama 1 menit.

  5. Batuk menimbulkan suara kasar dan mengganggu tidur.

  6. Penurunan berat badan.

  7. Batuk disertai demam.

Baca juga: Mengidap GERD Berpotensi Alami Bronkitis

Tentunya pemeriksaan perlu dilakukan lebih lanjut ke rumah sakit terdekat untuk memastikan penyebab batuk yang kamu alami. Berbagai perawatan dapat dilakukan untuk meredakan gejala bronkitis, seperti memperbanyak mengonsumsi air putih, memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, dan hindari kebiasaan merokok agar tidak menimbulkan komplikasi, seperti pneumonia.

Referensi:
UNC Health and UNC School of Medicine. Diakses pada 2020. Chronic Bronchitis: New Insight Could Lead to First Diagnostic Test and Better Treatments
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Bronchitis
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Bronchitis